
Suara dua tembakan di dalam ruangan itu membuat seluruh orang di dalam gedung itu terkaget, dion mengarah pandanganya ke Leyna dia tak mau teman sekaligus sahabat dan bosnya terluka.
Tembakan anak buah leo mengarah tepat di badan leyna tetapi sebelum mengenai leyna, anak buah leo sudah terkena tempakan dari arah belakang oleh alex, sedangkan peluru ke arah ley dapat ley hindari.
“sambutan yang luar biasa hahahah” ucap ley di depan tubuh leo
“hahaha sekian lama bersembunyi loe keluar juga rusa kecil” jawab leo sembari membelai wajah leyna
“kenapa loe takut melawan gue!” ucap leo sinis
“melawan loe! Tentu saja tidak takut” ucap leyna sinis
“hahahahaha.. bagaimana loe sudah melihat keluarga loe gue hancurkan” ucap penekanan leo, membuat ley mengepalkan tanganya kuat kuat, tetapi dia berusaha santay
“ mau gue hancurkan lebih parah lagi? Tanya leo sinis,
“loe enggak lihat situasi sekarang yaa!, loe enggak akan bisa lepas dari gue” jawab leyna sinis, membuat leo terdiam dengan raut marah
“loe hanya anak kecil, yang suka ikut campur” ucap marah leo
“loe sampah masyarakat” ucap leyna
Sakmat
“sialan, Brengs*k, SERANG” ucap marah leo
BUGH
Leo meninju wajah leyna cukup keras membuat leyna menoleh kearah kanan, bibirnya pun robek dia tersenyum sinis, dan membalasnya, semua orang saling melawan begitu juga dengan anak buahnya leyna.
BUGH
DOR
BUGH
SRETttt
Leo mengeluarkan pisaunnya yang ada di balik bajunya setelah dia merasa kalah duel tanpa senjata, ley yang melihat itu tersenyum.
“tenyata loe makin lemah ya” ucap remeh ley mengundang emosi leo memuncak
Leo pun mengarahkan pisaunya kea rah leyna dan di tangkis oleh leyna, mereka pun saling serang menyerang setelah nama saling menyerah, ley pun mendapatkan pisau sang lawan dan menyerang kaki kanan lawan.
Sretttttt
“Ahhkkkk”
Leo pun tersungkur setelah mendapatkan serangan leyna di kaki membuat kaki leo mengeluarkan darahnya.
Anak buah leo pun telah di amankan oleh para polisi, tersisa leyna dan leo serta anak buah leyna.
“SIALAN”
“bagaimana rasanya?”ucap sinis leyna di depan leo yang tersungkur
“IBLISS”
Ley pun mengijak jari jari leo yang menjadi tumpuan di lantai.
__ADS_1
“tangan ini yang telah menyakiti keluarga ku”
PLAKKK
Tamparan leyna ke leo dengan sangat keras, orang yang melihatnya pun meringis
“itu balasan dari apa yang telah kau berikan kepada keluarga ku”
“hahaha keluarga loe terlalu BOD*H sehingga gampang masuk perangkap gue, bahkan tunangan loe pun terlalu bod*h, ahk bukan terlalu bo*h tetapi terlalu BRENGS*K hahahaha”
PLAKKKK
Leyna menamparnya lagi dengan berlawanan arah.
“loe terlalu banyak bacot le”
“hahaha memang betul, tunangan loe itu sudah tidur dengan berbagai wanita di belakang loe!!!,, bagaimana di hianati tunangan yang loe cinta”
“HAHAHAHAHAA …… loe pikir gue bod*h laki laki sejenis dengan loe itu sama sama BRENGS*K leo, loe gak sadar akan kelakuan loe selama ini, loe sama le sama sama BRENGS*K, bahkan merelakan simpanan loe tidur dengan musuh loe loe terlalu bod*h le, bod*h loe enggak tau wanita itu hamil anak musuh loe, bahkan mereka sudah merencanakan pernikahan.. le le loe terlalu per-
“DIAM PELAC*R”
“kenapa le loe takut dengar fakta ini, jangan terlalu naïf le loe tau gimana watak wanita itu. Dia berani naik ke ranjang loe , tidak menutut kemungkinan dia akan berani naik ke ranjang lawan loe……bahkan loe tau siapa yang pelac*r! dia atau gue”
“bawa dia” perintah ley kepada rendy, sebelum di bawa pergi ley membisikan ke leo
“gue akan hancurkan wanita mu”bisik leyna ke leo sebelum di bawa pergi
“TUNGGU PEMBALASAN GUE SIALAN” teriak leo yang dibawa 5 orang anak buah rendy
“terimakasih ley atas bantuan mu” ucap rendy kepada leyna dan di balas senyuman, rendy pun melangkah mengikuti leo dan anak buahnya yang mambawa leo
“gak papa, bang alex tolong bawa barang bukti yang ada di gedung ini berikan kepihak polisi” ucap leyna
“ baik ley, tapi loe gak papa?” ucap alex yang melihat sudut bibir leyna robek dan goresan lebar di lengan leyna yang terkena pisau leo
“sudah kerjakan saja tugasnya” jawab leyna mengalihkan permbicaraan , dan di setujui oleh alex yang pergi dengan anak buahnya
“kita kemarkas” ucap ley kepada dion, sebelum dion bertanya Tanya
Misi selesai ini penangkapan leo, leyna dan anak buahnya bergegas pergi dari lokasi, penangkapan leo ini tersimpan dengan rapi tak akan orang tahu, sebelum semuanya terselesakan.
Jam menujukan jam 3 dini hari, ada seseorang laki laki yang duduk termenung di depan tv yang menyala, tetapi laki laki itu tidak menonton tetapi sedang memikirkan hal lain.
“ bang loe belum tidur” ucap remaja laki laki itu
“ belum, loe butuh apa dewa?” jawab laki laki itu kepada remaja laki laki yang bernama dewa
“gue haus tadi, gue lihat loe bengong aja di sini, kenapa bang jo” ucap dewa, duduk di samping jodivan
“gue gak papa, balik tidur sana” ucap perintah jo
“ya sudah deh” ucap dewa menyetujui perintah jo
Setelah melihat dewa masuk ke kamarnya, jo pun kembali termenung.
“apakah dia punya misi besar?” ucap jo pelan, jo menyadari situasi yang aneh setelah melihat salah satu anak buah bosnya berjaga di luar rumahnya ini
“apakah misi itu di kerjakan malam ini” ucap jo mengingat bahwasanya beberapa hari lalu ada rapat di rumah ini
__ADS_1
“kenapa begitu mendadak, tidak ada yang memberitahuku”
“apa karena gue Cuma sekertasrisnya di perusahan jadi tak diberitahu”
“kenapa jam segini belum pulang?”
“apa misinya gagal!!, apa ley terluka?”
“ahh enggak akan terluka, ada dion yang menjaganya”
Begitu banyak pertanyan yang jo ingin tanyakan dan jo pikirkan, setengah jam kemudian jo berdiri dan mendengarkan suara mobil masuk kearah halaman rumah itu, jo pun melihat dari jendela, dia melihat leyna dan dion pulang sebelum mereka masuk keduanya berbicara anak buah ley untuk pergi setelah itu mereka masuk.
“ dari mana kalian?” Tanya jo tiba tiba mengagetkan kedua orang tersebut
“sialan ngagetin gue aja loe” sahut dion, jo pun nyelakan lampunya, setelah laampu menyala begitu kagetnya saat melihat wajah ley dan wajah dion yang penuh luka luka.
“jangan Tanya apa pun jo” ucap ley pergi dari ruangan tengah untuk kekamarnya
“ di, misi kalian! Berhasil?” ucap jo ke dion
“berhasil lah, baik loe ampil p3k buat gue, sakit ni” jawab dion, membuat jo melangkah pergi untuk mengambil obat obatan
Sebelum kembali jo menyempatkan membuka kamar leyna, terlihat bahwa ley sudah tertidur di kasur setelah membersihkan diri, jo pun menutup pintu itu.
Setelah jo membersihkan luka luka dion, dia kembali ke kamar leyna dia membuka pintu tersebut, dengan pelan pelan, dia duduk di samping tempat tidur itu melihat wajah leyna dan melihat sudut bibir leyna robek dia pun mengoleskan obat dengan pelan pelan agar ley tidak bangun tetapi sayang ley sangat sensitif dengan sentuhan sehingga dia pun membuka matanya.
“maaf abang Cuma mau ngobatin wajah mu” ucap jo, leyna hanya diam
“maaf mengagu waktu tidur mu” sahut jo kepada leyna dan mengelus kepala leyna, leyna hanya diam
“ luka sudah abang kasih obat, tidur lagi ya” ucap lembut jo dengan mengelus pipi leyna, leyna diam
“abang keluar dulu ya” pamit jo,leyna diam, jo pun berdiri dan hendak pergi
“temani ley tidur”ucap ley, dengan menahan tangan jo
DEG
Jo yang mendengar itu pun menjadi gugup dan akhirnya menyetujui hal itu dia kembali duduk.
“ ley gak papa” ucap lembut jo sambil menyusap wajah leyna dengan embut, membuat ley nyaman
“emmmm” jawab leyna, masih memandang wajah jo
“ ya sudah tidurlah, setelah tidur abang keluar” ucap jo yang masih berada di posisi itu
“emmmm”
Mereka pun saling memandang tanpa berbicara, jo menunggu leyna menutup matanya, beberapa menit ley memandangi wajah itu dengan pikiran sangat dalam.
CUP
DEG
Kecupan di bibir laki laki oleh ley secara tiba tiba membuat jo Berdebar begitu cepat, setelah mengecup laki laki itu dia langsung membalikan tubuhnya membelakangi laki laki itu, dia pun tidur, tetapi seketika tidak jadi tidur karena tarikan jo menjadi terlentang.
CUP
Balasan jo kepada leyna, entah apa yang di lakukan laki laki itu dia sudah tidak memikirkan apa pun, secara balasan itu membuat ley membuka matanya dan menubruk mata jo, jo melihat mata sayu leyna yang dia sukain membuat dia memajukan wajahnya untuk mencium bibir leyna.
__ADS_1