Future In My Life

Future In My Life
aneh sekali


__ADS_3

sementara di ruang Coo(chief operational officer)


Zee tengah sibuk berkutik dengan laptop dan beberapa berkas yang tampak menumpuk di atas meja nya


Al pun tiba-tiba masuk....


"permisi tuan" salam Al sedikit menunduk memberi hormat


"ada apa?" tanya Zee yang masih sibuk


"tuan besar kambuh kembali tuan, beliau kambuh di cabang perusahaan saat sedang menaiki lift dengan kondisi lift mati" papar Zee menjelaskan seketika memberhentikan kegiatan Zee


"bagaimana keadaan nya sekarang?" tanya Zee datar tanpa menatap Al


"sekarang tuan besar berada di mansion utama tuan dan sudah di dampingi oleh dokter rian"


"apa parah?"


"menurut informasi yang saya dapat tuan besar sempat pingsan di sana"


"apa wanita itu sekarang di mansion?"


wanita yang dimaksud Zee adalah Melinda Klaus, Zee dari dulu memang tidak berhubungan baik dengan Melinda karena suatu alasan yang membuat nya sangat membenci Melinda, jadi jangan salah jika Zee menunjukan sifat kurang sopan nya pada Melinda


"menurut informasi yang saya dapat, nyonya Melinda sekarang sedang bersama nona Monica di sebuah pusat perbelanjaan"


"cih...decih zee


"baiklah kita ke mansion sekarang" ucap Zee berdiri dan berjalan mendahului Al


pun ikut menyusul mengikuti Zee


sementara di kantor cabang klaus....


Aruna sedang sibuk bekerja di masa pertama nya bekerja ini , walaupun ada sedikit masalah yang mengganjal di pikiran nya, tetapi Aruna tetap bersikap profesional dalam bekerja, menyelesaikan semua berkas yang di di tugaskan padanya


bagi Aruna ini adalah peluang untuk menunjukkan keahliannya agar bisa secara resmi bekerja di perusahaan ini, perusahaan impiannya


"huh.... akhirnya" Aruna menghembuskan nafas kasar sembari menghapus sedikit keringat di dahi nya


"ternyata capek juga, tapi aku harus semangat!, semangat runa kamu pasti bisa!" serunya mengangkat tangan seperti menyemangati diri nya

__ADS_1


"hey..."sapa seorang perempuan sembari tersenyum dari balik meja pembatas karyawan


, saking begitu fokus nya Aruna bekerja sampai dia tak begitu memperhatikan karyawan di sekitarnya


"eh, hey juga" jawab Aruna tak kalah memberikan senyuman termanis nya.


"kamu anak baru ya?", kenalin nama aku sela" tanya wanita tersebut sembari memperkenalkan diri


"iya, masih masa percobaan, kenalin juga nama aku Aruna" jawab Aruna


"sama dong aku disini juga masa percobaan loh, aku pikir nggak ada angkatan aku yang bekerja disini , ternyata aku punya teman "


"semoga kita bisa berteman baik ya" ucap Aruna


tiba-tiba ada seorang wanita dengan dandanan yang cukup menor menyela pembicaraan mereka


"anak baru itu tugasnya kerja, bukan malah ngerumpi" sindir seorang wanita yang berdiri di depan meja mereka sembari melipat tangan di dada


"iya, buk maaf" Aruna pun kembali melanjutkan pekerjaannya


begitu pun dengan sela yang nyali nya ikut menciut melihat wanita tersebut


"akhirnya kamu datang juga kesini, apa papa harus sakit dulu agar kamu mau datang kesini?" tanya Jeff menyindir Zee yang malah memasang wajah datar nya sambil duduk bersandar di sofa kamar Jeff


"lihat Al dia tak mendengarkan ku sama sekali"


"aku tidak melihat nyonya rumah ini?, sepertinya sedang bersenang-senang, atau apa dia tidak tahu kalau suami nya sakit" ucap Zee menyindir


Jeff hanya menggelengkan kepala dengan tingkah Zee , entah sampai kapan Zee akan menghormati Melinda semestinya, sepertinya itu semua mustahil, dan entah sudah berapa kali Jeff menegur Zee, Zee terus mempertahankan rasa bencinya pada Melinda


"apa yang papa cari di perusahaan cabang" Zee kembali bersuara tapi perkataan nya terdengar seperti penuh penekanan


"papa?, ya papa hanya mengontrol perusahaan, ya mengontrol" jawab Jeff dengan terbata


"cih... mengontrol?, aku seperti mendengar hal baru"


"ya tentu saja mengontrol, apalagi jika tidak ha?" ujar Jeff kesal karena sepertinya Zee curiga dengan nya


Zee pun berdiri dari duduknya berjalan meninggalkan kamar Jeff


belum sampai meninggalkan kamar Jeff , Jeff bersuara membuat langkah Zee terhenti tanpa berbaalik

__ADS_1


"terima kasih sudah menjenguk papa" ucap Jeff dengan mata yang sedikit berkaca


namun hal itu hanya disaksikan oleh Al yang berada di belakang Zee


jika melihat hal itu Al merasa aneh bagaimana ayah dan anak yang saling menyayangi tetapi dibatasi gengsi untuk saling menunjukkan rasa sayang nya.


Al tidak pernah melihat Zee dan Jeff berpelukan penuh kasih sayang terkadang senyum antara ayah dan anak itu pun jarang dilihat Al tapi Al sangat mempercayai bahwa dibalik sikap dingin itu, menyimpan rasa cinta dan sayang yang terhalang oleh gengsi


Zee hanya mendengar sejenak tanpa menangapi ucapan dari papa nya, Zee pun melanjutkan langkahnya meninggalkan kamar


"Al kau disini saja menjaganya" ucap Zee berhenti sejenak tanpa membalikkan badan


"saya sudah menyuruh beberapa penjaga dan pelayan rumah ini untuk menjaga tuan besar


tuan, jadi tuan tidak perlu khawatir


"baiklah, kita ke perusahaan sekarang" ucap Zee melanjutkan langkahnya


tiba-tiba di pintu mansion....


"Zee bagaimana papa?" tanya wanita paruh baya dengan banyak paper bag yang melingkar di tangan nya siapa lagi jika bukan nyonya besar keluarga klaus, dan tak lupa Monica bersamanya


"Zee?" ucap Monica ikut kaget melihat Zee


tanpa niat menanggapi, Zee masih menatapnya dengan datar


sementara Al yang berada di Belakang Zee hanya diam menunduk melihat interaksi ibu dan anak itu, sebenarnya Zee tidak kaget, hal seperti ini sudah biasa, Zee dan Melinda memang tidak seperti ibu dan anak pada umumnya, Al dibut heran dengan tatapan penuh kebencian Zee pada Melinda, Zee begitu menyimpan dendam yang sangat besar pada Melinda dan itu dapat dirasakan oleh Al, tapi tak sekalipun Al bertanya hubungan Zee dan Melinda, hanya keluarga Klaus yang tahu dibalik misteri Zee dan Melinda


Zee kembali melangkah kan kaki nya dengan wajah datar nya tanpa mengindahkan pertanyaan Melinda, dan diikuti Al dibelakangnya


tak mendapat jawaban Melinda beralih bertanya pada Al


"Al bagaimana keadaan tuan?" tanya


Melinda


"tuan pingsan saat beliau di perusahaan, nyonya bisa melihat keadaan nya langsung diatas" jawab Al dan kembali melanjutkan langkahnya menyusul Zee


"tante aku pulang dulu" pamit Monica


"baiklah" jawab Melinda dan langsung menuju kamarnya

__ADS_1


to be continued....


__ADS_2