Gadis Mafia Berhati Malaikat

Gadis Mafia Berhati Malaikat
episode 18


__ADS_3

Pagi pun datang, aktivitas telah di mulai termasuk di kediaman leyna sudah dipenuhi aktivitas dari sang remaja yang hendak kesekolah, para pekerja yang sudah melalui aktivitasnya sedari subuh, serta dua laki laki yang siap di meja makan, sedangkan sang boss belum keluar dari kamarnya.


“ kak ley belum keluar ya” Tanya dewa, dengan menaruh tasnya disamping kursi yang dia duduk’i


“belum, mungkin kelelahan, lekas sarapan dan berangkat sekolah” jawab jo, meletakkan roti di piring dewa. Dewa pun menurut tanpa perotes


“nanti kamu akan di antar bang dion” ucap jo, sembari meminum tehnya


“ gue jo!! Gue gak bisa ada pekerjaan yang penting” jawab dion, bukan berbohong tetapi itu memang kenyataannya


“ enggak usah ribut, dewa berangkat sama supir kak ley aja” saut dewa santay


“ anak pintar” ledek dion


“emang wleee” jawab dewa, membuat jo mengelengkan kepalanya


Sarapan pun di lakukan dengan tenang walau ada perdebatan kecil antara dion dan dewa, sedangkan jo menjadi diam, dia menoleh kearah kamar leyna yang masih tertutup, sepertinya orang memiliki kamar itu masih di alam mimpi, setelah melihat pintu kamar ley, jo pun melanjutkan sarapanya.


Di kamar mandi berdirilah seorang perempuan yang menatap dirinya di depan cermin kamar mandi, wanita itu menyesali perbutannya tadi malam yang dia lakukan dengan sekertarisnya itu.


“Bod*h, bod*h” ucap ley sembari memukul bibirnya


“bisa bisanya gue asal cium bibir orang aja”


“gimana nanti kalau bang jo mikir gue ada rasa sama dia!!”


“jangan, jangan itu enggak mungkin, bang jo enggak akan berfikir begitu”


“tapi gimana kalau bang jo berfikir gue akgresif??”


“ohhh tidakkk, bod*h, bod*h ley”


“dasar wanita cabul” ucap ley mengatai dirinya sendiri


“terus gimana gue ketemu sama bang jo”


“auh ahh pusing”


Setelah merutuki nasibnya ley pun segera mandi, beberapa menit kemudian dia telah selesai mandi, dan ingin berganti bajunya tetapi sesuatu menghentikan pergerakannya.


Tok tok tok


Leyna menoleh kearah pintu keluar kamarnya.


“ada apa?”Tanya ley dari dalam kamar


“ loe dah bangun!!, gue sama dewa dan bang jo mau berangkat” ucap dion dari luar kamar


“ oke hati hati di jalan” jawab leyna dari dalam


“ oke, ingat tar malam kita ada urusan” ucap dion membuat ley berhenti untuk mengambil bajunya

__ADS_1


“baik” jawab ley tegas dari dalam kamar


Hening


Menandakan dion dan yang lainnya pun telah berangkat semua, meninggalkan sang bos dirumah, ley merasa lega tak akan bertemu dengan jo untuk sementara waktu.


Leyna pun keluar dari kamarnya, mengenakan kemeja putih, celana kain panjang berwarna coksu serta blazer berwarna coksu di padukan dengan rambut yang lurus, tampak cantik, dan tegas, menuju meja makan.


“ mau sarapan apa non?” ucap bi ati


“ saya mau nasi goreng aja bi, sama air putih dingin ya bi” ucap leyna dengan lembut


“ baik non”


Selang beberapa menit kemudian bi ati pun menyiapkan makanannya di atas meja makan.


“ silahkan di nikmati non”


“terimakasih banyak”


Leyna pun makan dengan tenang, setelah melakukan sarapan dia pun berangkat menggunakan mobilnya sendiri.


Leyna berhenti di depan took bunga, dia turun menggunakan masker dan kaca mata.


“ mau cari bunga apa nona?” Tanya penjual


“saya mau cari bunga mawar putih”ucap ley sembari melihat lihat


“iyaa, kasih saya sepuluh ikat bunga dirangkai dengan cantik”


“silahkan menunggu sebentar nona”


Di jawab anggukan oleh ley dia pun duduk di salah satu kursi di took itu, setelah bunganya dia dapatkan dia beranjak ke rumah sakit di tempat papanya di rawat.


“nona?” panggil perawat


Leyna membalikan badannya, melihat perawat itu.


“pasein yang sering anda jengguk sudah pindah” ucap perawat itu


DEG


“kemana?” Tanya ley dengan tenang


“ keruang rawat inap di atas nona no 122” ucap perawat


“syukurlah”batin ley


“baik lah” jawab leyna, meninggalkan ruang ICU


Leyna berdiri di depan ruang rawat inap papanya bisa dia lihat dari luar papanya sedang di suapi makan oleh mamanya, ley tersenyum kecil dan lembut melihat itu. Dia meletakan bunga itu di depan pintu, dan meninggalkan ruangan itu.

__ADS_1


DEG


Lengan leyna tertahan oleh sebuah tangan yang hangat, ley tau itu siapa tetapi tak mungkin dia berbalik sekarang.


“siapa kamu?” Tanya laki laki itu


Hening


Leyna menarik paksa lengannya tetapi tak dapat dia bebaskan dengan mudah. Melihat orang yang dia genggap ingin pergi dia berkata


“jangan pernah datang kembali ley” ucap laki laki itu dingin


Hening


Leyna tak menjawab tetapi dia berdiri lebih tengak dari yang tadi, sifat keras ley mulai keluar, dia berbalik dan memandang laki laki dari balik kaca mata dengan melepaskan tangannya.


“aku peringgatkan, jangan pernah kamu kemari lagi” ucap dingin laki laki itu


“baik” ucap tegas dan lembut leyna


DEG


Laki laki itu terdiam, ada rasa rindu, benci, kecewa, marah yang dia rasakan dari leyna sang adik tetapi dia tutupi, leyna melangkah maju kesamping sang kakak dan membisikkan di telinga kakaknya.


“jangan menyesal”bisik leyna lebih dingin, leyna pun berjalan menjauh dengan tegar, sedangkan sang kakak terdiam dengan rasa kecewa


Delon melihat seikat mawar putih kesukaan mamanya, dia mengambil dan membawanya masuk.


Leyna dengan rasa kecewanya dia pergi ke kantornya, sampainya di kantor leyna menjadi pendiam dan cuek banyak yang menegurnya dia cuek saja dan melewatinya, hatinya sensitif perihal keluarga, dan dia benci di usir apa lagi oleh kakaknya yang seharusnya melindunginya.


Jo masuk keruangan leyna dengan rasa canaggung, tetapi saat melihat leyna biasa saja dia pun menjadi biasa saja, padahal dalam lubuk ley dia malu tapi karena rasa marahnya dia menjadi lupa.


“ selamat pagi miss” sapa jo sopan kebosnya


“ pagi, ada apa?” ucap leyna datar


“jam 10, miss ada mitting dengan clean dari perusahan jaya maju” ucap jo,


“baik, setelah itu?” Tanya ley, sembari melihat berkasnya


“jam 2 siang ada rapat dengan departemen perkembangan” jawab jo


“baik, kembali ke tempat” ucap leyna tanpa menoleh ke jo membuat jo ingin bertanya tetapi dia urungkan


Jo keluar, leyna menghembuskan nafas beratnya, setelah itu jam menujukan jam 10 saatnya untuk metting, metting di lakukan dengan baik dan lancar.


Sekarang menunjukan jam 11 siang waktunya makan siang, leyna hendak makan siang tetapi melihat di kantin kantor ramai dan melihat sepasang laki laki dan perempuan dengan bercanda layaknya pasangan membuat leyna mengurungkan niatnya.


Leyna berbalik membuat laki laki dari dua orang yang di sebut pasangan itu melihat leyna berbalik pergi meninggalkan kantin kantor.


Apa dengan leyna?

__ADS_1


Apakah dia cemburu?


__ADS_2