
Di Gedung yang terlihat begitu besar dan mewah dari luar tetapi didalamnya penuh dengan orang orang yang sadis bisa dibilang sarang mafia tetapi yang terlihat megah dan besar.
Leyna dan beberapa orang berkumpul sekarang menujukan jam 7 malam, mereka melakukan persiapan untuk pergerakan mala mini.
“ perketat keamanan kedua orang tua gue, anak panti dan adek gue yang bersama jo” perintah dingin leyna ke bawahanya yang bernama dio
“baik bos saya akan urus bagian ini, saya akan kerahkan anak buah saya untuk menjaga mereka dengan ketat” jawab tegas dio
“juan pastikan dua pasangan itu jauh dari mangsa hari ini” perintah ley keanak buahnya yang bernama juan
“sudah aman boss, mereka aman saya akan memantau dengan anak buah saya” jawab juan
“silahkan pergi”ucap usir kedua anak buahnya, mereka pun menunduk mengiakan dan pergi dari ruangan tersebut
“dion! Bagaimana mangsa?” Tanya dingin ley kepada dion menanyakan situasi yang terjadi, dengan menundukan badannya ke kursi
“mangsa terpancing untuk menujukan tempat markasnya dia akan memerlihatkan barang yang kita pesan” jawab tegas dion, dengan menyerahkan ponsel dari salah satu anak buah mangsa untuk melakukan pancingan atau transaksi
Ley yang melihat ponsel itu dia mengembalikan ponselnya kepada dion dan menopangkan tanganya di atas meja, dan memikirkan kelanjutannya bagaimana, walau pun strategi atau rencana sudah tersusun tetapi ini tidak mudah harus memiliki insting yang baik dan dipikirkan dengan mantang, mangsa yang mereka incar adalah musuh bebuyutan ley dan Bandar besar tidak akan mudah mereka tipu.
Beberapa menit memikirkannya ley pun menoleh kearah dion.
“anak itu sudah loe cuci otaknya untuk menuruti kita?” Tanya ley ke jo
“sudah. Dia akan mengikuti perintah kita” jawab dion
“bawa kemari”
Dion pun pergi dari sana dan menuju tempat yang berada di anak buah mangsa di sekap.
“bang alex perkuat pengaman dari segi kita jangan sampai ada yang terluka berat, pastikan anggota polisi juga aman saat pertempuran” ucap ley ke alex
“tak perlu cemas gue akan pastikan itu” jawab alex dengan serius
“ gue gak mau ada yang gugur dalam pertempuran ini dari anggota kita”
“baik”
“pihak polisi berapa orang yang akan masuk?” Tanya dingin ley ke rendy
“ dari segi kami yang memiliki kekuatan cukup mampu masuk kepetarungan ada 10 saja” jawab datar rendy
“tak masalah itu sudah cukup, pastikan sisahnya tidak jauh dari luar gedung dan aman”
“baik”
“gue akan lewat depan”
“tidak bisa!” seru alex tidak setuju
“tidak ada perotes bang” ucap ley tak ingin di bantah
“itu sangat berisiko ley, loe bagian belakang biar gue arah depan, rendy sebelah timur dan dion sebelah barat”
“apa loe meragukan kekuatan gue” ucap dingin penuh penekanan membuat alex
GLEK
GLEK
Dua laki laki tu menelan salivahnya dengan kasar tanda terancam, dion datang dengan membawa anak yang akan dibuat pancingan untuk mangsa.
“ ini bos” ucap dion berdiri di sebelah anak itu, melihat kearah alex dan rendy membuatnya bertanya Tanya kenapa kedua laki laki itu pucat.
“loe siap dengan apa yang kita perintah?” Tanya dingin ley kenakak itu
“siap nona” jawab anak itu, dengan nada polos
“oke semua perhatikan ucapan gue!, dion bawa anak buah loe ke arah barat, bang alex arah belakang dan bang rendy kearah timur, gue dari depan”
“tidak ada bantahan” ucap tegas dingin ley yang melihat dion ingin protes
__ADS_1
Ley melihat jam tanganya menujukan jam 08.45.
“jalan” perintah ley keluar ruangan
Di luar ruangan sudah begitu anak buahnya dan anggota polisi bisa dilihat yang banyak adalah anak buahnya dari pada anggota polisi, mereka pun melihat kearah bosnya.
“kita akan operasi hari ini pastikan kalian semua tidak teluka berat, jangan pernah bergerak individu kecuali memiliki perintah dari pimpinan kalian seperti yang dibahas tadi sore, dan lindungi masing masing anggota” ucap leyna dengan tegas
“KALIAN PAHAM”
“PAHAM” saut mereka semua dengan semangat
“BELATI MERAH”
“ JAYA JAYA JAYA”
Leyna dan rombongan pun mempersiapkan diri mengambil senjata dan perlengkap lainnya tak lama dion dan anak umpan pergi lebih dulu tak lama disusul oleh grub leyna, alex dan rendy menuju tempat yang mereka jadikan operasi mala mini.
Beberapa jam kemudian mereka sampai di lokasi yang mereka gunakan untuk berbencar dan menunggu untuk menuju lokasi tempat operasi, umpan mulai berjalan kearah lokasi yang menjadi tempat janjian mereka.
Dua umpan pun sampai di depan pagar gedung itu terlihat ada 4 penjaga berbadan besar yang menghadang mereka, ley dan anggota pun sampai tempat persembunyian tak jauh dari depan gedung.
Grub dion pun sudah sampai bagian barat yang dia lihat ada penjaga sekitar 10 orang, grub rendy pun sudah sampai tempat mereka terlihat ada 7 penjaga. Sedangkan tempat grub alex terlihat hanya 5 orang saja. Ley melihat situasi untuk melihat melangkah selanjutnya.
“hallo bro lama tak bertemu loe?” Tanya penjaga 1
“baik, gue bawa pembeli yang tak di ragukan” jawab umpan 1 yang termasuk anak buahnya
“gue periksa dulu” ucap penjaga 2, dia pun memeriksa umpan 2 anak buah ley
“aman masuk” jawab penjaga 2, dua umpan pun masuk tetapi tertahan
“tunggu!!”
Dua umpan mulai tegang membuat ley dan grub pun tegang.
“gue Cuma mastiin loe enggak lagi diikuti kan” ucap penjaga 3
“loe ngageti bereng*ek, pembeli gue kaget juga beg* awas sampai dia enggak jadi beli” ucap sinis umpai 1
“oke sorry sorry, masuk dah”
Ley melihat kedua umpan 2 masuk pun benapas lega.
“gue dan dai akan melumpuhkan 4 orang itu setelah itu kepung bagian depan sisakan 5 orang menjaga depan paham” ucap pelan ley kepada anak buahnya yang sebanyak 15 orang
Ley pun bergerak dengan salah satu anak buahnya, ley menujuk kearah dua penjaga dan mengarahkan ke pada dianya mengisaratkan dua orang tersebut targetnya, dan menjukan kedua taget nya menjadi urusan anak buahnya dan mengangguk perintah ley.
Ley jalan berpisah dengan anak buahnya, ley berjalan mengendap endap endap kearah kanan yang terdapat dua penjaga, anak buahnya kearah kiri ada kedua penjaga itu, ley sudah sampai di tempat dan dia mengisaratkan anak buahnya untuk bergerak bersama dengan sinyal sinar kecil warna merah.
BUGH
Satu penjaga tumbang disisi ley sama dengan di tempat sang anak buahnya, ley pun lekas menarik satu kain yang sudah terdapat cairan bius kearah penjaga satunya agar tidak di sadari, sama dengan anak buahnya walau lebih cepat ley dalam menyelesaikannya, sehingga tidak dapat kegaduhan yang menimbulkan kecurigaan yang di dalam.
“depan aman” ucap ley dengan hate di bajunya mengabari ketiga regu
“timur aman”sahut rendy yang didengar leyna
“barat aman”ucap dion
“belakang aman” sahut alex
Leyna mengarahkan anak buahnya untuk menyekap keempat penjaga itu dan digantikan empat penjaga dari anak buah ley agar tidak di curigai.
Ley pun menaiki satu tiang yang terdapat cctv yang mengarah ke depan pintu rumah itu, dia pun menutupi dengan ain gambar yang sama dengan depan pintu.
Dia melihat situasi didepan pintu ada dua penjaga, dia mengarahakan peluru tium kea rah dua penjaga tersebut untuk menumbangkan keduanya tanpa suara suara, dua penjaga pun lemas dan pingsan, ley pun turun dengan beberapa anak buahnya tanpa suara.
“kepung markas dari luar” ucap pelan leyna ke empat grub
Semua sudah dalam posisi masing masing, untuk mengepung.
__ADS_1
“gue masuk keatas untuk mengatasi lantai dua”ucap dion yang sudah bergerak,
“aman bagian atas telah di kepung”ucap rendy yang di dengar oleh leyna
Leyna pun bersiap masuk kedalam melalui atas agar tidak di curigai, dia meliahat semua sudah di posisi dan melihat dua pengaja yang kearah depan, sehingga dia menyuruh anak buahnya menjaga depan mengatasinya.
Leyna melihat kedua umpan dan 5orang denga 15 orang penjagaan sekeliling. Dia mengamati terlebih dulu.
“wah wah sudah dapat pembeli aja” ucap laki laki yang memiliki tato di lengan kanan
“bagaimana barangnya bos?” ucap umpan 1 mengambaikan ucapan laki laki yang bertanya
“bereng*ek loe ngabaikan gue!” ucap laki laki bertato dengan menarik kerah umpan 1
“jaga sikap lo tao” ucap dingin laki laki bertato di leher
“dia ngajak ribut man” jawab laki laki yang bernama tao
“dia membawa pembeli sialan” jawab laki laki bernama rahman
“tunjukan barangnya” perintah laki laki yang duduk dengan dua anak buahnya di kiri dan kanan
Tao pun membawa barang pesanannya, dan meletakan ke atas meja membuat sang umpan 2 berpura pura senang dan lekas melihat lihat penananya berupa senjata dan narkoba dengan jumlah yang tak sedikit, sang laki laki yang melihat reaksi senang pembeli sangat puas.
Terjadinya terangsaksi dengan aman tanpa kecurigaan sama sekali, ini lah keuntungan bila lawan tak mengetahui sang musuh telah kembali, ley melihat itu pun di buat tersenyum sinis , tetapi senyumnya hilang bersamaan dengan triakan seseorang.
“PENYUSUP”
Suara dari atas sehingga semua terkaget dengan dua umpan yang pura pura kaget dan takut.
DOR
DOR
DOR
Tembakan dari atas mebuat semua menengok kearah atas tak terkecuali yang bossnya. Anak buah dari pihak lawan telah tumbang beberapa sehingga membuat anak buah lawan panic dan mengatakan ke sang boss.
“kabur bos” ucap tao dan menyerang beberapa penjaga di bantu kedua satu umpan1 yang pura pura membantu
Sang bos dan dua penjaga dan umpan 2 pergi dari pintu belakang sebelum sampai pintu belakang beberapa orang alex pun masuk mebuat ke empat orang tersebut mundur dan dua anak buahnya menyerang.
“sialan”teriak boss
BUGH
BUGH
DOR
DOR
suara yang terdapat di dalam ruangan tersebut, membuat sang bos dan umpan 2 kabur kearah depan.
“apa kabar leo”
DEG
Boss atau yang di panggil leo pun kaget bukan main melihat sang musuh di depan mata.
“hahahahhahahahahahahahahahaahhaah,,,, sialan” jawab leoo
Semua orang mendengar suara tawa itu menoleh anak buah lawan kaget seseorang cantik yang masuk dalam ruangan tersebut dengan santai walau di sekelilingnya sudah penuh darah, tidak membuat wanita itu mundur.
Anak buah lawan yang bernama tao dan rahman mendekat kebosnya dengan medongkan senjatanya ke arah ley, ley yang melihat pun tertawa, dion dan alex sudah di belakang tao dan rahman. Tao pelan pelan menarik pelatuknya.
DOR
DOR
Siapa kah yang tertembak?
__ADS_1
Apakah leyna?