Future In My Life

Future In My Life
foto itu?


__ADS_3

di apartemen Zee,


Zee mamang memilih tinggal di apartemen, dan tidak pernah kembali ke rumah utama keluarga klaus, bahkan datang pun hanya pada urusan yang benar-benar mendesak dan tidak pernah menginap,


jika tidak di apartemen dia akan pergi ke sebuah tempat yang membuatnya tenang dari kecil hingga sekarang


diruang tamu apartemen Zee....


"Al cari info wanita yang kemarin" perintah Zee pada Al yang dimaksud adalah Aruna


"perempuan yang menginap disini kemarin tuan?"tanya Al yang dihadiahi tatapan tajam oleh Zee


"baik tuan" ucap Al dengan senyum tipisnya yang nyaris tak terlihat


"kutunggu 2 jam" ucap Zee dan melongos pergi ke kamarnya


"2 jam apa aku tidak salah dengar?" gumam all dan segera meninggalkan apartemen


...----------------...


sementara dirumah keluarga Nicolas.....


"assalamualaikum bunda....." panggil Aruna dan ell mengejutkan ana sang bunda yang sedang menyiapkan makanan di meja makan


"cantik- cantiknya bunda udah pulang, gimana harinya seru" tanya ana


"kurang seru, bunda nggak ikut" peluk Aruna dan mencium pipi ana


"bunda masak sendiri?" tanya ell sambil meneguk air di meja makan


"iya, udah selesai, tinggal panasin" senyum ana


"bunda masak dirumah, kita malah jalan-jalan" ucap Aruna tak enak hati melihat sang bunda menyiapkan banyak sekali menu yang tersaji di atas meja makan


"tapi kita puny hadiah buat bunda, mana na?" tanya ell pada Aruna


"oh iya dong buat bunda nggak akan lupa" ucap Aruna memberikan 2 kotak roti sobek tadi


"apa ini?tanya ana dan membuka kotak kue tersebut


"ouhh,roti kesukaan bunda, kok dibeliin bunda kan nggak pesan tadi?"heran ana


" kita mah nggak pernah lupa sama bunda, kue kesukaan bunda juga nggak akan lupa, kan bunda selalu ada di hati iya nggak na" goda ell


"iya dong" senyum Aruna


"ini nggak ada maunya kan?"curiga ana


"bunda tenang aja, aman kok" senyum Aruna


"anak bunda manis banget, makasih ya"senyum ana

__ADS_1


"sama-sama bunda kesayangan kita, dan kak Rey" peluk ell dan Aruna kompak


"ya udah kalian bebersih gih, " perintah ana pada kedua putri cantiknya itu


" siap bos" ucap Aruna dan ell bersamaan


mereka pun kembali ke kamar masing-masing


...----------------...


sementara di ruang tamu apartemen zee


Zee duduk di sofa ruang tamu sibuk memandangi sebuah foto dengan senyum tipisnya


Zee terus sibuk membolak-balik foto tersebut foto seorang gadis kecil yang tengah memegang coklat di tangan dengan mulut belepotan coklat yang tak lain Aruna


entah, ada apa dibalik photo itu Zee begitu serius menatapnya


"apa ini benar dia?tapi aneh sekali" senyum tipis zee sesekali menggigit jari telunjuknya


Bel pintu terdengar menyadarkan lamunan zee......


"Siapa itu?apa mungkin Sean cepat sekali"gumam Zee dan beranjak membukakan pintu apartemennya


"Tuan" sopan Al dengan sedikit menunduk kan kepalanya


" Ternyata kau Al,? Masuk" ajak Zee


" cepat sekali kau? apa kau mendapatkan apa yang kuminta tadi?" Tanya Zee datar


Zee pun membawa berkas tersebut


" Cepat sekali kau mendapatkan nya" heran Zee sembari membaca isi dari biodata


"tentu saja tuan, saya akan melakukan yang terbaik"


"Ternyata kau memang selalu bisa ku diandalkan" senyum Zee sembari membolak-balik biodata


"tidak ada foto masa kecilnya?"tanya Zee dengan sedikit menyipitkan mata


"tidak ada tuan"


"huh...".Zee membuang nafas kasar


"Dia bekerja di Klaus group?" Tanya Zee sedikit menyipitkan mata


"Nona Aruna baru mengajukan lamaran di cabang klaus group kemarin tuan, belum ada konfirmasi diterima dan tidaknya di cabang Klaus group tuan" ucap Zee menjelaskan


"kenapa tidak di pusat?"


"dari informasi yang saya peroleh nona Aruna hanya menempuh pendidikan kuliah S1, sedangkan kriteria karyawan pusat Klaus group S2"

__ADS_1


"terima saja dia di perusahaan cabang" ucap Zee tanpa sadar


"apa tuan?"tanya Al memastikan bahwa yang didengar nya tidak salah, bagaimana tidak percaya, seorang Zee menerima karyawan tanpa menyeleksi terlebih dahulu itu terdengar mustahil bagi Al


"khem,...."dehem Zee mencairkan suasana


"maksud saya dia bisa memenuhi kriteria perusahaan ya terima saja" ucap Zee gugup


"itu sudah pasti tuan, jika begitu saya pamit dulu tuan" Al dengan sedikit menunduk


"hmmm"jawab Zee


sementara Al pergi


"namanya Patricia Aruna Danendra, panggilan Aruna " gumam Zee dengan senyum tipisnya


"bagaimana bisa dia?, apa ini benar-benar dia?" bingung Zee


.


.


.


sementara di hotel paradise....


"Sean kenap kau lama sekali!" kesal Monica melihat cara Sean mengerjakan laporan yang diberikan oleh Zee tadi siang


"sayang, berhentilah berbicara, aku tidak konsentrasi memperbaiki laporan ini" ucap Sean menatap serius layar laptop yang ada didepannya


"kenapa kau menyalahkan ku!, aku menyuruh mu agar cepat!, bagaimana kau bisa kalah dari kakakmu itu dia laki-laki yang sempurna sedangkan kau? mengerjakan itu saja tidak bisa! aku benar-benar muak dengan semua ini!" kesal Monica dan mengambil tasnya melongos pergi meninggalkan sean


"sayang...,"kejar Sean


"tolong jangan pergi, temani aku disini, mengertilah aku, aku memang bukan seperti kak zee tapi aku akan berusaha lebih baik darinya, demi kamu" ucap Sean memegang kedua tangan Monica


"apa katamu? melebihi Zee?apa aku tidak salah dengar?aku muak dengan semua ini sean!, sekarang aku jadi ragu menikah dengan mu!" ucap Monica melepaskan genggaman tangan Sean dari tangannya


"sayang...." panggil Sean yang tak dihiraukan oleh Monica


saat ingin mengejar Monica handphone Sean berdering


"kakak!"kesal Sean melihat layar handphone nya yang tertera nama Zee disana Sean pun mengangkat telepon Zee


"laporan!" ucap Zee to the point


"kak!, bisakah tidak sekarang! aku sekarang sedang si..."belum sempat sean menyelesaikan perkataannya Zee lebih dulu memotong


"apa kau tuli!, sekarang antarkan keapartement ku!"ucap Zee lalu menutup teleponnya


"shitt... "frustasi sean kembali mengerjakan laporan yang sempat terbengkalai

__ADS_1


bersambung....


like, coment and vote;)


__ADS_2