
Maaf Typo bertebaran beb
Belum sempat edit.
.
.
.
.
.
Sebelum membaca, Jangan lupa ya kakak komen dan like nya ya.... dan juga jangan lupa follow aku ya kakak supaya kita bisa berteman.. semua itu buat semangat ku untuk menulis..
.
.
.
.
...TERIMAKASIH...
.......
.......
.......
...selamat membaca semoga suka ceritanya......
...*********...
...GAIRAH CINTA KUANRIN ...
.......
.......
.......
.......
.......
Kami pun menjalani semua serangkaian tes dan pemeriksaan dan kabar gembiranya adalah aku bisa menjalani program bayi tabung itu karena tidak ada masalah dalam kandungan ku.
Segala macam obat yang diberikan untuk mendukung proses berjalannya program itu pun aku tenggak, aku tidak peduli apapun yang aku perdulikan cuma satu yaitu semua berjalan lancar dan nanti ada Kuan junior dirahimku.
Tinggal menunggu penanaman embrio ke rahim ku saja dan itu sudah membuatku berdebar-debar tak sabar menunggu kabar dari Dokter Chucu.
Walaupun kemarin Dokter menjelaskan ada resikonya melakukan program bayi tabung ini.
**flasback on**
"Nyonya Karin semua hasil baik dan kabar gembiranya beberapa hari lagi akan memasuki proses penanaman embrio. Tapi anda harus tau risiko Bayi Tabung." Terangnya membuat ku berdebar.
"Apa?? Jadi ada risikonya juga Dok??" Tanya ku memastikannya dan sudah ada pikiran-pikiran buruk yang ada dikepalaku tentang apa yang akan terjadi nantinya.
"Semua pasti ada risikonya nyonya memang ada beberapa risiko yang mungkin terjadi akibat prosedur bayi tabung seperti Hamil kembar, jika nanti lebih dari satu embrio yang ditanam ke dalam rahim maka bayi akan terlahir kembar." Katanya dan aku rasa itu lebih bagus karena akan ada langsung 2 anak sekaligus. "Kelahiran prematur dan berat badan lahir rendah. Sindrom hiperstimulasi ovarium, akibat suntik obat kesuburan, seperti human chorionic gonadotropin (hCG). Stres, yang mungkin disebabkan oleh terkurasnya waktu, tenaga, dan uang." Terangnya lagi, mungkin kalau tenaga dan waktu iya, cuma kalau uang kayaknya tidak. Ya kan Kuan Ge orang berada dan dia juga seorang Dokter yang penghasilannya lumayan jika buat seperti ini tidak akan membuatnya bangkrut. "Kehamilan ektopik atau kehamilan di luar rahim, seperti di tuba falopi. Kelainan atau cacat lahir. Dan Keguguran. Tapi anda tenang saja banyak juga yang berhasil." Ucapnya lagi setidaknya aku harus mencoba kan ya? Kalau tidak mencoba ya mana tau bukan??
**flasback off**
"Nyonya terlihat gembira??" Tanya Bi Surti yang melihatku tersenyum sendiri.
"Tentu saja Bi, aku sudah tidak sabar lagi nanti akan ada Kuan junior dirahimku ini." Ucapku tersenyum dan Bibi juga ikut tersenyum.
"Bibi doain ya semoga semuanya lancar." ucapnya tulus dan aku tersenyum.
"Amin~ Bi."
Ting
Tong
"Biar Bibi yang buka nya."
"Oke Bi."
Bibi pun melangkah ke ruang tengah untuk membukakan pintu, tapi seketika terdengar suara menggelegar. Apa lagi coba?? Kalau tidak teriak-teriak kenapa sih ya??
__ADS_1
"Kariiinnnn----." Teriakan Mama mertua ku memekakkan telinga.
Akupun berlari menuju ruang tengah yang ternyata sekarang ada Mama mertua dan Rubi. -**"ngapain lagi Mama mertua bawa-bawa ulat bulu, apa gak gatel ya nanti??" Tanya ku dalam Hati.**-
"Ya Mam? Kenapa teriak-teriak??" Tanya ku yang bingung dengan ulah Mama mertua ku ini.
"Apa maksud mu ikut program bayi tabung?" Tanya Mama mertua ku ini yang menurut ku ini aneh?
"Ya mau punya anak lah Mam, masak mau punya suami lagi?"
"Kurang ajar kamu Karin, menyindir Mama ya??"
"Enggak Mam, mana berani aku nyindir-nyindir Mama, bisa kualat aku nanti."
"Kamu bikin malu saja, orang-orang jadi tau kalau menantu dari keluarga Liu itu mandul dan harus pake program segala."
"Aku gak mandul Mam, aku sehat cuma emang ada masalah sedikit, dan Dokter bilang sudah siap kog, sebentar lagi Kuan junior akan tumbuh disini." Ucapku sambil menunjuk perutku dan melihat ke arah uget-uget yang tidak menyenangkan itu.
"Alah alasan saja kamu, awas ya nanti kalau kamu tidak berhasil. Siap-siap kamu jadi janda atau memiliki madu." ancam Mama mertua ku.
"Seperti Mama gitu??" Tanya ku memastikan.
"Apa maksud mu??"
"Ya seperti Mama yang dimadu?!"
"Berani sekali kamu berkata tidak sopan sama mertua." Ucap Rubi yang mencari muka dengan membela Mama mertua.
"Aittsss~ siapa yang tidak sopan?? Kan emang kenyataan. Mama sudah ikhlas dimadu? Kalau emang Mama terima ya nanti Karin mikir lagi deh terima atau enggak Ya??? Yang pasti tidak terima sih!"
"Mama sebentar lagi akan menyelesaikan masalah Papa mu itu, biar keluarga besar tau dan mereka pasti disuruh pisah."
"Apa Mama lupa atau pura-pura amnesia?? Bukankah Papa bilang kalau Kakek dan Nenek saja tau pernikahan mereka dan merestuinya bahkan Mai itu cucu perempuan kesayangan mereka."
"Apa maksudmu?? Gak mungkin?? Mama tidak mendengar itu? Kalau Papa mu sudah disetujui oleh keluarga besar saat menikah?"
"Karin gak mau ikut campur, Mama selesaikan sendiri, dan kamu ulat bulu! Aku tidak akan biarkan kamu bersama suamiku. Didekati kamu saja aku tidak ikhlas apa lagi sampai kamu jadi madu ku, yang ada kamu jadi racunku nanti." Ucapku ketus dan Rubi tampak tak terima tapi saat dia mau ngomong Mama malah menariknya pergi dari rumahku, tanpa pamit dan tanpa bicara. "Bye-bye." Seruku dan aku pun menyuruh Bibi menutup pintu.
Dan inilah saat yang ditunggu-tunggu, proses penanaman pun akan dilakukan. Aku dan Kuan Ge datang ke rumah sakit untuk melakukan penanaman embrio.
"Baik~ kita akan melakukan proses penanaman embrio, nanti nyonya akan diberikan bius ringan untuk meredakan nyeri, meskipun beberapa pasien mungkin akan merasakan kram perut ringan. Tapi itu semua bisa diatasi." Ucap Dokter Chucu.
Kata Dokter proses ini dinyatakan berhasil jika embrio tertanam di dinding rahim dalam waktu 6–10 hari setelah embrio ditransfer.
Dokter bilang ada beberapa hal yang harus diperhatikan setelah menjalani proses bayi tabung ini.
Aku yang sudah menjalani prosedur bayi tabung bisa beraktivitas kembali. Namun, Dokter bilang hindari aktivitas yang berat karena dapat memicu rasa tidak nyaman pada rahim nantinya.
Dia juga bilang setelah transfer embrio, cairan bening atau darah mungkin akan ke luar dari \*\*\*\*\*\*. Aku juga bisa mengalami sembelit, kram perut, dan perut kembung. Selain itu, pa\*\*\*ara ku mungkin akan terasa lebih lunak akibat tingginya kadar hormon estrogen.
Tadi Dokter juga meresepkan hormon progesteronsintetis dalam bentuk suntik atau pil, untuk digunakan selama 8–10 hari setelah transfer embrio. Obat ini berguna untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan embrio di rahim.
Dia juga bilang segera ke Dokter atau rumah sakit bila mengalami demam, nyeri panggul, perdarahan berat dari \*\*\*\*\*\*, atau terdapat darah dalam urine. Karena nanti Dokter akan melakukan pemeriksaan untuk mendeteksi infeksi, sindrom hiperstimulasi ovarium, atau ovarium terpuntir (torsi ovarium).
Tadi dia juga bilang kalau sekitar 12–14 hari setelah transfer embrio, aku dan Kuan Ge disarankan datang ke rumah sakit untuk memeriksakan kehamilan.
Bila terjadi kehamilan, katanya Dokter akan menyarankan penggunaan hormon sintetis dilanjutkan sampai 8–12 minggu. Dokter juga akan menyarankan aku agar menjalani kontrol kehamilan rutin.
Jika hasil bayi tabung negatif, maka Dokter akan meminta ku untuk menghentikan penggunaan hormon progesteron. Aku biasanya akan mengalami datang bulan dalam 1 minggu. Namun jika tidak, periksakan ke Dokter.
__ADS_1
Kalau aku mengalami datang bulan maka program ini gagal, ah semoga saja tidak gagal karena aku tidak mau Mama mertua nanti akan menikahkan Kuan Ge dan uget-uget itu.
.
.
.
.
"Ge, boleh tidak aku kerumah Mama untuk beristirahat." Pintaku pada suamiku ini, karena aku tidak mau kalau nanti aku jadi setres dengan tingkah Mama mertua yang selalu datang menanyakan apakah berhasil atau tidak. Padahal kan baru kemaren di tanamkan.
Aku sih sebenernya gak setres, cuma entah kenapa aku sebel kalau Mama datang bersama uget-uget, bawaannya kan emosi mau nerkam saja.
"Boleh, kalau memang mau istirahat dan menenangkan diri, itu bagus juga buat proses bayi tabung nya."
"Terimakasih sayang."
Aku pun pergi kerumah orang tuaku, disana memang lebih enak, karena kan rumah orang tua sendiri jadi ya pastinya dimanja dong ya.
Sudah beberapa hari aku berada dirumah orang tuaku, dan saat ini adalah waktunya untuk memeriksakan apakan embrio tertanam atau tidak, aku diantar oleh Papa untuk kerumah. Karena hari ini yang aku tau Kuan Ge sedang tidak ada praktek di rumah sakit.
Ting
Tong
Ceklek
Krekkk
"Eh~ nyonya."
"Kenapa Bi kog kaget kaya abis liat setan." Ucapku yang melihat Bibi Surti kaget saat membukakan pintu.
"Bukan nya~ anu~ itu nya~."
"Bibi nih ngomongnya bukan anu inu aja deh, aku mau bangunin Kuan Ge, soalnya aku hari ini mau cek apa aku hamil atau tidak." Ucapku tidak sabar dan mengabaikan panggilan Bibi.
"Nya~ nyonya Karin--- eh Tuan besar dan nyonya Besar silahkan duduk dulu! Sebentar ya~ nyonya Karin---."
Ceklek
Kreeekk
"Ku-Kuan Ge?!"
Aku mematung melihat pemandangan yang ada didepanku ini, dan ini tidak mungkin.
Suamiku dia---.
.
.
.
.
.
.
*TBC
*VI3NY18066
Hayo-hayo kalau sudah baca jangan lupa ya kasih komen dan Votenya juga like dan subscribe nya ya kakak🙏🏽 juga jangan lupa follow biar kita jadi teman.🤗😉😘
__ADS_1
*TERIMAKASIH 🙏🏽
...☆☆☆20-10-2021 ☆☆☆...