Future In My Life

Future In My Life
mencari tahu


__ADS_3

"apa Zee mempunyai kekasih sekarang?"


"tentu tuan sudah mengetahui jawaban nya" senyum Al


"jadi benar Zee mempunyai kekasih?" tanya Jeff


"tuan Zee tidak mempunyai kekasih tuan"


"sudah lah Al jangan membohongi ku, aku tau semuanya"


"apa maksud tuan?, yang saya ketahui tuan Zee benar-benar tidak mempunyai kekasih


"lalu ini apa?" tanya Jeff mengeluarkan ponselnya dan memperlihatkan foto Aruna pada Al


"nona Aruna" ucap Al memegangi ponsel Jeff


"tadi kau pura pura tidak tau, kau mengenalnya kan" cibir Jeff


"sepertinya anda salah paham tuan" ucap Al tersenyum


"apa maksudmu Al?"


"dia bukan kekasih tuan Zee, saya bisa menjamin nya" ucap Al tegas


"dia bosmu, bisa saja kau melindunginya" cibir Jeff dan berdiri berlalu pergi


Al yang melihatnya hanya geleng-geleng kepala


.


.


.


di sebuah restoran mewah.....


"bagaimana sayang aku bisa bekerja di sana?" tanya Monica antusias memegangi lengan Sean


"iya, kamu jangan ngambek lagi, aku udah turutin semua maumu"


"terima kasih....aku mencintaimu" ucap Monica dan mencium pipi sean, seakan-akan menunjukan penuh cinta tapi sebenarnya hanyalah kepura-puraan yang di tutupi oleh cinta palsu yang diberikan nya pada Sean, tapi sayangnya Sean tak menyadari jika Monica mencintai nya tak tulus


"aku akan melakukan, apapun untukmu"balas Sean mencium tangan Monica penuh cinta


"aku begitu beruntung mencintai dan memiliki mu"


"aku yang lebih beruntung"ucap Sean tersenyum


waiter pun datang membawa makanan pesanan Sean


mereka pun menyantap makanan dengan dengan penuh canda tawa,tawa Sean yang penuh dengan ketulusan dan Monica dengan tawa palsunya


.


.

__ADS_1


.


sementara Zee, terlelap di ruang pribadinya


"enguhhh.... lenguh nya terbangun


"Al....teriak Zee, memanggil Al


mendengar teriakkan Zee, Al langsung masuk ke ruangan pribadi Zee


"ya tuan"


"jam berapa sekarang, kenapa kau tidak membangunkan ku?"


"maaf tuan, saya tidak enak jika membangunkan tuan yang sedang tertidur pulas, dan makan malam sudah saya siapkan di luar" ucap Al menjelaskan


"kau ini bagaimana sih, lain kali kau harus membangun kan ku," kesal Zee dan berlalu masuk ke dalam kamar mandinya


"jika dibangunkan salah, tidak dibangunkan salah" batin Al menatap Zee yang masuk ke dalam kamar mandi


.


.


.


di kediaman keluarga Nicolas


"sayang ayo makan" ajak ana yang sibuk menata piring di meja makan


"papa mana bun?" tanya Aruna yang tak melihat kehadiran Nico di meja makan


"bunda perusahaan nggak pa-pa kan?" tanya Aruna cemas karena Nico adalah tipe orang yang jarang lembur, walaupun banyak pekerjaan ia akan mengerjakan nya di rumah


"nggak pa-pa, kamu makan ya bunda mau ke dapur dulu" ana pun menjawab dengan tersenyum, Aruna tahu jika senyum itu adalah senyum yang dipaksakan


tak lama ell pun muncul


" wangi banget , bunda masak apa nih?" ell pun langsung duduk di meja makan


"bunda sama papa mana na?" tanya ell pada Aruna karena tidak melihat ana disana


"bunda lagi di dapur, kalo papa belum pulang, kata bunda papa lembur"


" uh, beneran papa lembur nggak biasanya, muka Lo tu napa?, kaya ada masalah aja"


"nggak pa-pa kok"


"huh, aneh lo"


ana pun datang dari dapur.....


"kenapa makanan nya belum di makan?" tanya ana melihat kedua putrinya belum menyantap makanan


"nungguin bunda" jawab Aruna sebisanya tersenyum yang membuat ana ikut tersenyum

__ADS_1


"bunda, papa beneran lembur?"


"iya, ayo makan" ajak ana seperti mengalihkan pembicaraan, tak mau ell bertanya lebih jauh


mereka pun langsung menyantap makanannya


selesai makan...


"ahh...kenyang" ucap ell dengan sendawa yang keluar dari mulutnya


"Alhamdulillah ell" nasihat ana


"ehh, iya bunda lupa" ucap ell cengengesan


"ell ke kamar dulu ya bun, ada berkas lamaran uang belum ell siapin" pamit ell


di meja makan hanya tinggal Aruna dan ell


"sayang buat keperluan besok udah di siapin?" tanya ana


"udah ma"


"semangat ya sayang, bunda selalu doain kok" ucap ana dan memeluk Aruna erat


"bunda, maafin Aruna nggak bisa bantu apa-apa buat perusahaan" tak tertahankan air mata yang ditahannya tadi pun berhasil lolos


"sayang, kenapa menangis" ana menghapus air mata Aruna


"dengar bunda, perusahaan akan baik-baik aja, kita harus yakin " ucap ana menangkup wajah Aruna


"sekarang kamu tidur ya, buat besok harus fit, biar kerja nya semangat"


"bunda, juga harus tidur"


"iya, bunda tidur"


"selamat malam bunda "Aruna memelukana sekali lagi


"malam sayang"


.


.


.


sementara Zee telah kembali ke apartemen


di antar oleh Al


"apa yang di katakan nya padamu?" tanya Zee to the poin sebab Zee tau jika Al pergi dengan Jeff, pasalnya Zee tidak melihat Al lagi setelah kepergian Jeff dari ruangan nya.


"hanya masalah sepele tuan" jawab Al


Zee hanya diam tanpa ingin menangapi Al lagi

__ADS_1


bersambung...


like, coment and vote:)


__ADS_2