
Kevin begitu kaget dengan adanya wanita yang ada di depannya, matanya meneliti seluruh badan wanita itu. wajah itu semakin dewasa, matanya semakin tegas menambah kecantikannya.
Kevin hanya terdiam di tempat hilang seluruh nyawanya waktu seperti berhenti di tempat, membuat Dimas mengarahkannya untuk duduk.
"apa kabar pak Kevin!" sapa wanita itu dengan nada lembut dan elegan
"ba-ik, anda?" balasnya Kevin dengan gugup
" seperti yang anda lihat" jawab wanita itu
" maaf sebelumnya, bapak Kevin jauh jauh kemari ada urusan apa ya?" tanya laki laki bos perusahaan itu
" begini pak saya ingin menanyakan proyek ke 3 yang kita jalankan" ucap Dimas, Kevin hanya diam tak berani berkutik
" iya bagaimana?" tanya laki laki itu, wanita yang sebelahnya hanya memandang dengan datar
" begini, menurut proses bekas ini tak masuk dalam perjanjian pak, dan ini menimbulkan kerugian untuk perusahaan kami" ucap jelas Dimas
" tetapi itu sudah masuk dengan apa yang anda tanda tangani, bukan? tanya laki laki itu
" tetapi itu tidak masuk dalam perjanjian kita pak" ucap Dimas
" itu bukan urusan saya, proyek yang sudah anda setujui itu tangung jawab anda" bantah laki laki itu
" pak" ucap Dimas ke Kevin meminta bantuan
" tolong ambilkan berkas di ruangan saya" perintah laki laki itu dengan asistennya lewat ponselnya
"Anda menjebak perusahan saya!!!" ucap Kevin, membuat wanita itu menarik sudut bibirnya keatas menimbulkan senyum sinis wanita itu
"saya tidak menjebak anda!. sesuai yang ada setujui itu masuk pertangung jawabannya anda" ucap laki laki, serta memberikan berkas yang telah di berikan asisten nya
Kevin dan Dimas melihat berkas itu dan betul semua telah di setujui, semua resiko di ambil allih ke perusahan Kevin yang menimbulkan sebagian saham perusahan Kevin terbagi dua dan sialnya Kevin hanya mendapatkan 40% dari perusahaan itu.
Brak
__ADS_1
Kevin membanting berkas itu dengan keras, membuatnya menoleh kearah Kevin.
" apa apaan bapak ini" ucap marah laki laki itu
" ini bukan kerjasama tetapi penjebakan" jawab Kevin dengan marah
" apa maksud anda, anda mefitnah perusahan saya" ucap marah laki laki itu
Kevin pun menarik kerah baju laki laki itu, ingin memberikan hantaman ke laki laki itu.
" Anda semakin kasar ya?" ucap wanita itu dengan memegang tangan Kevin melepaskan dari leher laki laki itu
"bagaimana rasanya?" tanya wanita itu dengan melipat tangannya di atas perutnya
" apa maksud mu hah" tanya Kevin yang bingung dengan pertanyaan wanita itu
" bagaimana rasanya kehilangan banyak penghasilan yang di peroleh dari perusahan mu" ucap wanita itu berdiri di hadapan Kevin dengan aura yang jauh berbeda Kevin pun menyadarinya.
"kam-
DEG
wanita itu tersenyum senang melihat begitu kagetnya Kevin dan sekertaris nya.
"owh jadi kamu yang bekerja sama dengan laki laki tua Bangka itu" ucap sinis Kevin
" bagaimana?" ucap wanita itu
" hahahaha owh kamu meminta tolong dengannya untuk menghancurkan ku kan, di bayar pakai apa! owh aku tau pasti pakai tubuh mu itu" ucap dingin Kevin dengan penuh kemarahan
" hahaha bagaimana anda sudah puas dengan tubuh wanita ini? tanya Kevin lelaki laki itu
" jala*g ya tetap JALA*G bag-
PLAK
__ADS_1
sebuah tamparan keras yang membuat kepala Kevin menoleh ke kanan, mulutnya robek seketika karena begitu kerasnya tamparan itu.
" kamu pikir saya itu kamu" ucap dingin wanita itu dengan penuh amarah
"kamu pikir aku kamu yang gampang tidur dengan wanita wanita yang berbeda" tuduh wanita itu
" apa aku perlu memberikan bukti bukti kemedia kalau seorang CEO muda suka bergonta ganti pasangan tidurnya" ucap wanita itu
" saya akan mengambil kembali apa yang pernah kamu ambil dari saya" ucap tegas wanita itu,. wanita itu pun melangkah pergi dari ruangan itu
" LEYNA" teriak Kevin, membuat wanita itu yang tepatnya leyna berhenti
leyna membalikan tumbuhnya dia melihat Kevin berjalan kearahnya.
" itu perusahan saya, seluruh nya punya saya" ucap Kevin
" yang anda ambil dari papa dan kakak saya bukan?" bantah leyna
" perusahan keluarga mu udah bangkrut ley, saya yang membelinya" jawab Kevin
" kamu pikir, aku enggak tau kalau kamu yang memanipulasi seluruhnya" ucap sinis leyna
"selamat menikmati tuan Kevin yang terhormat" ucap ejek leyna dan meninggalkan Kevin mematung
"WANITA SIALAN" teriak Kevin. membuat keributan
" pak bawa mereka keluar jangan sampai menimbulkan keributan" perintah bos perusahan itu ke keamanan
" mari pak keluar, jangan membuat keributan" ucap keamanan, mendorong badan Kevin dan Dimas
" GUE BISA SENDIRI BAJING*N" teriak Kevin marah yang di dorong keamanan
kedua orang itu keluar dengan marah, Kevin sudah tau siapa yang membuat perusahannya merugi, pertemuan pertama dengan wanita yang pernah dia cinta tidak begitu baik.
leyna pergi dari perusahan itu dengan puas di hatinya, dia akan membuat sedikit keributan lagi di perusahaan laki laki itu esok harinya.
__ADS_1