
dirumah keluarga Nicolas
tengah asik menyantap makan malam
"ada yang ingin papa sampaikan pada kalian" ujar Nico yang menyelesaikan makanannya dan berlalu menuju ruang tamu
"memangnya ada apa bunda?"tanya ell bingung
"temui saja papa" ucap ana tersenyum dan berjalan menuju ruang tamu
"ya udah ell ayo"ajak Aruna pada ell yang dan berdiri dari meja makan
"na.... makanan gue kan belum habis" kesal ell
"udah nanti kan bisa di lanjutin" ucap Aruna dan meninggalkan ell
"apa ada masalah...?".batin Aruna bertanya melihat kedua orang tua angkatnya itu sedikit berbeda dari biasanya
"ya udah deh"pasrah ell dan meninggalkan meja makan menyusul Aruna
diruang tamu telah duduk Nico dan ana
"duduklah" ucap Nico pada kedua anaknya
Aruna dan ell pun mendudukkan bokongnya
"emangnya ada apa sih pa? tanya ell
"mobil yang papa belikan untuk kalian akan papa jual" ucap Niko datar
"kenapa dijual pa?baru aja mau belajar" cemberut ell
"perusahaan baik-baik aja kan pa?"tanya Aruna
"sedikit ada masalah, tapi akan papa selesaikan secepatnya, soal kendaraan untuk sementara waktu kalian bisa pakai motor dulu ya,"
"nggak pa-pa kok pa, yang penting bisa sedikit membantu perusahaan"senyum Aruna
"papa janji sama kalian, secepatnya akan mengganti mobil itu kembali" ucap Niko pada keduanya putrinya
"ya udah deh"pasrah ell dan pergi kamar dengan kecewa
Aruna pun mengejar ell
"kekamar gue yuk!"ucap Aruna menarik tangan ell
"paansih na!"kesal ell tetapi Aruna tetap menarik tangan ell hingga menuju kamarnya
"ellll.... mengertilah papa, kasihan papa "
"tapi kan nggak harus jual mobil na"
"papa sampai jual mobil pasti masalahnya cukup serius, papa pasti nggak jual mobil aja,, kita yang nggak tau apa yang terjadi di perusahaan sekarang" ujar Aruna menjelaskan pada ell
"kita kan juga belum bisa nyetir, kita belajar nyetir dulu aja,"hibur Aruna
__ADS_1
"percuma nanti kalau bisa nyetir tapi mobilnya nggak ada"cemberut ell
"gampang, nanti gue beliin, lu mau mobil apa? Lamborghini?BMW, apalagi? tinggal sebutin aja nanti gue beliin"
tok...getuk ell pada dahi Aruna
"Jan mimpi!, keterima kerja aja belum, sok-soan mau beliin gue mobil"ledek ell
"mimpi aja dulu, siapa tau kenyataan, lu tau kan nggak ada yang nggak mungkin di dunia ini"
"nyenyenye......ucap ell menutup kepala dengan bantal dan memainkan ponselnya berbaring telungkup di ranjang
tring..... handphone Aruna berbunyi menandakan pesan masuk
"tu handphone lu bunyi!, jangan-jangan tagihan pinjaman online"ledek ell
"enak aja"ucap Aruna dan mengambil handphone nya di nakas
"email mana nih?
Aruna pun membuka email yang tak lain dari perusahaan Klaus group
"hah!" teriak Aruna
"iihhh....paasih na! ngagetin aja!"kesal ell
"doa gue terwujud!, Aruna pun naik ke ranjang sembari melompat-lompat
"runa!" teriak ell yang merasa terganggu akibat pergerakan Aruna yang terus melompat di ranjang
"ell gue senang banget.....
"aa, na lu kenapa sih!"kesal ell melepaskan pelukan aruna
"gue keterima kerja di Klaus group!" girang Aruna kembali memeluk ell
"keterima? beneran" tanya ell menatap Aruna intens
"iya" runa mengangguk senang
"arghhhhh....."teriak ell heboh mengajak Aruna berdiri dan memeluk sambil melompat-lompat di ranjang
ceklek.....pintu kamar pun terbuka membuat mereka menghentikan aktivitasnya
"kalian kenapa?" heran ana sang bunda
"e-eh bunda," ucap Aruna salah tingkah
"bunda!" teriak ell dan menghambur ke pelukan ana
"ell, ada apa?" tanya ana yang dibuat heran dengan tingkah kedua putrinya itu
"bunda tau nggak? Aruna diterima di Klaus group!"heboh ell melepaskan pelukan ana
"runa beneran sayang?" tanya ana
__ADS_1
"iya bunda" jawab Aruna
"selamat ya, sayang" peluk ana pada aruna
"ell nggak di peluk ni?" sungut ell
"iya sini, afek ku yang tersayang" ajak Aruna
"ih, enak aja!" ucap ell dan berpelukan
" ya udah bunda keluar dulu ya"
"iya bun" ucap Aruna dan ell bersamaan
"cieee, udah diterima di Klaus group ni yee....."ledek ell
"iya dong, pesona gue emang tak tertandingkan" sombong Aruna
"huekkk....udah na serasa mau muntah dengernya" ucap ell dan kembali menaikkan ponselnya sembari tidur telungkup di ranjang Aruna
"btw, lu Gimana ell?, jadi kan ngajuin lamaran?"
"nggak!"
"lh kenapa?kok nggak jadi?, ouhhhh gue tau pasti bosnya jelek" tebak Aruna
"salah!"
"terus kenapa, atau boss nya genit dari pada lu?"
"ih enak aja, gue nggak genit ye tapi punya pesona" ucap ell dengan penuh bangganya
"terus kenapa Lo nggak mau kerja disana?"
"boosnya udah punya bini!" ucap ell malas
"haha.....tawa Aruna memenuhi kamar
aaaa yang benar lu?kasian banget, padahal udah ngincar taunya udah ada pawangnya lagi"ucap Aruna tak berhenti tertawa
"gue takut boss nya naksir berat, nanti gue dicap pelakor lagi, yakali cantik-cantik gini pelakor"
"dan lu tenang aja, ada perusahaan yang gue lewatin" ucap ell penuh misteri
"pastiin dulu bossnya ganteng nggak, jangan-jangan udah punya bini lagi" tawa Aruna kembali
"yang ini nggak, pengusaha muda, tampar rupawan, berkharisma" ucap ell menaik-naikkan alisnya menatap Aruna dan. selalu meninggalkan kamar Aruna
"siapa yang dimaksud tu anak" gumam Aruna penasaran
"ahh, tau ah, serah deh tu anak mau ngapain, mending tidur" ucap Aruna naik ke ranjang memanikan ponselnya
tiba-tiba terlintas pertanyaan di benaknya
"tunggu-tunggu, gue keterima di Klaus group?, semudah itu?gue nggak di test?nggak mungkin kan test kesopanan itu?" gumam Aruna bingung, bagaimana tidak bingung diterima di Klaus group tanpa melakukan test sedikitpun, kecuali hanya test kesopanan yang menurut Aruna sangat mustahil itu bisa di pointkan sebagai test yang penting di perusahaan besar itu
__ADS_1
"tapi apa yang buat, gue keterima?, apa jangan-jangan karena gue cantik mungkin kali ya" ucapnya tersenyum bangga
like, coment, and vote')