
"oke gue juga penasaran, mari kita buka" ucap Aruna dan langsung membuka hadiah tersebut
"kak Rey memang tidak bisa dipercaya" kesal Aruna menggeleng-gelengkan kepala
"puff... ha-hahaha "tawa ell melihat hadiah Aruna
"ternyata kak Rey memang adil"tawa ell
sama dengan isi hadiah ell, Aruna juga diberikan sebuah cangkir dengan gambar yang sama yaitu seekor monyet yang membedakan nya hanya ekspresi monyet tersebut yang lebih menyebalkan bagi Aruna
"ya aku terlalu berharap lebih pada kak Rey, seharusnya aku tidak berharap lebih padanya" ucap Aruna dengan senyum paksa
sementara ell yang tak henti dengan tawanya
"na monyet Lo muka nya ngapa gitu" tawa ell cekikikan
"kak reyyy.....apa tidak berniat membuat kita bahagia?" tanya Aruna frustasi
"ya udah bunda ke dapur dulu ya" ucap ana dengan senyum tertahan
"baiklah....kak Rey memang harus diberi pelajaran"ujar ell dan langsung mengambil ponselnya dan melakukan panggilan video Dengan Rey
"halo?".....jawab Rey diseberang sana
"kak reyyy ......teriak ell dan Aruna bersamaan
"kalian kenapa?"tanya Rey pura-pura tidak tahu , padahal dia sudah mengetahui kedua adiknya itu pasti protes dengan hadiah yang diberikan nya
"kenapa kakak memberikan cangkir itu dengan wajah kakak sendiri?" ucap Aruna sarkas
yang membuat ell dan Rey tergelak
"apa kalian suka dengan hadiah yang kakak berikan?"tawa Rey
"ya, kami sangat suka sehingga kami ingin sekali membuangnya, tapi sayang ada wajah kak Rey tertempel disana" kesal ell
__ADS_1
"itu hadiah khusus untuk kalian, gunakan dengan baik ya" ucap Rey yang masih tertawa
"kakak sepertinya benar-benar bosan hidup" ucap ell
"hey, mengapa kalian emosi seperti itu, ingat kata bunda hormati hadiah yang diberikan orang apapun hadiahnya" ucap Rey sok bijak
"ya, itu hadiah yang sangat woww" tawa paksa Aruna
"benar, dua cangkir itu mempunyai filosofi, kalian tau?" tanya Rey pada kedua adiknya itu uang masih terlihat wajah kesal keduanya
"tidak tau, dan tidak ingin tau" ucap ell dan berniat matikan video callnya tapi di tahan oleh Rey
"tunggu, biar kalian tidak penasaran akan kakak beri tahu, jika kedua cangkir itu di sandingkan pasti gambar nya terlihat menyatu"
"karena penasaran Aruna pun mengambil cangkirnya dan ell lalu mendekatkannya
dan ell yang memperhatikan
"apa ini kak reyyy" kesal Aruna dan ell
karena melihat cangkir itu jika di dekatkan terlihat seperti monyet yang sedang berebut makanan
"kalian memang konyol " tawa Rey cekikan
"kedua monyet itu begitu mirip dengan kalian ketika berebut makanan"
"monyet ini begitu menyebalkan sama seperti kakak!" kesal ell dan langsung menutup panggil video nya
" menyebalkan"ucap Aruna merebahkan tubuhnya di atas ranjang dan memegang cangkir keramik itu menatap monyet yang tergambar di cangkir tersebut, Aruna menatap dengan tersenyum
"kak Rey konyol" ucap Aruna menunjuk monyet itu seperti mengaggap monyet itu adalah Rey kakaknya
"gue kira isinya berlian" ucap ell dan ikut berbaring
"kak Rey nggak salah, tapi ekspektasi kita yang salah" ucap Aruna tergelak
__ADS_1
"kak Rey ingin sekali membuat kita emosi" ucap ell menimpali
"hmm, tapi hadiah ini tak begitu buruk" ucap Aruna memandangi dengan senyum-senyum
"ya, semua hadiah konyol yang diberi kak Rey pasti ujung-ujungnya kau akan menerimanya" kesal ell melihat Aruna, pasalnya tak hanya sekali kakaknya itu memberikan hadiah-hadiah konyol pada nya dan Aruna, mulai dari kaus kaki yang berbeda warna, tak kalah konyol Rey juga memberikan mereka 2 kotak yang berisi nasi goreng tapi Rey me modifikasinya, mengisi kotak ponsel kosong nasi goreng dan memasukkan ke dalam kotak Styrofoam/kotak nasi sehingga saat ell dan Aruna membukanya mereka menyangka kakaknya memberi ponsel baru padanya tapi ketika kotak hp itu di buka yang dilihat bukan ponsel baru melainkan nasi goreng saat mengingat itu ell dan Aruna dibuat tergelak, itu benar-benar moment yang tak terlupakan bagi mereka walaupun banyak hadiah konyol lain yang diberikan kakaknya
"kau mengingat hadiah nasi goreng handphone kak Rey?" tanya ell pada Aruna yang masih asik memandangi cangkir di tangan nya
"bagaimana aku bisa melupakan hal itu mengingatnya saja aku ingin sekali menjambak rambut kak Ray" kesal Aruna mengingat kembali hadiah yang diberikan kakaknya itu
mereka pun mengingat kembali saat-saat Rey memberikan hadiah yang membuat mereka tertawa terbahak-bahak
.
.
.
sementara di perusahan pusat klaus group
tuan besar Jeff sudah berada di dalam ruangan Zee
Jeff melangkah menuju meja kerja Zee dan melihat laporan di atas meja kerja, saat ingin mengambil nya, amplop coklat yang berisi biodata dan foto Aruna saat dewasa pun terjatuh sehingga isi nya bertebaran di lantai
Jeff pun berjongkok mengambil satu foto dan memperhatikan siapa orang yang berada di foto itu
"siapa gadis ini?" tanyanya melihat foto Aruna yang memperlihatkan senyum manis Aruna
"apa dia kekasih Zee?" batin jeff bertanya-tanya senyum tipis terbit di wajah Jeff, Jeff pun langsuang memotret foto Aruna untuk mencari tau siap gadis itu sebenarnya mengapa Zee sampai memiliki fotonya
melihat lampiran kertas Jeff pun mengambil nya dan membaca isi dari kertas tersebut yang merupakan biodata Aruna
"Patricia Aruna Danendra?" gumam Jeff, terselip satu foto keluarga Aruna di antara biodata itu tanpa sadar Zee memasukkan satu foto keluarga Aruna ke dalam amplop , Jeff pun melihat wajah-wajah yang berada di foto itu
alangkah kagetnyanya Jeff melihat siapa orang yang berada di foto itu
__ADS_1
"dewi" gumamnya dengan senyum haru
like, coment, and vote:)