Gadis Mafia Berhati Malaikat

Gadis Mafia Berhati Malaikat
episode 9


__ADS_3

seorang wanita keluar dari mobil mewahnya dengan menenteng sebuah bunga dan tas di tangannya, banyak pasang mata yang memperhatikannya ya walau memiliki wajah datar tetapi ia sangat cantik, ya dia adalah Leyna Donita domanic wanita yang dulu selalu menujukan keceriaannya tetapi tidak untuk sekarang.



dia menatap bangunan yang besar dengan nafas yang sangat berat, ya dia sedang akan mengunjungi papanya dia memang sudah tau kalau papanya masuk rumah sakit dan dia juga tau siapa yang akan mempertanggung jawabkan hal itu.


Leyna masuk ke rumah sakit, dan dia berjalan ke arah seseorang yang berdiri disana untuk menayangkan ruang rawat papanya itu.


"bisa saya bantu"tanya wanita berwajah cantik kepada Leyna


"bisa tunjukan di mana ruang ICU" jawab Leyna dengan datar


" owh iya anda bisa kearah kiri terus nanti belok kanan nah nanti disana ada arah panah ruang ICUnya" ucap wanita itu dengan menujukan arah kepada Leyna


" oke terimakasih banyak"ucap Leyna dan mulai meninggalkan tempat itu


"cantik sekali wanita ini"batin wanita ini yang sedang memuji Leyna


Leyna pun berjalan sesuai dengan arahan wanita tadi, hati Leyna seperti berdetak kencang, rasa rindu, kecewa, sedih pun menjadi satu, setelah sampai di ruang ICU dia menatap pintu itu untuk masuk tapi dia masih sangat takut untuk menemuinya tapi dengan tekat nya dia memberanikan masuk keruangan itu, dia melihat seseorang sedang baring yang pasti itu adalah papanya dan seorang perawat yang sedang mengontrol kondisi papanya dia bertanya dalam hati.


"dimana mama" batin Leyna, sambir mencari keberadaanya


" permisi suster, dimana yang menjaganya sus"tanya Ley ke perawatnya


dia mendekat ke brankar tempat tidur papanya itu


"anaknya sedang makan siang nona, nona ni siapa ya"jawab dan tanya perawat itu


" saya kerabatnya, tapi tolong jangan memberitahu orang lain tak terkecuali keluarga saya"ucap Leyna dengan datar


Glek


air ludah perawatan itu tertelan secara paksa, ia dia takut dengan wanita yang sedang ada di depannya itu.


"baik nona silahkan menjenguk," ucap perawat dan bergegas untuk pergia, dia sangat gugup situasi itu


"terimakasih"


Leyna berjalan pelan dan menaruh bunga itu di meja tempat tunggu dan beralih ke tempat papanya dia melihat papanya berbaring dengan di isi begitu banyak alat untuk hidup, Leyna sedih sangat sedih dia tau dia tak bisa menjaga orang tuannya, dan dia tau kelemahannya adalah keluarga nya.


Leyna menggengam tangan papanya dia menyalurkan energi untuk menyemangati papanya itu untuk sembuh, Leyna menatap wajah papanya yang sedang tak sadarkan diri selama satu jam, Leyna menanggis tapi setelah itu dia menormalkan hatinya,


"tunggu saja pembalasan ku berngs*k "dalam hati Leyna dia bertekad untuk membongkar dan membalas perbuatan mereka yang menyakiti keluarnya

__ADS_1


"tunggu lah pah aku akan membuka semuanya "ucap lirih di telinga papanya dan menatap wajah papanya dia melihat air mata papanya jatuh


"Leyna sudah kembali pah, tunggu ya pah ini semua akan berakhir, Ley sangat merindukan mu pah" ucap Leyna dengan nada bergetar


"Ley pamit dulu ya pah, besok Ley akan kesini lagi cepat sembuh pah" pamit Leyna, dia buru buru keluar ruangan itu karena dia tak akan bertemu dengan kakak dan mamanya itu terlebih dulu karena Leyna punya misi dia lakukan


setelah Leyna keluar dan bersembunyi di balik tembok, dia melihat kakak nya berjalan sendiri kedalam ruang papanya dia merasa mungkin mamanya sedang di rumah sungguh dia sangat rindu keluarga nya


"tunggu lah kita lihat yang mana akan menang"batin Leyna sembari berjalan keluar rumah sakit


tak lama ada mobil menghampirinya dia tau itu adalah sopinya dia masuk ke dalam mobil dan berjalan menuju markasnya.


sampai di depan gedung besar banyak orang yang mengbungkukan badan nya memberi tanda hormat ke leyna mereka sudah tau bos mereka sudah datang, Leyna keluar dari mobil hendak jalan ada suara menggagetkan dirinya.


"selamat datang bos"ucap serentak anak buahnya, Leyna hanya menggunakan kepalanya enggan untuk membalasnya


tak lama Dion pun turun dari kamarnya dan berjalan ke arah Leyna yang mulai masuk kerumah, Leyna tau siapa yang akan turun sebelum laki laki itu mendekat dia sudah bersuara.


"kita rapat"ucap dingin Leyna, berjalan ke ruang rapat


" astaga dia selalu mengagetkan ku" gerutu Dion kesal akan sikap Leyna dia menyuruh semua ketua anggota berkumpul semua di ruang rapat


Dion masuk keruang itu sungguh dia rindu suasana ini tetapi dia merasa bahwa ini sangat menyeramkan, mereka duduk ketempat masing masing untuk melakukan rapat.


"silahkan laporkan perkembangan nya"ucap Leyna dingin dan angkuh


"silahkan lebih Juan lebih dulu " ucap lanjut Dion mempersilahkan anggotanya untuk menjelaskannya


" untuk kasus pembantaian yang tak di ketahui pelakunya, sudah saya selidiki semua mengarah kepada Leo, tetapi buktinya sangat belum akurat untuk menjerat Leo adalah pelakunya, anak buah saya sudah mulai mencari lebih dalam" jelas Juan ke bosnya


" apa kamu menyebarkan tikus untuk menjadi mata mata kita" tanya Leyna ke Juan


" iya sekitar 7 orng yang menjadi mata mata kita untuk mengawasi " jawab Juan


" awasi anak buah mu, jangan sampai terluka, kita butuh bukti, jika kita dapat bukti tangkap dia seret kesini"ucap Leyna


"Baik bos" jawab Juan


"oke selanjutnya bang Alex "ucap Dion menatap seriornya itu


"untuk gue, gue mendapatkan informasi yang sangat mengejutkan dari anak buah gue" ucap bang Alex


"dia akan melakukan penyerangan di hari perayaakan perushan Kevin, karena mereka belum tau kalau loe sudah balik"lanjut bang Alex

__ADS_1


"wow, loe emang mengagumkan bang, ini informasi yang sangat mengejutkan, kita akan melakukan persiapan untuk melalukan keamanan dan penyerangan secara diam diam"ucap Leyna dengan berwajah devil yang melihat langsung merasa ngeri termasuk untuk Dion


" tenang saja semua sudah gue persiapkan Ley, senjata sudah kita pegang, dan Rendy dan anak buahnya sudah siap siaga untuk berjaga berjaga" ucap bang Alex


"bang Rendy, kangen juga sama polisi satu itu" ucap Leyna pelan yang hanya di dengar oleh Dion


"oke gue percaya dengan loe bang besok kita atur strategi"lanjut Leyna, dijawab anggukan oleh bang Alex


"oke lanjut ke saya ya bos" ucap Dion di Jawab anggukan


" untuk kasus boss semua sudah ada bukti dan 80%wanita itu adalah anak buah Leo dan simpanan Leo " ucap Dion


" apa itu masih 80% keyakinan mu Dion" tanya Leyna dengan tajam


"ini beberapa foto wanita itu tidur dengan Leo dan beberapa bukti pesan singkat yang saya retas"ucap Dion dengan memberikan foto foto tersebut ke leyna


Leyna yang menerima foto foto itu membuka lembar demi lembar foto fulgar itu satu demi satu hingga.


Deg


Leyna tertuju dengan satu foto yang membuat hatinya membara, Dion yang melihat raut wajah Leyna dia mencoba melihat apa yang Ley lihat dan membelakkan matanya dan Lekas menarik foto itu.


"foto yang menarik"ucap Leyna dengan sangat dingin


"bos ini adalah fo-


"sudah tak perlu di jelaskan saya sudah faham"Potong Leyna, dengan meletakan foto di meja dan meletakan tangan keduanya ke dikedua sudut meja dan memegangnya sangat erat


"besok kita berkumpul dengan bang Rendy untuk mengatur strategi"ucap dingin Leyna dan berdiri hendak pergi Dion menghentikannya


"gue antar ya"ucap Dion yang mengubah kata katanya menjadi tidak formal


"enggak perlu gue ada urusan, telfon Jo untuk buat makan malam yang banyk"ucap Leyna ke Dion


"bang Alex dan Juan bisa datang kerumah untuk yang lainnya tetap disini jangan membuat kecurigaan lawan" ucap Leyna ke semua anak buahnya dan di anggukin semuannya Ley pun pergi


HENING


"setidaknya dia tak berubah"ucap bang Alex menepuk bahu Dion, dia tau kekhawatiran temannya itu


"bang dia tu sudah berubah" ucap Dion lirih


" apa yang berubah, dia tetap mengutamakan yang di sekitarnya, ya walau sikapnya makin dingin dan tak mau di dekati"ucap bang Alex dan keluar dari ruangan di ikuti anak buahnya

__ADS_1


" sabar bro" ucap Juan menyemangati Dion dia dan anak buahnya keluar ruangan, serta anak buhannya juga keluar


"sudahlah gue harus telfon Jo"ucap Dion dan keluar dari ruangannya


__ADS_2