
"bagaimana tuan Al?" bisik Aruna pada Al sembari berlalu masuk ke dalam ruang HRD
"sungguh tidak bisa dipercaya"gumam Al menggeleng kan kepalanya melihat tingkah Aruna
Al pun meninggalkannya berlalu pergi tanpa mempedulikan karyawan yang sesekali melirik melihat tingkah Al
apa tuan Zee sudah diperusahan?...batin Al bertanya
Al pun memilih menelfon sekretaris kantor pusat Klaus group
''apa tuan Zee sudah sampai di perusahaan"tanya Al pada seorang sekretaris wanita
"belum tuan, tuan Zee tidak ada di kantor sekarang" jawabnya di sebrang sana
Al langsung memutuskan sambungan teleponnya
"huh, baiklah menunggu beberapa saat itu tidak masalah" gumam Al dan berlalu meninggalkan perusahaan cabang Klaus group
sementara Aruna sudah begitu tegang dihadapan ketua HRD
"baiklah nona tidak usah terlalu tegang kita sudah pernah bertemu sebelumnya bukan?" ucap ketua HRD tersebut sembari tersenyum
"iya buk"
"oke, baiklah kita mulai seperti biasa, nona tidak langsung dikontrak, sebelum dikontrak nona harus melewati masa percobaan di perusahaan ini yaitu dalam waktu 1 bulan masa percobaan, jika memenuhi syarat dan kriteria perusahaan kami anda akan resmi diterima, tapi anda tenang saja jika anda tidak diterima kami akan tetap memberikan kompensasi waktu anda dalam satu bulan tersebut" ucap ketua HRD tersebut menjelaskan
"saya mengerti" ucap Aruna mantap
"oke baiklah anda bisa mendatangi berkas ini sebelum memulai besok untuk berkerja" ucap kepala hrd tersebut mengeluarkan berkas
Aruna pun pulang setelah menandatangani berkas
berlalu meninggalkan perusahaan besar itu sebelum pergi Aruna memandangi perusahaan itu
"huh, akhirnya.... jika aku bisa bekerja dengan baik pasti aku akan bekerja selamnya disini" ucap Aruna tersenyum bangga
saat Aruna hendak berbalik dia menabrak seseorang laki-laki tampan
brukk....Aruna terjatuh
"apa anda baik-baik saja?" tanyanya yang tak lain adalah Sean, Sean menjulurkan tangannya menolong Aruna berdiri
"ouh"...ucap Aruna sedikit terpaku menatap Sean lalu menyambung tangan Sean
"tidak pa-pa tuan, maaf saya telah menabrak anda" ucap Aruna merasa bersalah
"tidak apa-apa lain kali lebih berhati-hati lah" ujar Sean lalu berlalu pergi
__ADS_1
"dia...itu...." gumam Aruna mencoba mengingat-ingat sesuatu
"sean Jefferson Klaus" ucap Aruna kaget mengingat siapa yang ia tabrak tadi
"arghhh, kenapa aku tidak bisa mengingat lagi!, kenapa dengan otak ku ini tidak bisa mengingat pria tampan, padahal aku sering melihatnya di majalah" gerutu Aruna merutuki dirinya yang begitu pelupa
Aruna memilih pulang menaiki taksi dan meninggalkan perusahaan Klaus group
.
.
.
sementara disisi lain Zee baru terbangun dari tidurnya
"enguhhh....." lenguh Zee meregangkan otot nya
"jam berapa sekarang?" gumamnya melihat cahaya matahari yang merambat masuk di balik kaca jendelanya
Zee meraba ponselnya yang berada di nakas sampai ranjangnya
"uh...Zee membuang nafas kasar melihat jam yang menunjukkan pukul 09:45 wib
Zee pun langsung menelfon seseorang yang tak lain sekretaris Al
Zee pun turun dari ranjangnya dan masuk ke kamar mandi
Zee adalah tipe orang yang gila terhadap pekerjaan dia tidak akan melewatkan pekerjaannya saat mood nya telah kembali, bekerja tanpa kenal waktu dan berhenti ketika moodnya sedang tidak baik dia tidak akan mempedulikan apapun pekerjaan nya, sepenting apapun itu Zee tidak akan memperdulikan nya walaupun terdengar tidak bertanggung jawab, tapi itulah Zee
selesai mandi Zee pun memakai pakaian formalnya ke kantor stelan jas berwarna abu-abu beserta celananya tak lupa sepatu pantofel yang melekat di kakinya
saat hendak pergi Zee, mata Zee menangkap sebuah album dan amplop coklat yang berisi biodata Aruna
Zee pun mengambilnya dan memasukkan ke dalam tas kerjanya
tak lama Al pun datang
"tuan" ucap Al menunduk hormat
"bawa ini" Zee memberikan tas kerjanya pada Al
"untuk apa tuan membawa tas kerja?"batin Al heran dengan tingkah Zee yang membawa tas kerjanya, pasalnya Zee adalah tipe orang yang paling malas dengan membawa sesuatu ditangannya, biasanya Al lah yang menyiapkan sesuatu seperti bekas kontrak dan berkas meeting lainnya yang akan di masukan kedalam tas kerja
tapi seingat Al hari ini tidak ada meeting atau berkas penting yang disiapkan, Zee hanya perlu menandatangani berkas yang sudah Al siapkan di atas meja kerjanya, Al dibuat penasaran dengan isi dari tas kerja Zee hari ini
Zee dan Al pun menuju perusahaan pusat klaus group dengan mobil yang dikendarai Al
__ADS_1
.
.
.
sementara Aruna telah sampai di rumah...
"sepi banget," heran Aruna
"assalamualaikum bunda...panggi Aruna pada ana
"wa'alaikumsallam....bunda di dapur" teriak ana
Aruna pun langsung ke dapur dan memeluk ana dari belakang
"bunda" peluknya
"udah pulang?, gimana semua nya lancar" ucap ana berbalik dan memeluk Aruna erat sembari mencium puncak kepala Aruna penuh kasih
"Alhamdulillah lancar, Aruna dikasih masa percobaan sebulan, kalo Aruna bekerja dengan baik insyaallah diterima" senyum Aruna menatap pada ana
"Alhamdulillah, bunda ikut senang" ucap ana mencium kening Aruna
"bunda lagi apa?" tanya Aruna yang tersadar dengan celemek yang dipakai sang bunda
"bunda, bikin cemilan lagi buat roti"
"roti sobek?" tanya Aruna
"iya, runa mau yang rasa apa?" tanya ana
"nggak deh, runa udah sering liat, yang original lagi"
" anak bunda udah mulai nakal ya" ana yang langsung menghadiahi Aruna dengan cubitan di hidungnya
"canda kok bun"
"ya, udah sana ganti baju dulu" perintah ana yang melihat Aruna belum mengganti pakaiannya
"oke Bun, ehh ell mana kok dari tadi nggak keliatan?" tanya Aruna
" ell katanya mau ngelamar kerja lagi"
"dimana bunda?"
bersambung......
__ADS_1
like, coment, and vote.....