Gadis Mafia Berhati Malaikat

Gadis Mafia Berhati Malaikat
episode 11


__ADS_3

tok tok tok


"apa kakak boleh masuk wa "ucap Ley, dari luar kamar


"masuk aja enggak di kunci"sahut dewa dari dalam kamar


Ceklek


Ley berjalan kearah adiknya itu yang sedang bermain game dengan ponselnya dan bersandar di tepi ranjangnya, Ley pun duduk di samping remaja itu.


"kamu marah ya sama kakak"ucap lirih Ley, dengan mengegam salah satu tangannya


"untuk apa marah, biasa aja tu"jawab santay dewa, yang belum menatap sang kakak


"wa kamu sama kakak bukan 1 sampai 2 tahun aja, hampir setengah dari umur mu itu sudah hidup bersama kakak jadi kakak tau"jelas Ley mulai berani menatap adiknya


" iya deh kalah aku sama kakak satu ku ini"ucap ngalah dewa, mulai menatap kakaknya


pandangan mereka bertemu, remaja itu mulai menatap dalam mata kakaknya tak lama dia pun berkaca kaca, sulit baginya jauh dari sosok kakak, ibu sekaligus ayah bagi nya, Ley merangkap semua peran sejak dewa hidup bersamanya waktu itu usianya masih 8 tahun.


Ley yang melihat adiknya mulai menangis itu pun mulai berkaca kaca juga tak lama dia mulai merentangkan tangannya hendak memeluk adiknya itu, dan di sambut oleh dewa mereka pun mencurahkan kerinduannya selama ini. satu jam pun berlalu mereka hanya berpelukan dan menangis, walau dewa laki laki tapi persoalan kakaknya dia bisa berubah 180°.


"ikut pulang, tinggal sama Kakak ya wa" ucap Ley, yang melihat dan menghapus air mata adiknya


" tapi kak _


"kakak cuma enggak bisa jauh lagi dari kamu "ucap potong Leyna


"makanya cepet nikah kan biar ada temen"ledek dewa ke kakaknya


"dasar anak nakal"ucap gemas Ley, dia pun tersenyum ke adiknya


" emang kakak enggak tinggal sama bang Dion?" tanya dewa ke kakak nya


" bang Dion kan punya rumah sayang, sekarang kakak tinggal dengan seketaris kakak" ucap Ley, memberikan penjelasan


" haa bukannya bang Dion yang jadi seketaris kakak? "tanya lagi dewa


"dia masih kerja sama kakak tapi untuk seketaris sudah kakak ganti" ucap Leyna santay


"laki laki atau perempuan "tanya balik dewa


"laki la-


"oke aku akan tinggal sama kakak"ucap posesif dewa, bergegas menyiapkan bajunya

__ADS_1


melihat adiknya itu akan posesif kembali membuatnya kembali hangat, dia Merasa beruntung karena memiliki dewa Saputra sebagai keluarga, dengan semua penghuni panti asuhan itu keluarga Leyna yang baru.


"ayok kita pergi"ajak dewa, setelah membereskan barangnya


Ley hanya mengangguk, dan berjalan keluar kamar dengan membawa barang dewa yang akan di bawa ke rumah nya.


"loh mau kemana dewa?"tanya ibu Wati, melihat Ley dan dewa membawa barang barang seperti pindah rumah


"ini Bu saya izin bawa dewa tinggal di rumah Ley karena Ley cuma tinggal berdua saja tak apa kan. Bu"izin Ley ke ibu panti dewa


"tidak apa, tapi dewa di sana jangan nyusahin kak Ley ya" pinta ibu Wati ke dewa


"baik Bu dewa faham koq"ucap dewa sambil ke luar dari rumah mengarah ke mobilnya Ley, di ikuti Ley dan ibu Wati yang keluar rumah


"Bu Ley enggak bisa pamitan sama anak anak tolong nanti bilang kalo Ley pulang dulu besok malam Ley akan menginap di sini"ucap Ley ke ibu Wati


"iyaa sayang ibu nanti akan bilang mereka, kamu hati hati di jalan ya," jawab ibu Wati


" iya Ley pergi dulu ya Bu"pamit Ley, dan mencium telapak tangan ibu Wati


" iya sayang hati hati ya"ucap ibu Wati, Ley pun bergegas masuk ke mobil


"Bu dewa pergi dulu ya Bu, ibu jangan kangen dewa soalnya kangen tu berat biar dewa aja"canda dewa mengikuti dilan 1990


"dasar anak nakal, ibu jewer kamu nanti" sahut ibu Wati, dewa pun cengengesan dan masuk ke dalam mobil kakaknya ibu


selang satu jam mobil Ley pun sampai di rumah Ley, Ley pun mulai memarkirkan mobilnya di tempat parkiran di sambut oleh seorang laki laki yang berumur lebih tua darinya. Ley pun turun dan di ikuti dewa


"bapak ini siapa ya?"tanya Ley, yang baru melihat laki laki itu


"saya satpam yang di perkejakan den Dion non"jelas laki laki itu


" owh.. oke tolong keluarin barang barang adik saya ya pak, dan bawa masuk kedalam rumah ya pak" pinta lembut Ley, dewa pun masuk ke dalam rumah dengan membawa sedikt barangnya


"baik non"ucap laki laki itu,


"terimakasih pak --- siapa namanya" tanya Ley


"pak Tono non" ucap pak Tono


" baik terimakasih pak Tono" ucap Ley, dan pergi ke dalam rumah


"santun sekali nona ini"batin pak Tono


dewa pun masuk ke dalam rumah di sambut oleh pemuda yang pasti dewa mengenalnya, tanpa sedang bersantay di ruang tamu.

__ADS_1


" Hay bang Dion"sapa tiba tiba dewa dengan heran Dion yang mendengarkannya langsung menoleh sontak membuat nya kaget


" wow nak kurcaci"jawab Dion dengan meledek sontak dewa pun cemberut mendengarkannya


"masih aja enggak berubah"ucap dewa sedikit menggerutu


" hahahah emng loe anak kurcaci Lok, haha sini peluk gue kangen juga gue"ucap Dion, berdiri dan memeluk Dion


" dasar jangkrik kejepit" ucap dewa menanggapi ucapan Dion


mereka pun berpelukan, Ley pun masuk kerumah di ikuti pak Tono yang membawa barang mereka ke dalam rumah majikannya itu. Ley yang melihat adik dan sahabatnya berpelukan hanya menggelengkan kepalanya saja.


lama berpelukan dewa melihat sosok pemuda yang belum ia kenal sama sekali, tiba tiba raut wajah dewa berubah, berganti menjadi wajah untuk menyelidiki siapa laki laki itu, apa seketaris baru yang kakaknya bilang atau calon kakak iparnya.


Ley dan Dion menyadari padangan remaja itu mereka pu mengikuti arah pandang dewa, sontak membuat Dion dan Ley tersenyum melihat keposesifan dia kekakknya



pemuda yang sedang membuat kopi, untuk temannya dan masih mengenakan baju kantornya sontak merasakan tatapan mengarah kepadanya membuat laki laki itu mengalihkan pandangannya ke tiga orang yang sedang menatapnya.


" siapa kamu?".. tanya tegas dewa berjalan ke arahnya


" emmm saya Jodivan bisa di panggil jo".. jawab Jo santay, mengarah pandangannya ke Dion seperti bertanya siapa dia tetapi Dion pun hanya diam tanpa memberi tahunya.


"seketaris kak Ley yang baru".. ucap sinis dewa, membuat Jo pun merasakan aneh


"ahh iya saya seketaris nya Leyna"... jawab Jo merasa terpojok


" owh cuma seketaris nya, "... ucap dewa lega,


" tapi jangan dekat dekat kakak ku ya, sebisa mungkin satu meter, jangan cari perhatian sama dia paham".. peringatan dari dewa untuk Jo sontak membuat Dion ketawa Ley pun langsung pergi ke kamarnya


" dan jangan macam macam walau kalian tinggal berdua sekarang ada aku yang me--


" sudah loe cerewet banget sih wa, dasar nak kurcaci"... ucap Dion menyudahi drama dewa ke Jo


" gue cuma memperingati aja kali bang".... jawab santay dewa


" ingat nak kecil dia lebih tua dari lu, panggil yang sopan"... ucap tegas Dion, untuk mendidik dewa


" iyaa bang"... jawab lemah dewa dia tau Dion kalo marah seperti kakaknya enggak pandang bulu


" gue juga mau teh ya ".. jawab santay dewa terdengar tak sopan oleh dion, Dion pun natap tajam dewa membuat dewa ciut


" bang Jo dewa mau teh satu juga ya tolong ".. ucap lembut dewa, membuat Jo tersenyum

__ADS_1


Jo melanjutkan aktivitas nya, sedangkan Dion mengantarkan dewa kekamarnya.


__ADS_2