
Jam menujukan jam 4 sore waktu pulang kantor, begitu dengan jodivan yang bersiap siap untuk pulang kerumahnya, sebelum keluar ruangan dia menoleh ke ruangan sebelah yang terhubung dengan ruangannya, dia melihat bossnya sedang membaca dokumen di tanganya dan menggunakan kaca mata tidak ada kegiatan bosnya yang menandakan beranjak untuk pulang,
jo tau kalau bosnya itu gila kerja itu di lihat sewaktu mereka berkerja di luar negeri wanita itu sangat jarang untuk beristirahat membuat dia sangat khawatir, mau seberapa kuatnya bosnya itu tetapi dia juga masih seorang wanita berbeda tenaga dengan seorang laki laki.
Jo melangkah maju kedekat pintu ruang sebelah tersebut.
TOK
TOK
TOK
Leyna menoleh kearah pintu dan memandang seorang laki laki berdiri didekat pintu dengan raut tanda Tanya.
“sudah waktunya pulang miss” ucap jo kepada bosnya tersebut
“ pulanglah dulu, saya masih memeriksa dokumen ini” jawab ley dengan mengarahkan pandangannya ke dokumen tersebut
“baik miss” ucap jo hendak berbalik tetapi dihentikan oleh ley
“bisa tolong jemput dewa bang” ucap ley tiba tiba berdiri dan mengarah ke arah jo, jo pun berbalik kearah ley
“bisa”
“alamatnya nanti ley kirim lewat WA ya bang”
“itu perkara gambang ley. Tapi apa ley tidak mau pulang cepat?”
“apa ley bisa pulang jika pekerjaan ley begitu banyak?”
“benar juga sih”
“ya sudah pergilah dan hati hati di jalan bang” ucap ley dan berbalik berjalan kearah mejanya
“tadi ley lama duduk di taman kantor ya!” ucap jo tiba tiba membuat ley berhenti mendadak, ya wanita yang jo pandangi saat bersama milla adalah bossnya yaitu leyna
“apa kah ada yang sedang dipikirkan?”
“tidak” jawab ley tanpa berbalik
“baik lah jika itu jawaban mu, abang pergi dulu,” ucap jo dan berbalik untuk pergi dari ruangan tersebut
Tinggallah leyna sendiri di ruangannya, henning dan sunyi yang ley rasakan seperti dengan perasaanya ini, dia memandangi dokumen yang sebenarnya sudah selesai dia kerjakan ini adalah alibinya untuk menyuruh sekertarisnya pulang terlebih dulu karena dia akan mengurus tikus kecil yang ada di perusahannya ini.
Ley menutup dokumen itu dan meletakan kaca matanya dengan rapi di atas meja dia membuka laci bawah meja kerjanya dia mengambil ikat rambunya, dia ikat rambutnya tinggi, dia membuka blazer yang dia kenakan dan mengganti sepatu hak tinggi dengan sepatu olahraga. Dia mengenakan menurup mukanya .
Ley pun keluar dari ruanganya mengendap endap ke salah satu ruangan yang ada dilantai 2 ada seorang laki laki yang sedang bermain ponsel di salah satu pojok ruangan yang sudah sepi, Leyna mendekat dengan perlahan lahan tanpa suara.
“hallo bos saya ada informasi yang sangat penting” ucap laki laki tersebut dengan menelpon seseorang dengan sebutan bos tersebut
“-----------“
“ini terkait dengan wanita tersebut boss”
“--------------“
“begini bos wanita terseb-------
Orang tersebut terdiam setelah ada benda tajam di lehernya yang pasti ada seseorang di belakang dirinya, laki laki itu gugup dengan bingung menjawab apa.
__ADS_1
“ jawab telpon mu dengan mengatakan sebaliknya, atau mati”bisik ley dengan orang tersebut
“wanita tersebut be-lum pulang dari luar negeri mu-ngkin beberapa saat lagi” ucapan laki laki itu membuat ley menekankan pisau tajam itu kelehernya dan mengeluarkan darahnya sedikit demi sedikit membuat laki laki itu takut
“tetapi say-a tidak tau kapan pastinya”lanjut laki laki itu berbicara di telfon
“----------“
Tut tut tut
BUGH
Pukulan di leher membuat laki laki itu pingsan di tempat, ley pun mengambil ponsel laki laki tersebut dan melihat siapa yang dia telfon saat melihat nama tertera di ponsel itu membuat sudut bibir kiri ley terangkat membuat tersenyum sinis di dalam maskernya.
Leyna pun menelfon anak buahnya untuk datang ke kantor untuk mengambil laki laki yang pingsan ini, beberapa menit kemudian dion dan dua anak buahnya pun datang dion yang melihat ley sedang bermain ponsel dan duduk di atas kursi dan mengijak badan laki laki pingsan pun membuat dion geleng- geleng kepala secepat itu dan segampang itu ley menangkap tikut yang ada di perusahannya.
“bawa dia” perintah dion keanak buahnya, dua anak buahnya pun mengerjakannya
“pastikan dia tidak kabur” ucap dingin ley dengan berdiri dari kursinya, berjalan kearah dion
“ gunakan ini untuk memancing mereka” ucap dingin ley melemparkan ponsel yang ada digenggamanya kepada dion, dion pun yang menerimannya kaget
“main lempar aja loe” ucap dion sinis yang menangkap ponsel tersebut, ley pun hanya cuek
Leyna pun hendak pergi dari ruangan tersebut tetapi di berhentikaan dengan ucapan dion.
“dia sudah masuk perangkap”ucap dion menoleh ke leyna
“bagus”
“nanti malam kita kemarkas”
“ley ini tidak bisa di tunda”
“terus mengorbangkan perasaan anak anak!, tidak akan.”
Dion yang mendengarkan kata anak anak membuat menghempuskan nafas beratnya, dia tau ley tidak akan meninggalkan atau mengikari janji mengenai anak anak panti.
“oke fine! Tapi ley ini sudah sangat penting, mereka sudah mulai bergerak, walau tidak banyak pergerakan karena mereka belum tau loe pulang tetapi sebelum mereka tahu kita bergerak cepat ley”
“I don’t care” jawab dingin ley dan melangkah pergi,
Dion sekali lagi dibuat pusing leyna sangat keras kepala mengenai janjinya terutama keanak panti, bukannya ley tidak perduli semuanya sudah ada dalam pemikirannya tetapi kadang kala ley memang suka melangkah sendiri seperti saat ini dia menangkap tikus mata mata sendiri tanpa dia selidiki terlebih dahulu atau mengucapkan apa pun ke anak buahnya.
Beginilah ley jika masalah tidak besar menurutnya membuat dia akan bergerak sendiri tanpa bantuan anak buahnya, ley memang lihay dalam hal ini menangkap orang itu adalah kelihaian yang jawab di punya orang lain.
Ditempat lain ada sepasang kekasih yang berada dalam hotel yang begitu mahal ya mereka adalah kevin dan maya seorang mantan tunangan ley dan seorang mantan teman ley semasa kuliah.
“sayang enggak marah kan sama aku! Gara gara kejadian beberapa bulan lalu?” Tanya maya lembut yang ada diatas pangkuan laki laki tersebut dengan mengusap rahang tegas kevin
“marah tentu, tetapi mungkin itu takdir kita untuk menikah dulu baru memelikinya” ucap lembut dan mencium sekilas bibir manis tersebut sekilah dan mereka saling pandang
DEG
Kevin tiba tiba mengingat kecupan manis yang pernah dia berikan kepada mantan tunangannya dulu, membuat kevin melamun memikirkann wanita itu.
“vin ada apa?” Tanya maya yang merasa di abaikan dengan kevin
“tidak ada sayang, mungkin aku lelah” ucap kevin yang sadar dari lamunannya
__ADS_1
“ besok jadikan kita berlibur di pantai itu, aku enggak sabar deh”
“jadi kok kan kita sudah sepakat kemarin”
“ternyata rekan kerja mu baik sekali ya vin kita dikasih tempat berlibur yang sangat bagus ini liburan ke tiga yang di berikan rekan kerja mu itu”
“iyaa mungkin itu karena kerja sama kita yang baik dan maju sehingga memberikan kita tempat liburan itu”
“iya deh kayaknya…. Vin kamu enggak rindu dengan ku” bisik maya di telingga kevin yang mengundang gairah kevin
“rindu sekali honey” jawab kevin penuh gairah
Mereka pun melakukan kegiatan yang biasa dilakukan oleh sepasang suami istri, ini lah kevin yang tidak akan tahan dengan tubuh wanita, bahkan dia tidak hanya dengan maya saja tetapi jika bosan dia bisa memilih wanita mana saja untuk menjadi penghangat ranjangnya, kecuali ley mantan tunangannya itu yang dia khianati.
Sedangkan di tempat lain jo sampai dirumahnya dengan selamat berserta dengan adik dari leyna bosnya itu walau tadi tempat terjadi perdebatan antara jo dengan dewa, entah sudah dua hari dewa tinggal dengan kakaknya tidak membuatnya akrab dengan sekertaris dari kakaknya tersebut ada aja yang ributkan.
“bang kalau mau jemput tu jangan telat dong!” ucap ketus dewa yang mengikuti jo kedalam rumah
“dari kantor ke sekolah mu itu cukup jauh dewa” ucap sabar jo melangkah dapur untuk mengambil minum
“ya makanya kalau berangkat tu jangan mepet jam pulang dewa kali bang” ucap ketus dewa yang mengekori jo dari tadi
“ya salahkan kakak mu lah, dia yang baru ngasih perintah abang pada waktu pulang kantor”
Ucapaan jo membuat dewa langsung terdiam di tempat tanpa menjawab ucapan jo, setelah itu dia memutar malah matanya mengenai kakaknya dia tidak bisa menyela atau protes kepada kakaknya itu.
“ish ngapain juga aku ngikuti abang ni” ucap kesal dewa yang baru sadar mengikuti jo kedapur, dia pun melangkah ke arah kamarnya yang di lantai dua
“baru sadar” gerutu jo sambil mengelengkan kepala melihat kelakuan adek bosnya itu
Waktu menujukan jam 17.00 tetapi belum ada tanda wanita cantik itu beranjak dari meja kerja di kantornya, dia memandangi sebuah foto yang berbingkai yang terletak di sudut meja kerjanya. Itu adalah foto keluarganya sungguh ini berat untuk dirinya beberapa tahun tak bertemu tidak merasakan kehangatan pelukan keluarganya.
Tangan leyna mengepal menandakan emosi yang memucak, ini semua gara gara perempuan yang menghasut mantan tunangannya untuk menghancurkan keluaraganya dan mefitnah dirinya. sungguh dia akan membalas perbuatannya ini dengan setimpal.
Leyna bukan orang yang dendam tetapi jika menyangkut orang yang dia sayang dia akan menjadi gila tak kenal bulu dia akan membuat semua orang yang menghancurkannya menyesal, terutama kevin yang telah membuat perusahaan orang tua ley hancur, lama termenung dalam pikiran ponsel ley berbunyi.
DRET
DRET
DRET
“ hallo” ucap ley dengan posisi berdiri dari kursi dan masukkan salah satu tanganya di masukan kedalam kantug celannya
“--------“
“baik lah, ley akan kepanti setelah dari kantor bu”
“---------“
“tidak!, dewa tidak ikut nanti ley akan menghubunginyaa untuk tinggal di rumah”
“------“
“baik ley akan pergi sekarang dan membeli pesanan anak anak”
“--------“
“wa’alaikumussalam”
__ADS_1
Ley pun beranjak pergi dari kantor untuk lekas pergi kepanti menurutnya anak panti ada penolong ley dari ganasnya dunia luar, mobil yang mengendari ley menuju tempat makan yang menjual makanan yang disuka anak anak panti, mobil pun berhenti dan dia masuk kedalam.