
...GAIRAH CINTA KUANRIN...
Haikuan pergi menuju rumah orang tua Karin berharap kalau Karin akan mendengarkan penjelasannya. Dan mau memaafkan kesalahan nya.
Sedangkan dirumah orang tua nya Karin sedang menangis di pelukan sang Mama yang masih bingung dengan apa yang terjadi. Karena sang putri belum juga menjelaskan apa yang terjadi?? Kenapa dia menangis histeris kaya gini.
"Karin sayang, kasih tau Mama apa yang terjadi? Kalau kamu menangis terus tanpa berbicara, mana mama tau apa yang terjadi dengan mu sayang?" Tanya sang Mama.
Karin pun mencoba untuk diam dan tenang, setelah dirinya merasa lebih baik, dia pun menceritakan apa yang terjadi dengan nya. "Mama hik hik.. Kuan Ge selingkuh." Ucap Karin sedikit terisak.
"Apa??" Kaget sang Mama. "Itu tidak mungkin sayang, pasti kamu salah paham." Ucap sang Mama.
"Bener Mama, Karin melihat dengan mata kepala Karin sendiri." Ucap nya lagi.
Saat sang Mama mau berbicara lagi terdengar teriakan suara yang mereka kenal.
"Bi ada nyonya dan nona Karin??" Tanya Haikuan.
"Ada tuan Muda." Ucap maid
Sang Ibu yang mendengar itu pun berkata,"Karin itu suami kamu datang. Ayo temui dia dulu." Kata sang Mama.
"Gak mau Ma, biarin aja." Kekeh Karin.
Karena sang putri tidak mau keluar maka sang Mama pun keluar menemui menantu kesayangan nya itu. "Kuan, maaf Karin masih tidak mau keluar." Ucap sang Mama mertua.
"Mam--- sumpah Haikuan tidak selingkuh, Karin hanya salah paham." Terangnya.
"Mama percaya sama Kamu, tapi Karina masih marah, lebih baik biarkan dia dulu, kamu istirahat saja di ruang tamu." Ucap sang mertua.
"Tidak Ma!!! Karina----- Karina----- keluar maaf kan Aku, dengarkan penjelasan ku sayang." Teriak Haikuan dari luar.
Karina yang mendengar itu hanya diam dan kembali menangis saat membayangkan kejadian sore tadi.
.
.
.
.
.
...GAIRAH CINTA KUANRIN...
...Karin terus berdiam diri dikamar nya. Dia tidak mau menemui suaminya, walaupun Kuan sudah berusaha membujuk sang istri dari balik pintu kamarnya tapi tetap saja Karin diam dan tidak mau keluar kamar untuk menemui Haikuan....
Ibu Karin sungguh prihatin melihat menantunya yang putus asa. Dia pun menyuruh Haikuan untuk beristirahat dan melanjutkan aksinya besok lagi. Ibu Karin tau gimana keras kepalanya Karin, jadi dia menyarankan Kuan istirahat dan menemui Karin di esok harinya. Kuan pun menurut apa yang dikatakan oleh Ibu mertuanya.
\*Dipagi harinya.
Karin yang sedang sarapan pagi terkaget kalau ternyata suaminya itu tidak pulang ke rumahnya atau kerumah orang tuanya.
"Mama kenapa tidak bilang kalau Kuan Ge ada disini??" Bisik Karin pada Ibunya.
"Buat apa?? Kalau Mama kasih tau kamu, nanti kamu bakalan menghindar terus menerus. Dan nanti masalah kamu tidak akan selesai-selesai." Terang sang Ibu.
Karin kali ini setuju dengan Ibunya dan dia pun akhirnya mau diajak berbicara 4 mata oleh Haikuan.
__ADS_1
"Cepat katakan. Aku tidak punya waktu yang banyak." Ucap Karin dan Haikuan hanya menghela nafas kasar.
Istrinya ini bener-bener kalau ngambek itu susah sekali dibujuknya, makanya Haikuan selalu berhati-hati dalam bertindak. Dia tidak mau jika sampai kejadian seperti ini menimpanya dan akan sulit membujuk istrinya ini.
"Dia Rubi," ucap Haikuan tanpa basa-basi. "Kamu tau kalau Mama ku meminta Rubi untuk dijadikan sebagai istri ke 2 ku." Terangnya dan seketika mata Karin melotot mendengarnya. "Tapi sayang~ kamu tenang saja aku tidak mau dan sungguh aku juga baru tahu kemarin, sumpah Karin." Jelas Haikuan dan sambil membujuk Karin.
"Lalu kamu mau dijodohin oleh Mama kamu itu?" Tanya Karin kesal.
"Tentu saja tidak, percayalah Karin, kalau kamu percaya padaku maka kita bisa bersama-sama untuk bilang sama Mama kalau aku hanya ingin denganmu dan aku tidak mau menduakanmu dengan menikah lagi." Kata Haikuan namun Karin diam dia sedang menimbang-nimbang keputusannya, ingin mempertahankan pernikahannya ini atau sudahi saja karena Mama mertuanya dari dulu tidak suka dengannya.
"Ge~ setelah dipikir-pikir aku akan mencoba percaya padamu. Tapi aku ingin sekarang kita kerumah Mama dan aku ingin bilang sama Mama kalau kita tidak butuh Rubi diantara kita." Kata Karin dan Kuan pun menyetujuinya.
Haikuan dan Karin pun menemui Ibu Karin yang sedang duduk diruang makan menikmati sarapan paginya.
"Sudah berbaikan??" Tanya Ibunya Karin.
"Sudah Mam." Ucap Karin cengengesan.
"Mam kita berdua mau pamit, mau kerumah Mama nya Kuan Ge." Pamit Karin pada Ibunya.
"Tentu boleh sayang, sekarang??" Tanya Sang Ibu dan dianggukin oleh Karin.
"Mama Kuan mau bawa Karin ke rumah Kuan setelah itu kami berdua akan langsung pulang kerumah, jadi nanti tidak mampir lagi kesini. Kuan titip salam aja buat Papa nanti kalau sudah pulang dari kantor." Kata Kuan kepada Ibunya Karin lalu kuan dan Karin pun pergi menuju kerumah keluarga Liu.
Sesampainya dirumah keluarga Liu, mereka pun langsung masuk dan tanpa mereka duga ternyata diruang tamu sedang asyik obrolan dari Rubi dan Mama dari Haikuan.
"Kami datang Mam." Ucap Haikuan mengucapkan salam saat melihat sang Mama ada di hadapannya.
Nyonya Liu pun terkaget melihat putranya dan juga menantunya datang. "Eh~ Kuan sayang kamu datang?" Tanya nya kikuk.
Tiba-tiba Rubi pun menghamburkan diri ke arah Haikuan memeluknya tanpa Malu. Sedangkan Karin yang melihat itu sudah kesal sekali. Apa lagi melihat Suaminya malah tak berkutik hanya diam saja dipeluk seperti bingung dan melihat Mama mertuanya malah tersenyum-senyum seperti itu.
Karin yang tidak kuat melihat adegan yang membuat matanya iritasi itu pun langsung mencoba menyingkirkan ulet gatel itu dari tubuh sang suami. Dia pun segera mendorong uget-uget itu. "Awas!! Minggir kamu, jangan sentuh suamiku!!" Larang Karin sambil mendorong wanita gatal itu.
Dug
"Aww-- lihat Kuan sayang istrimu sangat barbar sekali." Adunya pada Kuan dengan suara manja. "Bibi~ ternyata kasihan sekali Bibi mempunyai menantu yang liar seperti itu." Ucap nya lagi mencoba membuat suasana jadi panas.
"Karin---- jangan kasar pada tamu Mama! Baru juga datang eh udah bikin ulah. Kuan apa kamu tidak bisa mengajarkan yang baik-baik pada istrimu ini??" Nyonya Liu bertanya dengan kesal.
"Loh kenapa Karin yang salah Mam?? Sedangkan tamu Mama itu tidak punya sopan santun dan tak tahu malu, suami orang main peluk-peluk saja." Kesal Karin tapi sang mertua tidak terima dibantah.
__ADS_1
"Berani kamu melawan kata-kata Mama, kamu tau Rubi ini sudah lama kenal Kuan sebelum nikah dengan kamu, dan jika tidak menikah dengan mu karena kesalahan yang dilakukan Kuan untuk bertanggung jawab, mungkin Rubi yang akan menjadi menantuku bukan kamu yang barbar ini." Terang nyonya Liu membuat Karin kaget.
-**"apa benar kalau Gege menikah dengan ku karena dia hanya ingin bertanggung jawab saja?? Bukan karena mencintaiku??" Tanyanya dalam hati.**-
"Jawab Ge apa itu benar??" Tanya Karin penuh tanya. "Apa bener yang Mama bilang barusan??" Tanyanya lagi, Haikuan merasa bersalah pada istri nya ini kenapa harus bawa dia kemari. Kalau tau begini mending tidak perlu kemari lagi biar hidup tenang dan tidak ruwet kaya gini.
Kuan melihat kearah Karin dan bergantian ke arah Mamanya, dia sungguh kesal dengan keegoisan wanita yang sudah melahirkannya ini. "Mam~ kan Kuan sudah bilang sama Mama dan sudah menjelaskan sama Mama semuanya, kalau sekarang Kuan beneran cinta sama Karin, jadi Mama tidak perlu ganggu rumah tangga Kuan lagi." Ucap Kuan kesal.
"Kalau istri mu ini tidak Mandul, bisa memberikan cucu buat Mama, pasti Mama akan terima dia Kuan. Tapi apa?? Dia sampai sekarang saja belum memberikan kamu anak." Kata nyonya Liu kesal.
"Apa maksud Mama aku Mandul?? Mama salah aku tidak pernah Mandul karena aku sudah periksakan diri kedokter kandungan. Tapi memang karena kecelakaan rahim ku jadi lemah, makannya dokter sedang berusaha supaya rahim aku bisa kuat untuk hamil. Lagian aku masih muda dan nanti juga akan memiliki anak bersama Kuan Ge." Ucap Karin pada mertuanya.
"Kamu masih muda sedangkan Kuan sudah cukup umur buat memiliki seorang anak. Mau sampai umur Kuan berapa jika menunggumu hah---." Kesal nyonya Liu lagi. "Rubi bisa memberikan apa yang Kuan inginkan yaitu anak, makannya Mama ingin kamu rela berbagi suami dengan Rubi." Ucap nyonya Liu.
"Enak saja! Mama kira Kuan Ge makanan harus berbagi segala?? Kalau semua ini di posisi Mama apa Mama mau Papa dibagi dengan wanita lain??" Tanya Karin pada mertuanya ini.
"Ya harus lah karena suami memang boleh menikah lagi jika dia mampu, kalau Papa mu nanti menikah lagi jelas Mama akan mengijinkannya." Kata Mama tanpa sadar.
-**"Yes-- kena kamu Mama mertua ku sayang." Ucap Karin dalam hatinya.**-
"Itu Mama tapi tidak buat Karin, aku tidak akan membiarkan itu terjadi sama Kuan Ge." Kata Karin tegas. Sedangkan wanita yang Bernama Rubi itu masih diam dibelakang nyonya Liu menunggu kelanjutan dari apa yang sudah dia rencanakan dengan nyonya Liu.
Haikuan begitu pusing dengan apa yang terjadi dirumah orang tuanya itu. Ibu dan Istri nya sedang adu mulut didepannya, sedangkan dia tidak bisa untuk bertindak terlalu kasar dengan Mamanya tapi dia juga tidak mau kalau Istri nya selalu dipojokan seperti itu.
"Sudah-sudah jangan pada bertengkar, Karin kamu tenang saja aku tidak akan menghianati dirimu dengan berpaling dari ke yang lain. Dan Mama Kuan mohon jangan lanjutkan rencana Mama, Kuan tidak menyukai Rubi lagi. Dan kamu Rubi lebih baik kamu pergi saja! Kamu sudah membuat Mama dan Istriku ini jadi berkelahi. Puas kamu!!" Ucap Kuan kesal karena dirinya mertua dan menantu ini jadi berkelahi.
"Kuan sayang kenapa kamu malah mengusirku?? Bibi sangat menyayangiku. Jika kamu menikah dengan ku maka kamu akan memiliki istri yang selalu berdamai dengan mertuanya." Terang Rubi, tapi Kuan tidak menggubrisnya.
"Karin lebih baik kita pulang saja, dari pada nanti kamu tambah emosi." Ajak kuan dan Karin pun menyetujuinya. "Mam Kuan dan Karin pamit saja karena pusing kalau mendengar Mama marah-marah terus." Ucap Kuan lalu mereka pun pergi.
Dijalan Karin melihat kearah Kuan dan dia berkata. "Ge~ gimana kalau bener Papa mempunyai istri lagi?? Terus gimana kalau ternyata kamu punya saudara dari keluarga baru Papa mu??" Tanya Karin pada suaminya itu.
"Apa maksudmu Karin??" Tanya Kuan bingung.
"Ah tidak~ pasti Papa tidak akan seperti itu bukan??" Tanya Karin pada Kuan lagi dan Kuan pun mengangguk.
\-\*\*" Apa Maksud Karin?? Apa dia menyembunyikan sesuatu dariku??" Tanya Kuan dalam hatinya.\*\*-
.
.
.
.
\*TBC
\*VI3NY18066
☆TERIMAKASIH🙏🏽
__ADS_1
...☆☆☆01-04-2021☆☆☆...