
Cerita kembali lagi, sekian lama saya menyelesaikan skripsi saya dan akhirnya terselesaikan juga dan saya bisa fokus membuat cerita lagi, terimakasih untuk semuanya yang tetap setia menuggu kelanjutannya terimakasih untuk doa dan dukungannya, insyaAllah cerita ini akan berlanjut lagi dan semakin seruu…
Dihalaman rumah yang sederhana berkumpullah orang -orang yang akan mengadakan rapat pada malam ini yaitu leyna dan beberapa anak buah serta satu jendral polisi, mereka duduk dan menikmati makanan ringan dan segelas kopi.
“bagaimana bang rendy sudah tau mengenai rencana dan strategi ini” Tanya Ley
“ sudah sebagian besar udah gue pahami untuk situasinya gue bisa kendalikan” jawab Rendy
“oke berarti untuk anggota abang sudah aman”
“yaa kurang lebih begitu”
“untuk rencana B itu untuk cadangan jika merpati mulai mengenali rencana awal kita”
Merpati adalah nama samara untuk nama musuhnya.
“ untuk persiapan anggota bagaimana? Apa sudah mengerti tugas masing – masing?” Tanya Ley kepada Alex
“semua sudah aman terkendali” jawab Alex
“pastikan semua aman tak akan ada yang terluka dari anggota kita maupun anggota bang rendy” perintah Leyna ke anggotanya dan di iyakan oleh angggotanya
Walau anggota Leyna bukan anggota kepolisian tetapi kemampuan mereka tidak di ragukan mereka sangat terampil dan professional yang bisa dikatakan kemampuannya di atas polisi, tetapi ley tidak mengagap remeh kepolisian karena mereka juga handal dalam menjaga keamanan masyarakatnya.
Sejam kemudia mereka pun menyudahi pembicaraan itu dan satu persatu berpamitan pulang meninggalkan rumah sederhana itu dan menyisakan dua laki – laki yang pastinya mereka tinggal dirumah itu, ley dan kedua rekannya masih di dalam halaman itu terdiam tanpa berbicara menimati angina malam yang lumayan cerah ini, ley memandangi langit malam ini dengan tatapan dalam.
“gue pastiin besok hujan” ucap tiba- tiba Dion memecahkan keheningan
__ADS_1
“sok tau loe”jawab Jo
“yeh di bilangi juga enggak percaya”
“siapa yang mau percaya sama omongan ngawur lu tu, emang lu peramal sampai tau besok hujan”
“maksudnya bukan hujan air kali”
“tapi hujan air mata BUAHAHAHAHAHAHAHHAAHAHA”
“gila” ucap Jo dengan memasang jawab datar tidak dengan Ley hanya menatap Dion dengan dalam
“ enggak lucu ya?”
“menurut ngana lucu enggak, udahlah ngomong sama lu enggak ada jelasnya gue masuk duluan” ucap Jo kepada Leyna, setelah itu beranjak pergi dari sana
“ enggak lucu ya candaan gue ley?” Tanya Dion
“ yaahh padahal menurut gue lucu loh ley”
Tak ada sahutan dari Leyna dia hanya diam.
“loe masih mikirin keluarga loe ya” ucap Dion hati hati sehalus mungkin
“emmmm”
“sudah menggujungi papah loe?”
__ADS_1
“udah tadi siang”
“kalau bang delon?”
“belum, loe pasti tau kenapa gue gak nemui dia”
“tempramennya enggak hilang – hilang, kalau gue kesana tanpa menyelesaikan masalahnya dulu otomatis gue akan di usir” lanjut Ley
“semua akan aman ley selesai kita akhiri ini semua”
“belum tentu” ucap ambigu Ley
“maksudnya gimana?, kalau ini sudah berakhir tentu kita akan tenang ley”
“udah anak kecil enggak usah mikir terlalu dalam” ucap ledek Ley serta meninggalkan dion sendiri
“haahhh” heran dion
“umur gue lebih tua setahun kali dari pada loe kali ley” bantah dion yang mendapat lambaian tangan dari ley sembari meninggalkannya Dion yang melihat hanya mengenduskan rasa berat hati.
Esokkan hari Ley bergegas mengantarkan dewa sekolah tanpa Jo karena ingin menghabiskan waktu dengan adiknya ini, dalam perjalanan banyak sekali pembicaran antara ley dan adiknya itu tanpa mereka sadari saat di lampu merah mobil yang di kendarai leyna bersampingan dengan mobil seseorang dari masa lalu leyna orang itu memerhatikan leyna tetapi dia ragu apakah dia ley atau bukan.
Lampu merah pun menjadi hijau mereka pun berjalan dan berbisah mobil yang di sebelah lay mengambil arah kanan sedangkan ley mengambil jalan terus untuk menuju ke sekolah adiknya.
Siapakah dia yang berada di samping mobil ley?
Apakah abang leyna?
__ADS_1
Atau mantan tunangan leyna?
Atau mungkin orang lain?