
Setelah meninggalkan kantor, suasana hati leyna sangat tidak baik, bukan melihat jo dengan wanita lain tetapi dia masih mengingat kata kata dari kakaknya.
“saya pesan latte panas” ucap leyna ke pelayan
“baik, tunggu sebentar” ucap pelayan
Leyna pun memainkan ponselnya, dia mengecek data data yang ada di ponselnya.
“leyna kan?” sapa wanita yang berdiri di sampingnya
“ iyaa” leyna menoleh dan melebarkan matanya
“ ya Allah ley, gue kangen” ucap wanita itu langsung memeluk leyna, leyna hanya diam
“ loe kemana aja sih?” Tanya wanita itu
“ kenapa enggak pernah ngasih kabar sih” ucap wanita itu, tanpa di jawab leyna
“loe koq diam aja sih?” ucap wanita itu melepas pelukannya
“duduk nia” perintah leyna
Ya wanita itu nia salah satu sahabat leyna yang baik, tanpa pamrih, nia hanya melihat wajah leyna sungguh berbeda wajah temannya itu, menjadi dewasa dan lebih tegas tidak seperti dulu.
“Tanyakan aja yang mau kamu Tanya kan nia” ucap leyna tenang
“kapan loe pulang?” ucap nia
“ sudah 3 bulan” jawab santay
“ loe kenapa enggak ada ngabarin sama sekali sih ley”
“sibuk”
“loe enggak kangen kita?”
“kangen lah”
“loe baik baik aja kan disana”
“baik”
“soal ber-ta it-
“bukan gue, itu fitnah” potong leyna dari ucapan nia, nia bernafas lega
“tapi berita itu sangat kejam ley”
“ akan gue bereskan nanti” ucap tenag leyna
Dua orang berbincang tanpa dia sadari ada seseorang yang melihat kearah mereka berdua, dia mengambil foto leyna dan temannya dia kirim ke bosnya.
__ADS_1
Seorang wanita sedang merawat diri di salon, mendaptkan pesan dan melihatnya dia melebarkan matanya, dan mendadak ketakutan dan dia pergi dari salon itu untuk pergi ke rumahnya.
“ astaga leo kenapa enggak bisa di hubungi sih” ucap kesal wanita itu yaitu maya
Tut tut tut
“ sialan, kemana pria itu” ucap marah maya
“ gue harus apa?”
“gue kabur ya kabur” ucap maya, dia masuk kekamar dengan memasukan bajunya ke koper
“ tapi leyna kan enggak akan bisa buat apa apa” ucap maya tenangkan dirinya
“ gue Cuma harus mastiin kevin enggak akan berpaling kea rah wanita itu”
Maya pun tidak jadi mengemasi barangnya, dan berdandan untuk ketempat sang kekasih.
Maya pun datang ke apertemen kekasihnya itu.
“sayang” ucap maya masuk ke dalam rumah kevin
Kevin yang sedang mengenakan handuk saja pun menoleh, melihat itu maya pun mendekat dan mencium kevin.
“sayang aku kangen” ucap maya dengan gairah
“ tapi aku lagi enggak pengen may” ucap kevin melepas maya
Maya pun duduk diatas kevin, membuka handuk itu dia melihat bentuk itu pun menelan ludahnya.
Mereka pun melakukan kegiatan itu lebih gairah lagi membuat mereka menikmati malam itu.
Kembali ke satu wanita yang duduk di ujung meja rapat, yang sedang mendengarkan kariawannya menjelaskan presentasi dalam rapat itu.
“ tingkatkan dalam pengelolaan saham, dan stabilkan dalam pemasaran” ucap leyna, hendak pergi dari ruang rapat
“baik miss” ucap serentak kariawan leyna
Leyna pun keluar dari ruang rapat masuk ke dalam ruang kantornya.
DRET DRET DRET
“hallo” sapa leyna mengakat telfon
“-------“
“baik saya kan tinjau lagi mengenai itu” ucap leyna, sembari menulis catatan
“-------------“
“untuk kelapangan apakah bisa di wakilkan saja”
__ADS_1
“---------------“
“baik, jika tidak bisa saya yang akan melakukan tijauan itu”
“ ---------------“
“baik terimakasih banyak”
Tut tut tut
“ jo tolong aturkan penerbangan nanti malam ke Surabaya” ucap leyna di telfon kantor ke jo
“baik miss” ucap jo, leyna pun memutuskan panggilan itu
Jam menujukan sore hari waktunya pulang kerja.
“hey cantik” sapa laki laki dari depan pintu ruang ley
“ ada apa dion?” ucap cenggah leyna
“mau pulang bareng?” tawar dion masuk dalam ruangan tersebut
“ gue bawa mobil” tolak leyna, membereskan berkasnya
“ ya sudah gue aja yang nebeng loe” ucap dion
“mobil loe kemana?” Tanya leyna mengambil tasnya dan berdiri
“ di bawa jo buat kencan” ucap dion membuat leyna menghentikan jalannya
“oke”
Leyna pun tidak mengambil pusing dan pergi dari ruanggan itu di ikuti dion di depan perusahan leyna melihat lagi jo sedang membukan mobil untuk vera dan lagi lagi jo melihat leyna sedang menatapnya.
Leyna pun memalingkan mukanya dan memasukan badannya ke dalam mobilnya.
“laki laki sama aja” batin leyna
Leyna pun tidak mengambil pusing setelah itu tertitur di kursi samping kemudi, membuat dion tersenyum.
Sampai di rumah, leyna tetap di posisi tidur dion pun mengangkatnya masuk ke rumah, seblum masuk mobil dion yang di gunakan jo pun tiba.
“ enggak jadi kencan?” Tanya dion ke jo dengan mengendong ley
“ loe koq ngaco sih, gue enggak kencan kali” ucap kesal jo, melihat leyna tertidur membuat nafas jo berat
“ ya gue kira” ucap santay dion, masuk ke rumah, meletakan leyna di kamarnya.
Jo pun masuk, dan langsung masuk ke kamar tidak membantu leyna.
Apa apa dengan jo?
__ADS_1
Apa jo membuka hatinya ke vera?