
aku dan ell pun pergi bersama dengan menaiki taksi, tempat tujuan utama ku yaitu salah satu cabang Klaus group, klaus group adalah perusahaan besar yang bergerak diberbagai bidang, seperti properti, teknologi, industri , dan berbagai bidang lainnnya , perusahaan tersebut sangat sempurna menerutku, aku memang mencari tahu tentang hal hal yang bersangkutan dengan perusahaan tersebut, menggali semua informasi perusahaan tersebut termasuk CEO
dari Klaus group, CEO Klaus group yang bernama Jeff Warren Klaus dan istri nya yang bernama Melinda klaus , beliau memiliki dua orang putra, yaitu putra pertama yang bernama Lazaro zeegan Klaus,dan putra keduanya Sean Jefferson Klaus. aku memang sengaja melamar di cabang perusahaan Klaus, mengapa tidak dipusatnya?ahhh tentu saja itu tidak mungkin , di cabang saja jika diterima itu sudah syukur bagiku, aku memang sangat menginginkan bekerja di pusat klaus group tetapi itu hanya mimpi menurut ku, karena para karyawan Klaus group yang bekerja di bagian pusat itu minimal S2, memang keahlian lebih penting tetapi di zaman sekarang ini sepertinya ijazah itu jauh lebih penting, huh mengapa aku berandai bekerja di pusat klaus group , di cabang saja belum tentu diterima... pikirku
didalam taksi....
na, kenapa melamun?...tanya El yang dari tadi melihat ku melamun...
gw keterima gak ya di Klaus group? tanya ku ke ell...
Lo pasti di terima kok di cabang Klaus group, kalo di pusat gw gak yakin ya, kan minimal S2 sedangkan lu S1, tenang aja lu pasti di terima kan lu pintar, jenius, cuman kalah penampilan doang, ujar ell cengengesan...
yang hanya di balas tatapan malas oleh ku...
oh ya , btw lu mau ngelamar dimana?
tanya ku ke ell..
kalo gw sih liat boss nya dulu, klo ganteng ya gw ngelamar disitu, siapa tau dia kecantol Ama gw kan lumayan, ucap ell cengengesan..
percaya dirinya amat lu, keterima aja belum tentu....ucapku meremehkan
lu liat aja nanti boos nya bertekuk lutut di depan gw, soal keterima? gw kasih kedipan maut, pasti langsung diterima... sombong ell
taksi pun sampai, di cabang Klaus group..
aku pun turun..
gw, turun dulu, doa'in keterima,Lo kalo ngelamar kerja kantor yangu
di cari bukan suami capku ke ell..
iyaaa, iyaaa sodaraku, tercinta ...jawab ell malas
akupun turun, seketika aku terpaku jika dari dekat begitu indah, aku yang selama ini hanya melihat Klaus group dari jauh dan majalah hanya bisa tertegun melihat nya, memandang kantor Klaus group yang amat indah, gedung pencakar langit yang menjulang tinggi, dan beberapa karyawan dengan setelan formal nya berlalu lalang..
__ADS_1
sangat imdah, cabangnya saja begini apa lagi pusat nya... batinku
akupun melangkah, tetapi sesaat langkahku terhenti, apa aku bisa di terima di perusahaan sebesar dan sebagus ini?, batinku.. tunggu,, kenapa aku menjadi pesimis begini seharusnya aku percaya dengan kemampuan ku.batinku
setelah berperang dengan. fikiranku
aku memutuskan untuk tetap
melamar
diterima tidaknya itu urusan nanti, sekarang telah sampai disini tidak mungkin aku pulang
ucapku , ucapku optimis
hingga aku sampai di halaman kantor dan di cegat oleh securyty..
maaf mbak ada keperluan apa?...tanyanya kepadaku
oh, saya mau ngelamar pekerjaan pak.. ujarku
bisa saya lihat buktinya...tanya Securyty tersebut
securyty itu pun menggaguk sembari memberikan berkas ku kembali...
baik mbak boleh masuk.. ucapnya kepadaku
permisi pak.. ucapku sembari tersenyum
sampai ke loby kulihat di sana terlihat sepi, tidak ada orang-orang yang seperti melamar pekerjaan
tanpa menunggu lagi aku langsung menuju bertanya ke meja resepsionis, sembari bertanya....
maaf mbak saya ingin mengajukan lamaran pekerjaan,ruang HRD dimana ya mbak?..
tanyaku kepadanya..
__ADS_1
karena begitu penasaran,aku memberanikan diri bertanya kepada resepsionis tersebut...
mbak maaf kenapa sepi ya, bukannya ini hari pertama lamaran dibuka? tanyaku penasaran.
tentu saja penasaran, bagaimana tidak penasaran, aku tidak melihat satu orang pun disana yang melamar pekerjaan..
kulihat resepsionis tersebut tersenyum..
kebanyakan para pelamar, melamar di web resmi kota mbak...ucapanya
aku hanya manggut-manggut mendengar kannya, tidakkah lebih bagus melamar secara langsung, akan lebih terlihat sopan bukan? tapi itulah di zaman sekarang ini orang lebih memilih yang instan
oh ya, silahkan mbak naik lift ke lantai 4, belok kanan di situ mbak bisa mencari ruang HRD ....ucap nya sembari tersenyum manis kepadaku...
terimakasih mbak .... balasku sembari tersenyum...
aku pun segera menuju lift dan memencet lantai nomor 4...
tingg...bunyi lift
akupun sampai di lantai 4, kulihat banyak sekali ruangan dimana, aku jadi bingung, ku turuti petunjuk dari resepsionis tadi...
kulangkah kan kaki, dan berbelok ke kanan sesuai anjuran dari resepsionis tadi...
mulai kulihat nama ruang yang tertera di pintu tersebut....
ruang komputer, ruang penggandaan, ucapku sembari berjalan memperhatikan ruang tersebut...
setelah 5 menit pun, aku tidak menemukan ruang itu...
kaki ku mulai lelah, saat aku berjalan dengan sedikit menunduk.... dan...
brukk....
aku menabrak seseorang hingga membuat ku sedikit oleng , dengan sigap dia menangkap ku, merasa tidak jatuh sedikitpun
__ADS_1
aku pun mendongak....
sesaat tatapan kami bertemu , aku terpaku melihatnya....