
disebut apartemen....
"sayang gimana?" tanya Monica yang sudah bergelayut manja pada Sean
baru pintu apartemen tersebut dibuka, Sean sudah dicerca pertanyaan
"aku pusing banget sekarang" ucap Sean memijat kepalanya
"sayang...kamu belum jawab pertanyaan aku, jadi kelanjutan nya gimana? aku masih ngambek nih" Monica melipat tangannya di dada dengan bibir yang mengerucut
" kamu kerja sama aku aja ya, nggak usah di perusahaan pusat di perusahaan cabang aja kita kerja sama-sama, biar kita bisa lebih sering ketemu" bujuk Sean, Sean masih berusaha terus membujuk Monica agar ia tak perlu melaksanakan perintah Zee
"itu lagi, itu lagi udah berapa kali sih aku bilang sama kamu kalau aku itu cuma mau kerja di pusat, aku nggak mau ke perusahaan cabang dan cuma mau posisi sekretaris! titik!" ucap Monica kekeh dengan posisi duduk di sofa membelakangi Sean
"iya, aku ngerti sayang tapi masalah nya kak Zee itu nggak mau ngasih kamu posisi sekretaris"
"itu semua tugas kamu, kaku harus berusaha agar Zee mengizinkan aku kerja sebagai sekretaris di sana!"
"kenapa kamu terobsesi banget sih jadi sekretaris kak Zee?"
"kenapa kamu nanya gitu?"
"ya aku cuma penasaran aja, kamu se ambisi itu jadi sekretaris nya dan kalau soal gaji aku bisa nge belanjain semua yang kamu butuh, jadi ini bukan soal gaji kan?" tanya sean merengkuh pinggang Monica sembari mengusap pipi nya
"kamu kira aku mata duitan? iya?" tanya Monica marah
"nggak bukan gitu maksud aku,kamu jangan salah paham dong"
"gimana aku nggak salah paham, kamu nuduh aku gitu, Sean aku tuh cuma mau kerja mengasah skill yang ku punya" ucap Monica yang kini telah menitihkan air mata buayanya
"hey, kamu jangan nangis dong, besok kamu udah bisa mulai kerja" ucap Sean memeluk Monica erat
"kamu serius? kamu nggak lagi ngebogongin aku kan?"
"nggak, aku nggak bohong, besok nona yang cantik ini sudah bisa bekerja menjadi sekretaris" ucap Sean mencubit hidung Monica
"ahhh.....aku senang banget!" Monica memeluk Sean erat
"kamu tahu nggak aku harus lakuin syarat yang dia kasih, kamu tahu apa syaratnya?"
"apa?"
"aku harus ngelakuin perintah dia selama sebulan penuh"
"oh itu, kamu pasti bisa" ucap Monica memberi semangat
"aku nggak yakin bisa, pasti kita jadi jarang ketemu nanti"
"nggak pa-pa itu semua pasti udah yang terbaik" ucap Monica menyentuh rahang Sean dengan manja
"apapun akan aku lakuin demi kamu" ucap Sean
"makasih" pelukan Monica kembali membelit pinggang Sean
"apa hadiahnya?" tanya Sean
"hmm ...kamu mau apa?"
"cium"
cup...kecupan langsung mendarat di bibir Sean, hubungan mereka hanya sebatas kontak fisik ringan belum sampai pada tahap yang intim
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
sementara di apartemen Zee
__ADS_1
saat ini Zee tengah bersantai di sofa ruang tamunya menatap sebuah album lusuh dengan ditemani secangkir matcha latte, matcha latte adalah minuman yang paling Zee sukai
lembar-demilembar dibalik dengan berbagai ekspresi yang ditampilkan nya
"benar-benar aneh, sungguh aneh" ucap Zee dan tanpa sadar sebuah senyum terukir di wajahnya tak bisa dibayangkan Semanis apa wajahnya saat ini
tak berapa lama bunyi bel terdengar dari luar...
Zee segera meletakkan album tersebut di atas meja
"Al kau rupanya" Zee membuka pintu apartemennya dan masuk diikuti Al di belakangnya
"apa ada hal penting?"
"apa anda telah mengizinkan nona Monica bekerja di perusahaan sebagai sekretaris tuan?"
"ya...itu benar" jawab Zee dan kembali duduk di sofanya dan Al pun ikut duduk di depan Zee
"memang nya kenapa?"
"tidak ada tuan, saya hanya ingin memastikan saja" ucap Al melirik benda yang ada di atas meja
..."bukankah itu milik gadis aneh kemarin?nona Aruna? bukankah itu benda yang ia cari kemarin dan kenapa tuan Zee tidak memberikan nya pada nona Aruna?" batin Al sembari terus melirik album itu, rasanya ia sangat penasaran apa hal menarik yang ada di album itu sehingga tuan nya lebih memilih menyimpan nya Zee pun sadar dengan arah pandang Al...
"khem..." dehem Zee
"apa ada hal lain yang ingin kau sampaikan Al?"
"oh tidak tuan, saya pamit" Al langsung berdiri dari duduknya
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
di rumah keluarga Nicolas....
"di angkat nggak?" tanya Aruna menetap ell cemas
rupanya mereka sedang menghubungi kedua orang tua nya yang tak lain ana dan Niko
"kenapa mereka nggak ngangkat?apa bunda baik-baik aja ell?" tanya Aruna
"nggak tahu, semoga aja bunda sama papa baik-baik aja"
"nggak biasanya bunda gini, apa-apa pasti selalu ngabarin pasti ada yang nggak beres sama perusahaan ell" ucap Aruna yang membuat ell seketika menatapnya
"maksud lo?"
"Lo ingat kan papa jual mobil kita, itu ada hubungan nya sama perusahaan, kayanya keuangan perusahaan kacau deh"
"apa iya na?"
"pokoknya besok kita ke perusahaan papa, kita lihat kondisi di sana" ucap Aruna dan langsung di angguki oleh ell
pagi harinya.....
Aruna dan ell terlihat telah rapi dengan pakaian casual mereka
"na, Lo nggak pa-pa cuti?"
"iya, nggak pa-pa, lagian gue udah bilang sama sela kalau gue sakit"
"loh, kok bohong sih"
"kalau gue nggak bohong, bisa-bisa gue ditendang dari perusahaan itu, udah ayok"
mereka pun pergi ke perusahaan Niko yaitu jaya utama dengan mengendarai scooter
__ADS_1
tapi sebelum itu, mereka pamit dengan pak Umar yang sedang duduk di pos satpam
"pak kita keluar sebentar ya pak" teriak Aruna
"siap neng"
di atas motor tak hentinya Aruna berdoa, berbagai pikiran buruk muncul di benaknya
tak beberapa lama mereka tiba di sebuah perusahaan kecil dengan nama jaya utama
suasana di sana sangat ramai, karyawan tak hentinya berdemo dan berteriak di depan kantor dengan membawa spanduk yang beragam tulisan cacian di sana, beberapa petugas keamanan tampak kewalahan menghadapi para karyawan yang sedang mengamuk
degh....
dari kejauhan Aruna dan ell pun turun dari motor
"na, ini kenapa?" tanya ell menatap Aruna dengan mata berkaca-kaca
seakan tak ada tenaga, tulangnya serasa melemas Aruna tak mampu menjawab pertanyaan ell, ia hanya memilih diam sembari menatap para karyawan dari kejauhan
cukup lama terdiam dengan kondisi tersebut, Aruna pun berdiri bangkit, ia ingin melihat keadaan bunda dan papanya begitu juga dengan ell yang sejak tadi memegangi Aruna
"kita ketemu papa sekarang!" ucap Aruna berdiri
"na, tapi disini rame, gimana kalau kita tanya satpam dulu" usul ell dan di angguki oleh Aruna
mereka pun berjalan ke arah ke ramaian dengan memakai masker dan helm yang masih melekat di kepalanya
dan memanggil salah satu satpam yang ada di sana
"pak ini ada apa?" tanya Aruna
"eh... non-" ucap satpam itu terhenti ketika Aruna mengisyaratkan telunjuk di bibirnya
rupanya satpam tersebut masih mengenali Aruna dan ell walaupun mereka telah menyamar, Aruna dan ell cukup sering ke kantor dengan mengantarkan bekal untuk Nicolas , tetapi selama mereka lulus kuliah, mereka sangat jarang main ke kantor Nicolas karena di sibukkan oleh aktivitas mereka
satpam itu pun mengikuti arah Aruna dan ell yang membawanya sedikit menjauhi keramaian
"non kenapa ke sini? disini bahaya kalau mereka tahu non Aruna dan ell datang kesini bisa dikeroyok "
"pak mereka sampai begitu karena apa?" tanya Aruna
"mereka demo karena gaji mereka tidak dibayar non" jelas satpam tersebut
"gaji? kenapa papa sampai nggak bayar gaji mereka?" tanya ell
"ceritanya panjang, pokoknya yang bapak tahu perusahaan mengalami kebangkrutan dan nggak bisa bayar gaji karyawan"
"terus papa sama bunda kemana sekarang?" tanya Aruna
"non nggak tahu? kalau tadi malam tuan Nicolas kecelakaan?"
degh.....
jantung ell dan Aruna berpacu dengan cepat mendengar berita yang di sampaikan oleh satpam
"a-apa papa kecelakaan?" tanya Aruna terbata
dan lelehan bening lolos dari sudut matanya
begitu juga dengan ell yang langsung memeluk Aruna dengan tersedu
"apalagi ini Tuhan!" batin Aruna yang memegangi dadanya yang tiba-tiba merasa sesak
happy reading.....
__ADS_1
jangan lupa like, vote and, coment ...,. sebagai bentuk apresiasi