
seorang laki laki dan seorang perempuan berjalan mengarah keluar dari bandara, ya mereka Leyna dan Jo yang telah tiba di tanah air mereka berdua berjalan dengan beriringan, walau Leyna memancarkan aura yang banyak orng takuti tapi jika di luar dia seperti gadis manis yang tak bisa berbuat apa apa.
penampilan Leyna
penampilan Jodivan
mereka menggunakan baju dengan warna senada membuat semua orang mengira mereka sepasang kekasih padahal kenyataannya mereka hanya atasan dan bawahan, Leyna dengan penampilan itu membuat dia seperti gadis imut dan manja sedangkan Jo walau menggunakan masker tapi tidak menghilangkan ketampannya.
"telfon Dion Jo, gue mulai capek berdiri ni" pinta Leyna sambil nampilkan muka malasnya
"sebentar ya, bos duduk aja di depan sana "jawab Jo dengan menujukan tempt tunggu
tak lama Leyna pun jalan menuju tempt tunggu, sedangkan Jo sedang menelfon temannya itu untuk lekas menjemputnya, 20 menit lewat dan datang lah Dion dengan beberapa anak buahnya.
"Hay bos apa kabar?, makin cantik aja bos"ucap Dion dengan merentangkan tangannya untuk memeluk bosnya sekaligus sahabatnya itu
"DIAM, loe buat gue nunggu, bosen hidup loe"ucap Leyna dengan nada bentak yang membuat Dion mengendus dan membuat beberapa anak buahnya takut
"sudah ayokk kita pergi"sahut Jo, menengahi bos dan sahabatnya itu
Leyna berjalan duluan di susul anak buahnya, sedangkan Jo dan Dion berjalan beriringan di belakang.
"loe kok betah sih tinggal bareng bos loe tu" tanya Dion ke sahabatnya
__ADS_1
"sudah tugas gue "jawab santay Jo, dengan terus berjalan mengikuti bosnya
"dasar mulai ketularan Ley ni anak "gerutu Dion
mereka masuk ke dalam mobil masing2 3 mobil 2 mobil anak buah sedangkan 1 mobil mobil Dion, di dalam mobil tidak banyak pembicaraan, Leyna lebih melihat ke jalan melihat pemandangan luar dengan memikirkan begitu banyak masalah di kota ini, sedangkan Jo hanya sesekali memerhatikan bosnya berbeda dengan Dion selalu saja berisik.
"gue bener bener enggak sabar bos"ucap Dion ke bosnya
"mereka tu harus tau apa yang di namakan rubah licik dan menjijikan" lanjut Dion
"bos tau gak, gue sudah buat cewek Pel'cur itu, kehilangan bayinya, gue puas banget bos hahahahahaah" ucap Dion santay dan membuat Leyna menoleh kedepan melihat Dion
"loe bilang apa Dion"tanya Ley penuh penekanan
"itu gue buat cewek itu kehilangan bayinya bos" jawab Dion santay belum menyadari sesuatu membuat Jo menghela nafas beratnya
"turun"ucap Ley dengan menekanan, dengan memancarkan aura pembunuh yang Dion pasti tau, sudah lama Dion tidak merasakan aura itu, ya sekarang Dion mengutuk dirinya karena ucapannya
" sabar bos sabar" ucap Dion yang turun terpaksa membuat dia gugup
"gue tanya sekali lagi, apa yang loe bilang tadi"tanya Leyna dengan menekanan, membuat Dion gugup setengah mati, badannya bergetar
" belum 24 jam di sini dah ada aja masalahnya " batin Jo, melihat Bos dan sahabatnya hendak berkelahi
" gue minta maaf bos, tapi gue dah muak gue gak bisa nahan emosi, dan akhirnya gue buat anaknya enggak tertolong lagi bos" ucap Dion lirih dan menundukkan kepalanya, dia lupa kalo bosnya itu sangat berhati malaikat tak bisa melihat orng yang tak bersalah menjadi korban mereka
"LOE TU BISA MIKIR PAKAI OTAK GAK SIH DION, BISA BISANYA LOE NYAKITIN ANAK YANG GAK BERDOSA, LOE GILA HAAA, WALAU PUN ORANG TUANYA BRENGS*KKkk BUKAN BERARTI ANAKNYA JUGA BERSALAH B*DOH" Ucap Leyna teriak dan mulai menghajar Dion
__ADS_1
BUGH
BUGH
BUGH
BUGH
tak ada perlawanan dari Dion dia tau ini salah dia menyesali perbuatannya tapi dia tidak bisa berbohong kalau dia sangat benci wanita itu, dia tak bisa melihat wanita yang serang mengaharjanya itu mendapatkan luka yang dalam, bosnya sangat berarti untuknya, bukan cinta tapi menyanyi nya seperti adiknya sendiri, dia telah di tolong oleh Leyna semasa sekolah membuat mereka jadi sahabat dan berkerja bersama.
"So-ory"ucap Dion tebatuk2 dia tau ini sudah hampir batas kemampuannya bertahan, berkelahi dengan Leyna tidak ada yang bisa melawannya
Leyna yang melihat Dion, mulai kasihan dia membatu Dion berdiri.
"gue tau loe sayang gue, tapi gak gini caranya Dion, kita bukan tuhan yang harus mengambil nyawa orng yang tak bersalah"ucap Leyna memeganng dua bahu Dion
" ta-pi Ley gu-e Uhuk gak sanggup loe terluka"ucap Dion menatap Ley dengan mengelus pipi Ley dia sangat merindukan Ley dia tau kabar ini saja sudah membuat dia marah hingga 7 turunan gimana dia bisa melihat wanita di depannya tu hancur ohhh tidak itu takkan terjadi
" di loe Abang gue selain Abang Delon dan bang Jo, gue juga sayang kalian semua walau sekrng bang Delon tak berpihak dengan ku gue sudah bahagia walau cuma kalian berdua yang selelu di samping ku" ucap Ley dengan menatap Dion
"sekarang loe obati luka loe ya,"ucap lanjut Leyna, memutar badannya berjalan menuju mobilnya, hendak masuk dia berkata
"loe jangan masuk mobil ini, loe ikut mobil belakang" ucap Leyna datar
"iyaaa iya" jawab Dion dengan cemberut
"gak ada berubahnya"batin Dion, dan berjalan menuju mobil belakang
__ADS_1
Leyna masuk di ikuti Jo, Jo menatapnya entah apa yang di fikir pemuda itu sedangka Leyna hanya acuh dan mulai merebahkan punggung nya ke sandaran mobill, mobil melaju ke rumah pribadi Leyna, tujuannya sekarang bukan rumahnya tapi rumah pribadinya walau awalnya hendak pulang kemarkas tapi Jo memberi peringatan untuk pulang ke rumah pribadi dulu baru kemarkas.