
matahari mulai tengelam menujukan bahwa memasuki jam malam, leyna sibuk membereskan pakaiannya.
"loe beneran berangkat sendiri ley? tanya Dion duduk di atas kasur leyna
" iyaa, ini sudah tanggung jawab gue Dion" jawab leyna, memasukan barang nya keras kecilnya
" bi ati, enggak usah banyak banyak bi, itu sudah cukup" ucap leyna ke pembantunya yang memasukan bajunya ke koper
" tapi ley! seenggaknya loe ajak Jo ley" ucap Dion, ley hanya diam
" biasanya kan loe sama dia kalau ada masalah perusahaan" lanjut Dion
" enggak bisa Dion, kalau gue pergi bang Jo pergi yang hendle perusahaan siapa? tanya leyna, yang mengenakan blazernya
" gue antar kalau begitu" ucap Dion kekeh
" oke, oke, dewa kemana? tanya leyna yang belum melihat adiknya
" dia ada tugas di rumah temannya" jawab Dion, leyna pun menganggukkan kepalanya
leyna dan Dion serta bi ati keluar dari kamar leyna menuju ruang tengah yang kebetulan ada jodivan duduk dengan memainkan ponselnya. jo melihat bosnya datang pun berdiri.
" ini tiket pesawatnya" ucap Jo, memberikan tiketnya ke leyna
" oke makasih, selama aku tinggal tolong jangan dewa dan perusahaan bang" jawab leyna mengambil tiketnya dan memasukan ke tasnya
" gue tunggu di mobil" sahut Dion, dia pun pergi
Dion pun pergi, serta bi ati meninggalkan kedua manusia yang berbeda jenis itu. hening tidak banyak pembicaraan antara keduanya.
" maaf" ucap bareng leyna dan Jo
" bang Jo duluan aja" ucap leyna
" gue minta maaf atas kejadian hari itu, gue hilaf" ucap Jo memandang wajah leyna
" aku juga bang, minta maaf" jawab leyna, tenang
" kita lupain ya bang" lanjut leyna, membuat hati Jo merasa berat
" emang sepatutnya aku sama kamu tidak punya hubungan ley dan sepatutnya aku enggak berharap" batin Jo
__ADS_1
" enggak papa! sendiri? " tanya Jo dengan berat hati
" enggak papa" ucap leyna hendak pergi
" ley pergi dulu bang" lanjut leyna mengambil tas kecilnya
leyna pun melangkahkan kakinya, tertahan oleh tarikann tangan dari Jo, Jo pun menarik tangan leyna sehingga leyna berbalik dan menubruk dada bidang Jo membuat leyna kaget, Jo pun memeluk badan leyna dengan satu tangannya.
" hati hati di sana" ucap bisik Jo, membuat leyna merasakan hangat
Jo pun melepaskan pelukannya, leyna pun terdiam setelah pergelangan tangannya terlepas ley pun tersadar dan membalikan badan dan pergi membuat Jo terdiam di tempat.
" lama banget sih ley" ucap kesel Dion melihat leyna keluar rumah, dan masuk ke mobilnya
" udah enggak usah komen, jalan langsung" perintah leyna, menyandarkan punggungnya ke sandaran kursi mobil
hening, dalam perjalanan menuju Bandara, setelah beberapa menit leyna pun turun dan masuk kebandara di temani Dion yang mengantar nya, leyna pun masuk ke dalam pesawat dan meninggalkan Dion yang terus memandanginya.
pesawat yang di tumpangi leyna pun lepas landas, Dion pun pergi untuk pulang. berbeda tempat ada seorang laki laki yang sedang emosi di ruang kerjanya.
" bisa bisa nya kita rugi begitu besar Dimas!" ucap laki laki kepada sekertaris nya
" biasanya kita tidak pernah bermasalah dengan perusahan itu boss, boss sendiri yang mengetahui nya kan" jawab dimas
" kita harus bertemu dengan pimpinan perusahaan itu boss" Saran Dimas ke bosnya
" pesan tiket" perintah laki laki itu
" sekarang bos?" tanya dimas
" SEKARANG DIMAS" teriak laki laki, membuat Dimas mengosongkan kelinganya
" dasar bos Kevin" gerutu Dimas dan meninggalkan bosnya itu yang bernama Kevin
" dasar anak buah enggak berguna" ucap marah Kevin, duduknya di kursinya
"enggak bisa di biarkan! kalau seperti ini terus perusahaan yang gue pegang baru ini bisa bangkrut" ucap Kevin,
" bagaimana dim?" tanya Kevin yang melihat Dimas masuk ke ruangannya
" kita berangkat sekarang boss" ucap dimas, Kevin pun berdiri dan menuju keluar diikuti dimas
__ADS_1
Dimas dan Kevin pun pergi menuju bandara untuk menuju ketempat yang mereka tuju.
sedangkang duduk di kamarnya dengan gelisah.
" gimana! loe sudah menemukan keberadaan Leo?" tanya wanita itu dengan anak suruhnya
" tidak bisa di lacak may, semua bersih Leo seperti di sembunyikan" jawaba anak buah itu
" oke pergilah" ucap Maya ke anak buahnya
Maya pun modar mandir di dalam kamarnya memikirkan sesuatu.
" apa ini sangkut pautnya dengan kepulangannya leyna?" ucap Maya
" tapi enggak mungkin!" elak Maya
" leyna enggak mungkin punya kekuatan besar, perusahan orang tuanya kan sudah jatuh di tangan Kevin!" ucap Maya
" ah pusing" ucap Maya
Maya pun menyudahi pikirannya dan menuju alam mimpinya.
Kevin pun tiba hotel yang dia pesan untuk bermalam. dia pun beristirahat untuk menambah tenaga, untuk menyelesaikan masalahnya besok harinya.
keesokan harinya Kevin pun bersiap siap dan menuju perusahan yang akan dia temui. setelah beberapa menit mobil Kevin pun sampai di tempat yang dia datangi.
" mencari siapa pak?" tanya wanita yang menerima tamu
" pimpinan perusahan ini" ucap dimas
" baik silahkan tunggu dulu ya pak" jawab wanita itu mengarahkan keduanya untuk duduk
beberapa menit kemudian wanita itu kembali.
" mari ikuti saya pak" ucap wanita itu pun di ikuti kedua laki laki itu
mereka pun masuk kerungan rapat, wanita itu membuka pintu mempersilahkan kedua laki laki itu masuk keruangan itu, di dalam ruangan sudah terdiri Satu orang laki laki yang mereka yakini adalah boss perusahan dan seorang perempuan yang membelakangi mereka.
" permisi maaf mengagu waktunya" ucap dimas
" tidak papa mari masuk pak" ucap laki laki itu berdiri dan di ikuti untuk wanita itu dan berbalik kearah mereka
__ADS_1
DEG DEG
siapakah wanita itu?