Future In My Life

Future In My Life
Lazaro zeegan Klaus..


__ADS_3

kepala ku makin pusing, dan


brukk, aku terkapar di jalan, sebelum pingsan aku bisa melihat sebuah cahaya mendekat kearah ku, apakah itu cahaya kematian? apakah malaikat maut?......batinku


author POV....


ditempat lain(kediaman Nicolas)


"bunda.... "panggil seseorang yang tak lain sigadis manja ell, yang langsung memeluk ana


"ell....kebiasaan ngagetin..."


tegur sang bunda


"biarin..."ucapnya sembari menciumi pundak sang bunda


"runa mana? "tanya ana yang tak pernah absen menanyakan kabar anak-anaknya walaupun saat berada dirumah, ana sangat menyayangi anak-anaknya tanpa membedakan ell, Rey maupun Aruna, ana yang tak melihat Aruna yang biasanya ikut memeluk bahkan berebut untuk memeluk di buat heran....


"runa?emang runa belum pulang bunda?" tanya ell heran dengan pertanyaan bundanya....


"kalau runa udah pulang bunda nggak akan nanya kamu, kan kalian pergi bareng"..ucap ana sembari memotong bahan masakan


bunda sama runa ngerjain ell ya...tebak ell


"nggak,bunda nggak ngerjain kamu, runa memang belum pulang"....ucap bunda ana yang kini berbalik menghadap ell, terdengar nada cemas dari ana mendengar Aruna belum kembali


au,ah ell mau liat sendiri...ucap ell kekeh


ell....ucap ana melepas celemek yang masih melekat di tubuhnya, dan langsung menyusul ell


runa....lu ngumpat yaa, gue nggak akan ketipu


teriak ell yang telah masuk ke kamar Aruna


"masih rapi?"gumam ell menatap tempat tidur , biasanya jika Aruna berada di kamar tempat tidur dibuat porak poranda olehnya yang tidak bisa tenang saat tidur, maka dari itu ell dan Aruna tidur terpisah,


ell pun melangkah ke kamar mandi,


"runa lu didalam?"...tanya ell sembari mengetok pintu kamar mandi


tak mendapat sahutan dari dalam, ell mencoba memutar knop pintu lalu membuka pintu perlahan...


"nggak biasanya? "gumam ell heran mendapati pintu kamar mandi Aruna yang tidak dikunci


''ell......"panggil ana tergesa....


"gimana runa ada?"tanya ana cemas


"nggak ada Bun,bunda nggak lagi ngerjain ell kan"...selidik ell menatap intens sang bunda


"nggak ell"...bunda serius...ucap ana


"terus runa kemana? emang sih Ell janjian sama runa mau makan pas pulang dari kantor,tapi masa sih runa masih nunggu disitu ell udah chat juga, emang belum


dibaca, tapi ell pikir runa udah pulang jadi ell nggak nyusul runa"...papar ell cemas


"kalian emangnya janjian dimana?"tanya ana cemas


"di mall X bunda, rencananya kita mau makan di cafe dewa,"


"coba ell telfon dulu.... "tak ada sahutan dari aruna


"yaa, handphone nya mati, tu anak kebiasaan deh pasti lupa ngecas lagi"..kesal ell dengan kecerobohan Aruna yang kerap lupa jika mengisi baterai handphone nya.


"oh iya dewa," ingat ell sembari menelfon dewa...


"halo?,dewa lu liat Aruna nggak?"..tanya ell to the point


"ouhh, Aruna tadi si emang sempat kesini, tapi udah pergi dari tadi ,lu tau nggak dia ketemu siapa?dia ketemu sama dua perempuan yang super cabe, mulutnya pedas banget, Aruna Ampe dihina ama tu orang"...ucap dewa


Lo serius? siapa orangnya?...tanya ell cemas


"iya, tapi gue nggak tau Mereke siapa, lu tau nggak? mereka juga gelud Ama runa, tapi lu tau lah siapa yang menang, mereka dijambak Ama dipelintir Aruna..."tawa dewa


tapi gue kasian juga ama Aruna kayaknya sedih banget denger omongan tu orang...


"terus Aruna kemana?'tanya ell


"gue nggak tau pasti sih, tadinya gue mau nganterin pulang tapi dianya nolak katanya mau pergi ke suatu tempat."...jawab dewa


"oke, makasih wa..."ucap ell lalu menutup sambungan telepon nya


"terus runa kemana? "tanya ana cemas


"nggak tau bun, ell mau cari dulu..."ucap ell sembari beranjak dari kamar


"ell...carinya sama pak Umar ya, biar aman ini udah malam..."ucap ana


"iya bun, ell pamit dulu..."ucap ell seraya mencium tangan sang bunda

__ADS_1


"hati-hati..."ucap ana,


pak Umar tolong temenin ell cari aruna ya


baik buk jawab pak Umar...


"ayo,pak... "ajak ell


*****************************


kembali ke Aruna...


seseorang turun dari sebuah mobil sedan mewah, berperawakan tinggi, gagah siapa lagi


jika bukan tuan muda keluarga Klaus,alzaro zeegan Klaus, yang kerap disapa Zee


Zee pun melangkah mendekati kedua preman tersebut....


"siapa kamu?" tanya salah seorang preman tersebut dengan menaikan dagunya sombong


Zee hanya diam melipat kedua tangannya di dada, sambil bersandar di mobil menatap tajam kedua preman tersebut...


"apa mau mu?" tinggalkan kami jika kau masih menyayangi nyawamu... ucapnya memandang Zee remeh...


yang di tanggapi dengan senyum sinis khas


seorang Zee...


"jika saya tidak mau bagaimana?"jawab Zee sinis...


"baiklah,kau memilih mati rupanya,, selesaikan...!" perintah salah satu preman memberi kode dengan mengakat dagunya menjuk Zee...


salah satu preman tersebut maju melangkah mendekati Zee dengan posisi siap


memukul.....


belum sempat memukul, Zee lebih dulu melayangkan bogem mentah di wajah penuh brewok preman tersebut ...


''arghhhh....''ringisnya


sebuah darah segar mengalir di hidung dan mulut preman tersebut


"kau.... mencari perkara rupanya"ucap kedua preman tersebut,


keduanya mendekati Zee


dan langsung melayangkan bogemannya di hadapan wajah Zee, belum sempat mengenai zee, ,Zee langsung menghantam kedua preman tersebut...


yang telah terkapar di tanah


"urusan kita belum selesai..."ucap salah satu praman tersebut


kedua preman tersebut berjalan terseok-seok


menuju motornya..


Zee hanya tersenyum sinis menatap kedua preman tersebut..


Zee beralih menatap seorang gadis yang terkapar di tanah tak lain adalah Aruna ...


Zee mengakat Aruna ala bridal style dan membaringkan nya di belakang kursi kemudi...


"huh merepotkan kan saja ... "gumamnya..


saat melangkah Zee melihat sebuah buku


album dan handphone yang tergeletak di


tepi jalan tepat di samping Aruna yang pingsan tadi..


zee, mengambil album dan handphone tersebut melemparkan nya di samping kursi kemudi


Zee pun berlalu meninggalkan jalanan sepi tersebut...


didalam mobil Zee sesekali melirik Aruna yang belum juga sadar...


"kemana harus ku antar gadis ini? "gumam zee bingung, dan mengambil handphone didalam saku jasnya


"dimana kamu?".... tanyanya langsung


"saya sedang di rumah utama tuan, melaporkan perkembangan perusahaan pada tuan besar"...ucap seseorang di sebrang sana


yang tak lain adalah aL sekretaris pribadi zee


"ah, sialll "umpatnya, lalu mematikan sambungan telepon, dan beralih menelfon seseorang


''ke apartemen ku sekarang,...''ucap nya seperti nada memerintah dan mematikan sambungan telepon


lalu menjalankan mobil...

__ADS_1


beberapa menit kemudian...


hingga tibalah di sebuah apartemen yang cukup mewah....


Zee turun lalu menggendong Aruna ala bridal style menuju apartemen nya.....


tiba diapartemen Zee merebahkan Aruna di ranjang king size nya....


"ahh, berat sekali,bagaimana bisa tubuhnya yang kecil ini begitu berat"....kesal Zee sembari sedikit meregangkan otot tangannya


tak berselang lama bel berbunyi, ....


Zee langsung membukakan pintu,


lama sekali kau, berapa kecepatan mobilmu?


kesal


''ikut aku!...''ucap Zee seperti nada memerintah


mengajak Rian menuju ranjang Aruna


''apa tidak bisa kau menyuruh AL atau seseorang untuk mengantarnya kerumah sakit?" kesal Rian yang harus merelakan waktu bersenang-senang nya bersama para wanitanya yang menunggu di club.


Rian adalah sepupu dari Zee dan sean ,anak dari adik Jefferson (ayahnya Zee),rian bisa dibilang cukup dekat dengan Zee, Rian tahu jika Zee tidak menyukai rumah sakit, karena sebuah trauma yang membuat Zee sangat membenci rumah sakit.


"bersantai?club?"....sinis Zee


"ayolah Zee, kau begitu mengganggu..!."kesal Rian


"kau dokter, tapi bermain di club bersama banyak wanita, aku ragu jika kau benar-benar dokter"...ucap Zee tersenyum sinis


"diam kau!", kesal Rian sembari memeriksa


keadaan Aruna...


"siapa dia?dimana kau menemukan nya?'' tanya Rian menatap Aruna yang terbaring dldiatas ranjang king size


''zee kau ternyata licik juga ya, kau bahkan membawanya langsung keapartemen ,pasti om Jeff tidak tau bukan?'' ucap Rian menaikkan sebelah alisnya menatap Zee


''huh,Zee menghela nafas kasar,


dia bukan siapa-siapa ku, aku menemukan di jalan x, dia diganggu preman jadi aku menolong nya''...ucap Zee menjelaskan


''kau kesana lagi? sendiri?''tanya Rian sendu


"hmm, jika tidak sendiri lalu dengan siapa lagi aku kesana?''...


Rian pun menepuk pundak Zee...


''ajak aku jika kesana, jangan sendiri''...ucap Rian sendu


''bukankah kau sibuk di club mu itu?''ucap Zee sinis


''hey, kau salah! aku sibuk di rumah sakit''....ralat Rian


''oh ya, apa sakitnya''?tanya Zee


''ouh, dia hanya butuh istirahat dan jangan lupa memberinya makan saat dia sadar''....ucap Rian


''apa?hanya itu?kau serius memeriksanya?''


tanya Zee tidak percaya


''kau meragukan ku?disini aku dokternya! dia itu hanya pingsan karena terlambat makan, itu sudah umum bagi penderita maag yang cukup parah, kau hanya perlu memberi nya makan dan obat maag setelah sadar nanti''


...kesal Rian


''apa maag? jadi dia hanya pingsan karena maag?'' tanya Zee tak percaya


'' iya, memang nya kau mau dia sakit apa?gagal ginjal? jantung koroner?katarak? lumpuh?kalau begitu kau saja yang menjadi dokternya,'' kesal Rian ...


''kau berani membentak ku?''ucap Zee marah


''iya, kau pengganggu! seharusnya aku telah bersenang-senang sekarang tapi kau menghancurkan nya''...kesal rian


''pergi''..usir Zee


''jadi setelah urusan mu selesai, kau mengusir ku?''


''ya,'' ucap Zee mendorong Rian keluar


''awas khilaf, tapi dia cantik ju...g


belum sempat Rian menyelesaikan kalimatnya Zee lebih dulu menutup pintu...


''kurang ajar sekali dia, gerutu Rian'' dan berlalu meninggalkan apartemen


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


like and coment....


__ADS_2