
tibalah mobil di depan rumah yang tidak begitu megah tapi penuh dengan perpohonan dan tanaman, sangat sejuk itu adalah rumah impian Leyna sejak kecil memiliki rumah pribadi yang tidak begitu besar tapi penuh dengan tanaman dan perpohonan.
" maaf tuan, sudah sampai rumah tuan"ucap sopir ke Jo yang sedari tadi tidak tidur
"terimakasih pak"jawab Jo hendak keluar mobil
" tuan ibu ley-"
"biar saya saja pak yang membawanya keluar" potong Jo dan langsung keluar mobil
setelah keluar Jo melihat dua mobil yang masih mengikuti mereka sedari bandara tadi, hendak melangkah Dion pun keluar dari mobilnya dan mencegah Jo untuk berjalan.
"tunggu Jo "ucap Dion, Jo pun melihatnya
"kenapa " jawab Jo
"kenapa gak langsung ke markas sih Jo"tanya Dion mendekat ke Jo
"lama gak ketemu loe makin lemot ya di" ucap Jo, menggeleng kelapa
" sialan loe, gue serius kali Jo "kesel Dion
" boss butuh istirahat jadi gue bawa ke rumah dulu, sudah terlalu memaksakan dirinya"jawab Jo sambil berjalan kepintu mobil seberang untuk mengedong bosnya
" kalian kembali ke markas"perintah Dion ke anak buahnya
__ADS_1
" siap bos" jawab anak buhannya, dan meninggalkan tempatnya
Dion hendak berjalan tetapi berhenti mendadak, karena syok melihat apa yang dia lihat di depannya, bagaimana tidak kejadiaan ini sangatlah langka, biasanya hanya dia yang berani mengakat badan bosnya sekaligus sahabatnya itu tetapi sekarang temen kerjannya itu juga sudah berani menggendong bosnya, tak lama setelah sadar dari syoknya dia berjalan menuju rumah untuk membantu membukakan pintu sahabatnya itu.
"kamar bos di mana di" tanya Jo ke Dion yang sudah di dalam rumah itu
" terus aja nnti ada pintu warna abu abu itu kamarnya"jawab Dion, setelah mendapatkan jawaban Jo pun berjalan ke arah kamar bosnya tanpa memperdulikan Dion yang mulai tidak mengikutinya lagi
Jo meletakan tubuh ramping itu ke ranjang yang lumayan besar, dengan penuh hati hati agar wanita itu tidak terusik dari tidurnya, sebelum meninggal kan kamar wanita itu dia menyelimuti badan wanita itu dan mengelus kepala wanita itu setelah itu keluarlah dia.
" loe pakai kamar depan dekat pintu masuk tadi aja Jo" ucap Dion dengan membawa minuman dan duduk di sofa
" emmm"jawab Jo bergabung dengan Dion di kursi sofa
"dia gak papa kan Jo"tanya Dion dengan memerhatikan minuman nya
"waktu gue tau kabar ini gue kaget banget Jo, loe Bayangi dia dihianati kekasihnya, perusahannya di hancurkan wanita itu, dan di fitnah hingga keluarganya mengusirnya "ucap Dion
"gue tau, gue lihat wanita itu rapuh walau dia tutupi dengan wajah datarnya dan sekarang semakin datar, dia sudah kehilangan dirinya yang seperti dulu"ucap Jo sambil memandang keatas
" gue yakin wanita itu suruhan Leo " ucap Dion dengan penuh amarah
"Leo siapa?" tanya Jo karena dia tak tau untuk urusan mafia karena dia hanya mengurus urusan kantor
"oh ya loe seketaris perusahaan mana faham soal dunia gelap" ucap Dion
"Leo musuh bebuyutan Ley sudah dari lama Leo ingin menghancurkan Ley dan kemungkinan lewat wanita itu"lanjut Dion
__ADS_1
"loe dah selidiki semuanya "tanya Jo
" menurut loe, gue gak ngomng tanpa bukti ya Jo"ucap Dion
" kalo ay loe gitu" jawab remeh Jo sambil berdiri dan berjalan ke kamarnya
" sialan loe Jo, lama lama loe ngeselinn juga ya" ucap Dion ikut beranjak ke kamarnya
di kamar yang lumayan luar itu teduduk lah seorang wanita yang berumur45 an yang sudah menua dia termenung dengan pemikirannya.
" mamah masih memikirkan dia" ucap laki laki berumur 27 tahun
" mamah gak bisa melupakan nya kak" jawab wanita baya itu
" sudah lah mah dia tu bukan wanita baik baik seperti yang kita kenal lagi mamah masih ingat video dan foto itu kan mah"ucap laki laki itu dengan kesal
" walau gimana pun mamah yakin dia gak seperti itu kak"ucap wanita itu
" MAMA INGAT DONG DIA TU SUDAH BUAT PAPA MASUK RUMAH SAKIT " bentak laki lak itu
" hiks hiks hiks"
"mah maafkan kakak, kakak gak sengaja membentak mamah" ucap laki laki itu enghapus air mata mamahnya
"hiks hiks kenapa keluarga kita hancur kak" ucap wanita itu sambil menangis
" sudah mama jangan menanggis mamah istirahat ya, kakak mau kerumah sakit"ucap laki laki itu sambil mengarahkan mamanya untuk berbaring di ranjang
__ADS_1
setelah itu dia keluar dari kamar itu, dan berjalan keluar rumah untuk kerumah sakit untuk melihat papanya. Beberapa tahun ini semua hidupnya berubah perusahaan yang mulain hancur, keluarga yang berpecah belah, papanya yang masuk rumah sakit, sedangkan adiknya malah membuat biang masalah dari kehancuran ini.