
setibanya di kamar.....
Aruna tampak lemas, sekarang pikiran nya kembali pada sang papa, bagaimana ini?
ia mengeluarkan ponselnya dari dalam tas selempang yang dikenakan
"ya ampun lowbat lagi!" Aruna segera mencari charger dan menghidupkan ponselnya
rentetan panggilan dan pesan masuk salah satunya dari ell dan ana sang bunda.
Aruna segera membuka pesan yang dikirim ell
ell: na Lo dimana? papa sekarang down na
melihat pesan itu seketika hp yang berada di genggaman nya terlepas Aruna luruh ke lantai dengan air mata yang kembali jatuh
"papa" lirih Aruna dengan suara bergetar
"sekarang aku harus ke rumah sakit!" tekad Aruna dan melihat jam yang telah menunjukkan pukul 21:00
ia segera mengenakan pakaian tanpa mandi karena ia harus cepat sampai ke rumah sakit
"bagaimana dengan biaya pengobatan papa?apa sudah dapat?" gumam Aruna
ia segera menyambar tas dan ponselnyayang berada di atas nakas, tetapi sesuatu terjatuh dari atas nakas dan menarik perhatian Aruna
Aruna mengangkat sesuatu yang tampak seperti kartu nama
"Jeff Warren Klaus?" gumam Aruna membaca nama yang tertera di kartu nama.
tiba-tiba ia mengingat sesuatu....
" ini kartu nama ku, hubungi aku jika kau kesulitan".... kata-kata itu terngiang di benak Aruna
"apa aku coba hubungi tuan jeff? dia kaya pasti bisa meminjamkan ku uang" gumam Aruna lalu mengetik nomor tuan jeff di ponselnya
terdengar ponselnya pun tersambung....
Tut...Tut...
"halo...ini siapa?" tanya seseorang yang Aruna yakini suara tuan jeff
"halo.. saya Aruna tuan" jawab Aruna
"Aruna?siapa? langganan butik istri saya?" tanya Jeff
"apa yang benar saja dia lupa dengan ku? jika dia saja lupa dengan ku bagaimana caranya aku meminjam uang padanya" batin Aruna menjadi ragu, bisa-bisanya tuan jeff melupakannya sedangkan tempo hari ia begitu sok kenal dengan Aruna
"halo? Aruna siapa? tukang jamu?" tanya Jeff lagi dan Aruna dibuat membelalak dengan pertanyaan itu
"tukang jamu?sejak kapan aku jadi tukang jamu?" gerutu Aruna
__ADS_1
"maaf kalau begitu sepertinya saya salah sambung" ucap Aruna putus asa, rasanya sudah tidak ada lagi harapan jika begini.
"tunggu!"
saat akan memutuskan panggilan nya dengan tuan jeff, suara tuan jeff lebih dulu mencegah Aruna
"tunggu dulu, kau Aruna kekasih putraku, Zee bukan?" tanya Jeff
tapi sesaat Aruna mengerenyitkan dahi
" kekasih putranya?sejak kapan aku menjadi kekasih si kutub itu!"
tapi ternyata tuan jeff hanya mengenal Aruna sebagai kekasih Zee, padahal tempo hari Aruna sudah menyangkalnya
"maaf tuan saya bukan kekasih tuan Zee, saya hanya karyawan di perusahaan cabang klaus group" jawab Aruna membenarkan jati dirinya
"ah sama saja" jawab Jeff kekeh
"bagaimana bisa sama?jelas itu berbeda jauh antara karyawan dan kekasih" gerutu Aruna di hatinya
"tapi ada apa kau menghubungi ku? apa ada hal penting?" tanya Jeff penasaran, karena gadis yang di kenalnya sebagai kekasih putranya tiba-tiba menghubungi
"hmm.... sebenarnya..."
"apa yang kau katakan? kau sama saja seperti Zee jika berbicara tidak jelas" kesal Jeff
"maaf tuan, begini... bukankah Anda pernah mengatakan pada saya jika kesulitan saya bisa menghubungi anda, bukankah begitu?" tanya Aruna ragu-ragu
"hmm... iya saya perlu uang untuk operasi papa saya sebesar 500 juta apa saya bisa meminjamnya pada tuan?"
"500 juta? bisa...bisa saja tapi ada syaratnya "
"apa syaratnya tuan?" tanya Aruna yang kini senyum telah terbit di wajahnya
"lebih baik kita bertemu, bagaimana kau setuju?"
"tapi saya perlu uang itu sekarang tuan"
"baiklah jika kau menerima uang itu sekarang, berarti kau menerima syarat yang ku ajukan bagaimana?"
"harus begitu tuan?"
"tentu saja, tenang saja syarat yang saya berikan tidak akan memberatkan mu" ucap Jeff mendengar jika syaratnya tidak akan memberangkatkan Aruna pun setuju
" bismillahirrahmanirrahim ini semua demi papa, aku harus berkorban kali ini"
"baiklah tuan saya menerima syaratnya" ucap Aruna
"bagus, apa nama rumah sakit tempat orang tua mu di rawat?" tanya Jeff
"rumah sakit Medistra utama tuan" jawab Aruna
__ADS_1
"baiklah kau tunggu saja disana, asisten ku akan memberikan nya padamu" ucap Jeff dan menutup sambungan telepon
"terima kasih tuan" ucap Aruna meskipun Jeff telah memutus sambungan telepon nya
"Alhamdulillah....papa bisa operasi, dan papa akan sembuh" ucap Aruna dengan senyum bahagia
ia pun menuju rumah sakit dengan ojek online yang di pesannya ...
tak beberapa lama mereka pun sampai....
"terima kasih pak" ucap Aruna dan memberikan helm serta ongkos pada driver tersebut
"sama-sama neng" jawab sang driver ojol tersebut
tiba-tiba ponselnya berdering dari nomor yang tak di kenal....
"siapa ini?" gumam Aruna menatap nomor asing di ponselnya
"halo? siapa ya?" tanya Aruna sopan
"dengan nona Aruna?"
"iya saya sendiri, ada apa ya?"
"saya utusan tuan jeff, ingin memberikan titipan ini pada nona"
"benarkah? baiklah bapak dimana ya?"
"di taman rumah sakit"
"baik saya ke sana sekarang" ucap Aruna memutuskan sambungan telepon dan segera berlari ke taman rumah sakit
dan dari kejauhan ia dapat melihat seorang laki-laki dengan tubuh tegap sedang memegang sebuah koper besar, Aruna lantas menghampiri nya....
"permisi, ini bapak yang nelfon saya?" tanya Aruna, sebenarnya ia sangat takut dengan tampang pria di depannya ini, tampang nya sungguh seram
"dengan nona Aruna?"
"iya saya sendiri"
"ini titipan tuan jeff" pria tersebut segera memberikan pada Aruna dan berlalu tanpa mengucapkan sepatah kata pun
"terima kasih pak" teriak Aruna pada pria yang sudah masuk ke mobil
"Alhamdulillah, sekarang aku bisa segera membayar biaya operasi papa" Aruna segera berlari masuk ke dalam rumah sakit.....
happy reading.....
jangan lupa, like, coment, and vote..... sebagai bentuk apresiasi.....
...terima kasih...
__ADS_1