
Maaf Typo bertebaran beb
Belum sempat edit.
.
.
.
.
.
Sebelum membaca, Jangan lupa ya kakak komen dan like nya ya.... dan juga jangan lupa follow aku ya kakak supaya kita bisa berteman.. semua itu buat semangat ku untuk menulis..
.
.
.
.
TERIMAKASIH
.
.
.
...selamat membaca semoga suka ceritanya......
...*********...
...GAIRAH CINTA KUANRIN ...
.......
.......
.......
.......
.......
Didalam rumah aku mencoba menenangkan diriku dengan berendam dibethub dengan menggunakan air hangat biar keadaan tubuhku ini menjadi sedikit rileks.
Pertengkaran tadi membuat tubuhku sangat lelah. Entah kenapa Mama mertua aku sekarang menjadi seperti itu.
Memang aku tau kalau beliau tidak begitu menyukaiku, tapi seingat ku walaupun dia tidak suka dengan ku tapi beliau tidak pernah mau ikut campur dengan rumah tangga putra nya.
Tapi kenapa Mama mertua jadi seperti itu?? Apa karena aku belum mengasihnya seorang cucu?? Tapi kan aku masih muda, bahkan umurku saja belum genap 20 tahun.
Dan bukannya dulu dia setuju jika aku dan Kuan Ge itu mau adopsi anak?? Tapi kenapa sekarang dia malah menolak bahkan malah berniat menikahkan Kuan Ge dengan si ubur-ubur.
Lagian aku masih muda pasti nanti akan punya anak juga dari Kuan Ge, Karin kamu harus semangat biar nanti ada beberapa Kuan junior atau Karin Junior. Pasti lucu.
Tok
Tok
Tok
"Karin sayang kamu ada didalam??" Tanya suara yang selalu kurindukan.
"Iya Ge, Karin lagi berendam untuk menghilangkan penat, sebentar ya." Ucapku pada suami tercinta. Tampak nya waktu untuk berendam disudahi saja.
Ceklek
Blam
Karin melihat suaminya sedang duduk termenung di pinggiran tempat tidur. Karin pun mendekat. "Ge kenapa melamun?? Apa ada masalah??" Tanyaku pada suami tercinta.
"Gege tadi dihubungi oleh Mama, katanya kamu berjanji sama Mama kalau kamu akan menerima pernikahan ku dengan Rubi kalau Mama bisa memaafkan kesalahan Papa dan menerima semuanya." Jelasnya dan aku hanya tersenyum saja, "Kamu tau Mama dan Papa itu saling mencintai dari dulu, dan mereka selalu saling memaafkan dan menerima kesalahan masing-masing. Nanti Kalau Mama juga memaafkan dan menerimanya maka aku harus menikah dengan wanita yang sudah tidak aku cintai, apa kamu rela??" Tanyanya lagi padaku.
"Tentu saja aku tidak rela! Tapi Ge, memang benar aku bilang seperti itu tapi kan ada alasannya." Ucapku padanya dia pun hanya melihat kearah ku untuk menunggu aku ngatakan alasannya.
"Cepat kasih tau aku!! Kenapa sekarang kamu malah terdiam Karin." Katanya sedikit kesal.
"Kalau Karin bilang apa Gege tidak marah??" Tanya ku memastikan dan dia hanya menggeleng kepala saja. "Hahh~ baiklah kalau gitu aku akan bilang sama Gege lebih dulu agar Gege nanti tidak jantungan saat mendengar langsung dari Papa." Kataku lagi dan aku pun akhirnya menjelaskannya, dia pun terkaget dan sempat tidak percaya.
"Yang benar Karin?! Kamu sedang tidak memfitnah Papa bukan??" Tanya nya padaku yang tidak percaya dengan penjelasanku.
__ADS_1
"Tentu saja tidak Ge, ngapain aku berbohong dan ngapain juga aku memfitnah Papa. Kamu cari tahu sendiri saja, Papa itu tidak pernah keluar kota, dia ada di rumah istri mudanya. Bahkan kata Papa Kakek dan Nenekmu juga tau Kalau Papa menikah lagi dan membiarkannya." Terangku dan Kuan Ge tampak masih sulit untuk mempercayainya. "Kamu punya seorang adik perempuan Ge dan umur nya tidak jauh dariku. Aku sudah melihatnya saat itu." Kataku lagi dan tiba-tiba Gege bangun dari duduk nya dan berjalan keluar kamar.
Aku mengikutinya karena aku juga penasaran apa yang akan dia lakukan. Ternyata dia menghubungi seseorang.
**panggilan on**
("Bener Papa sudah menikah lagi??")
Ya ampun dia langsung to the point, tidak pake basa-basi sama Papanya. Dan aku mendengarkan semuanya walaupun aku tak tau apa yang diomongin oleh orang yang diseberang sama, tapi aku menyakinkan kalau Papa berusaha menjelaskan pada Kuan Ge.
("Papa tidak perlu tau siapa yang kasih tau Papa, cukup Papa bilang ya atau tidak.")
(" Tidak perlu tau siapa yang kasih tau, katakan pada Kuan bener apa tidak.")
Aku takut mendengarnya karena Kuan Ge marah pada Papa.
("Jadi bener semuanya, tidak perlu di jelasin lagi! Besok saat Papa pulang Kuan minta bawa istri dan anak Papa itu! Kita selesaikan semuanya dan Kuan mau lihat seberani apa Papa Mau mengakui kesalahan Papa pada Mama dan Kuan juga mau lihat apa Mama mau memaafkan Papa?? Jika Papa tau maaf Mama lah menjadi penentu dalam rumah tangga Kuan.")
**panggilan Off***
Kata Kuan lalu dia mengakhiri panggilannya. Aku sempat terkejut kalau ternyata Kuan Ge bisa semarah ini, ya jelaslah ya soalnya Papanya nikah selama 20tahun lebih dan Kuan Ge tidak tahu itu.
"Ge~ apa Gege marah padaku?" Tanyaku sedikit takut. Tentu saja aku takut kan kita baru saja berbaikan eh masa berkelahi lagi sih. Kan gak lucu.
"Tidak~ cuma Gege kecewa saja sama kamu Karin, kenapa gak beri tahu Gege dari dulu!." Ucapnya yang membuat aku jadi merasa bersalah.
"Tapi Kan Aku sudah berjanji pada Papa supaya tidak membocorkan rahasianya, dan dia berjanji akan bilang sendiri pada Gege nanti." Terang ku yang tidak mau disalahkan. Tapi ya nasi sudah menjadi bubur bukan? Ya bisa saja nanti aku disalahkan sama Papa sudah beri tahu Gege lebih dulu.
"Ya sudah, ini juga bukan kesalahannya sepenuhnya. Besok aku harus meminta penjelasan dari Papa kenapa menghianati Mama sampai selama ini." Katanya lagi dan dia pun pergi kekamar mandi untuk menyegarkan dirinya yang mungkin merasa sangat penat.
Selesai mandi Kuan Ge duduk disampingku yang sedang menonton film drama korea. Ku pandangi suamiku ini yang hanya terdiam saja disampingku.
"Ge apa ada yang ingin kamu bicarakan padaku??" Tanyaku padanya untuk memulai pembicaraan agar rumah tidak terdengar begitu sepi lantaran manusianya hanya diam dengan pikiran dan kesibukan masing-masing.
"Gege mau ngomong tapi bingung mau mulai dari mana??"
"Baiklah aku yang mulai duluan saja ya." Usulku padanya dan dia pun mengangguk. "Aku tau Gege mau tanya sudah berapa lama aku mengetahui pernikahan Papa juga seperti apakah adik perempuanku?!" Sebenernya sih aku hanya asal bertanya dan menebak saja. Eh taunya bener.
"Em~ kalau kamu sudah tau yang ingin aku tanyakan maka beri tahu aku sekarang."
"Baiklah akan aku kasih tau pada Gege, kalau aku baru 1 bulan ini mengetahui Papa menikah dan memiliki seorang putri, dia cantik dan ku rasa sedikit manja. Tapi aku rasa Gege mungkin bisa mulai mengenalnya nanti dan mulai menyayanginya." Kataku padanya. "Aku yakin Mia pasti senang jika diakui oleh Bahan ya." Terangku padanya.
"Mia?? Jadi nama adik ku Mia?? Liu Mia." Ulangnya lagi dan sedikit tersenyum.
.
.
.
.
Hari yang sudah ditentukan oleh Haikuan pun tiba, Karin dan Kuan bergegas kerumah nyonya Liu Ibu dari Haikuan.
Sesampai disana mereka sudah disambut oleh Rubi yang sudah sedari tadi disana. Jangan tanya gimana perasaan Karin pasti kalian sudah tau rasanya.
"Ge, kenapa ulet kadut itu ada disini??" Tanya ku pada suamiku ini yang dia hanya mengherdikkan bahunya tanda gak tau buat apa wanita itu dirumah orang tuanya.
"Kenapa dia disini Mam?? Apa hubungannya dia dengan keluarga kita??" Tanya Kuan pada Ibu nya.
"Tentu saja dia disini karena sebentar lagi istrimu itu akan merestui wanita disamping Mama ini menjadi menantu kesayangan Mama." Katanya sambil memeluk gemas Rubi.
"Belum tentu Mam, tapi kita lihat saja nanti setelah Papa datang." Ucapku Pada mertua ku itu yang sudah ngebet buat anaknya agar memiliki istri lagi.
"Hai Ge." Sapa ulet kadut. Dia berusaha mendekat dan menggelayut di tangan Kuan Ge. Aku ingin menjambaknya tapi ternyata Kuan Ge sudah menampik kasar wanita itu.
"Tidak usah dekat-dekat, aku tidak suka." Marahnya pada wanita itu aku tersenyum sinis melihatnya yang ditolak oleh suamiku.
"Jangan galak-galak Ge, sebentar lagi kita menikah dan aku akan lebih intens lagi nanti padamu. Jadi sekarang ya kita belajar berdekatan dulu seperti waktu kita tunangan, bukan kah begitu Ge." Katanya membuat aku yang mendengarnya merasa gelay.
"Itu juga belum pasti, karena semuanya akan diputuskan nanti setelah Papa datang jadi lebih baik kamu bersikap sopan dan jangan seperti wanita murahan." Tegas Kuan yang tidak suka akan sikap dari Rubi.
Akhirnya yang ditunggu-tunggu pin tiba, Papa datang bersama Istrinya Sasa dan putrinya Mia. Merek berjalan dengan tangannya digandeng oleh Papa Liu Han. Mama yang melihat kejadian itu bingung kenapa Papa pulang dengan 2 orang wanita yang berbeda usia itu.
Mama mendekat kearah Papa yang sudah terdiam di tengah ruangan. "Siapa mereka Pa??" Tanya Mama yang sedikit bingung karena kedatangan Papa tidak sendiri.
__ADS_1
Aku yang melihat kejadian itu sudah memperingati Kuan Ge supaya berhati-hati siapa tau nanti Mama pingsan saat mendengar pengakuan Papa.
"Mam sebaiknya kita suruh duduk dulu Papa dan ke 2 wanita itu." Pinta Kuan Ge dan Mama pun menyetujuinya, walaupun aku berfikir Mama pasti sudah bergemuruh hatinya lalu sudah ada berbagai tanya di otaknya itu atas apa yang dia lihat ini.
Mama wanita pintar dan Mama mertua ku ini termasuk wanita darah biru yang tidak mungkin dia akan menjadi bodoh dengan apa yang iya lihat, orang pasti jika melihat pemandangan itu sudah dapat menembaknya walaupun ragu.
"Baiklah karena semua sudah duduk, maka Saya selalu nyonya rumah disini ingin bertanya siapa kalian berdua ini?? Kenapa datang bersama suami ku dan kalian nampak intim sekali bahkan seperti sudah lama saling mengenal." Kata Mama mertuaku ini.
"Kami memang sedang saling mengenal Jie, dan memang kami ada hubungan yang harus kita bicarakan baik-baik." Kata istri muda Papa mertua yang memberanikan diri untuk berbicara.
"Tunggu kamu diam dulu! Saya mau bertanya terlebih dahulu pada suami saya ini." Tegasnya membuat wanita didepannya seperti kehilangan nyali. "Papa bisa jelaskan maksud semuanya ini?? Siapa mereka dan kenapa Papa membawa mereka kesini?"
"Baiklah Mam, mungkin sudah waktunya Papa memberitahu Mama kenyataan ini, dan mungkin ini waktu yang tepat karena Papa sudah menyembunyikan ini semua dari Mama sudah selama umurnya Haikuan, bahkan sebelum Haikuan lahir dan sebelum Papa menikah dengan Mama." Terang Papa kepada Mama mertua, membuat nya meremas kedua tangannya.
Tidak ku sangka kalau Mama mertua yang selalu galak ini menampakkan wajah yang begitu gelisah.
"Katakan semuanya jangan berbelit-belit, aku tidak suka dengan kebohongan." Kata Mama yang mulai bergetar saat berbicara.
"Baiklah~ ini Sasa dan itu Mia. Mereka adalah anak dan istriku." Ucap Papa mertua dan seketika aku melihat Mama mertua menitikkan air mata.
"Kamu bohong kan Pap?? Bukan kah selama ini kamu selalu bilang bahwa mencintaiku? Dan bilang akan setia dengan ku?" Tanya Mama yang berkata sambil menitikkan air mata, sedangkan istri Papa yang lainnya hanya melihat dengan diam.
"Papa tau selama ini sudah membohongi Mama, tapi semua ini ada alasannya." Kata Papa membela diri. "Maaf kalau Papa sebenar nya tidak pernah mencintai Mama, cuma Papa sayang sama Mama karena sudah memberikan Haikuan untuk Papa. Dan Papa sangat menghormati Mama karena Mama Ibu dari anak Papa." Jelasnya.
"Hanya itu Pap?? Apa selama ini tidak ada rasa sayang sama Papa?? Selama 30tahun apa Papa tidak pernah mencintai Mama sedikit pun??" Tanya Mama dan Papa hanya menggeleng saja.
"Maaf~ Rasa adalah kekasih Papa sebelum menikahi Mama, kami saling mencintai tapi karena keluarga Sasa bukan dari kalangan darah biru , orang tua Papa tidak setuju lalu menjodohkan kita berdua. Papa menyetujui semuanya karena orang tua Papa memberi syarat boleh menikahi wanita lain siap saja walaupun dari kalangan bawah sekalipun jika kamu memberikan seorang putra. Tapi kalau kamu melahirkan seorang putri maka Papa tidak boleh meninggalkan mu , sebab orang tua Papa takut kalau nanti cucunya akan bernasib sama dihianati suaminya." Terang Papa panjang lebar.
"Lalu ternyata aku melahirkan Kuan dan kamu langsung menikahi wanita itu?" Tanya Mama mertua lagi, kami yang mendengarkan itu hanya terdiam saja tidak berani untuk berkata-kata begitu juga si ulat kadut.
"Tidak~ karena awalnya Papa ingin sekali mencintai Mama dan melupakan cinta Papa pada Sasa, cuma setelah Haikuan berumur 5 tahun dan kamu tahu kalau orang tua ku akan mewariskan semuanya pada Haikuan karena dia cucu satu-satunya dan kamu berubah menjadi galak dan cerewet, lalu Papa tanpa sengaja bertemu dengan Sasa lagi akhirnya benih cinta itu datang lagi, Papa awalnya hanya iseng saja selama 3 tahun kita hanya berhubungan menjadi sepasang kekasih sampai akhirnya Papa meminta janji itu kepada orang tua Papa dan mereka merestuinya dengan syarat Kuan lah yang akan mewarisi semuanya. Dan buat anak-anak ku dari Sasa akan mendapatkan 10% saja dari semuanya." Terang Ayah mertua.
Aku melihat suamiku hanya terdiam dan tidak merespon perkataan dari Ayahnya, sedangkan Mama mertua sudah menangis sesugukan yang ditenangkan oleh ulat bulu.
"Jie~ maaf kalau aku sudah merusak rumah tangga Jiejie selama ini, tapi kami saling mencintai."
"IYA----- KAMU SUDAH MERUSAK RUMAH TANGGAKU YANG AKU KIRA BAIK-BAIK SAJA." Kata Mama mertua yang tiba-tiba emosi lalu meluapkan emosinya, Kuan Ge yang melihat Ibunya emosi lalu segera menenangkannya, aku pun juga berusaha menenangkannya.
"Mam~ sudah jangan seperti ini, jangan emosi! Semua sudah terjadi dan lihatlah bahkan putri Papa pun sudah dewasa." Kata suamiku ini yang berusaha untuk menerima keadaan.
"Kamu bilang Mama tidak boleh emosi setelah melihat ini?? Haikuan Mama sudah dibohongi selama Mama menikah dengannya!" Tunjuk Mama mertua pada suaminya. "Selama menikah dia tidak mencintai Mama, dan kamu dengar tadi dia menjalani hubungan lagi setelah kamu berusia 5 tahun dan menikah setelah kamu usia 8 tahun dan dari pernikahannya itu lahir gadis itu." Tunjuknya lagi emosi, "Lalu kamu suruh Mama jangan emosi?? Itu tidak mungkin bisa Kuan. Dan Mama tidak akan memaafkan Papamu yang sudah menikah lagi sampai kapanpun." Kata Mama mertua lalu menangis diperlukan Kuan Ge.
"Mam-- aku mohon maafkan aku dan terima semua ini! Lagian Sasa dan putri ku ini tidak pernah mengganggu keluarga kita, mereka juga mengerti dengan keadaan juga tidak pernah ingin untuk memperlihatkan diri mereka dihadapan Mama dan Kuan." Terang Papa lagi.
"Iya mereka tidak mau menampakkan diri mereka karena mereka salah disini. Yang satu pelakor dan itu anaknya pelakor! Jangan sampai karma datang pada anak perempuanmu itu Pap." Kata Mama mertua lagi, dan disini tampaknya istri Papa yang lainnya tidak terima dengan perkataan Mama.
"Cukup jie! Aku sudah berbaik hati dan menerima semua nya dengan meminta maaf kepadamu, tapi kenapa kamu menghina ku bahkan menyumpahi putri ku ini?? Asal kamu tau jie, aku juga istri sah dari Liu Han. Bukan kamu saja karena aku menikah dengan nya juga mempunyai buku nikah seperti yang kamu miliki, dan putri ku adalah putri sah dari keluarga Liu. Bahkan Kakek dan Neneknya yang mereka adalah mertua darimu itu juga mengakui kalau putri ku juga keturunan dari keluarga Liu, jadi Jiejie tidak perlu menghina kami seperti ini." Terang nyonya Sasa istri dari Papa yang lain.
"Apa kata mu?? Istri sah dari pria ini?? Tidak mungkin?! Karena Aku tidak pernah menyetujui pernikahan ini bagaimana bisa kalau kamu istri sah dari suami ku??" Tanya Mama heran dan tiba-tiba Papa mengeluarkan berkas disana ada tanda tangan Mama yang menyatakan bahwa bersedia jika Papa menikah lagi dan mengijinkannya.
"Dengan surat ini lah aku menikah dulu dan kami sah dimata hukum, statusnya istri ke dua ku tapi hanya keluarga besar yang tau, bahkan kolega dan yang laennya tidak pernah tau. Mereka hanya tau istri ku hanya 1 yaitu kamu." Jelasnya membuat Mama melotot kan matanya.
"Kamu menipu ku Pap." Marah Mama. "Aku tidak terima ini, kamu menipu ku." Teriaknya lagi.
"Bibi tenang Bi~ masalah ini bisa diselesaikan dengan baik-baik kita bisa pake pengacara." Kata ulat bulu itu ingin memperkeruh suasana.
"Kamu diam saja disini kamu tidak berhak buat berbicara." Tegas Kuan Ge dan seketika dia diam tapi Mama seperti tidak suka dengan perkataan Kuan Ge.
"Haikuan dia calon istri kamu jadi dia berhak disini dan berhak berbicara." Jelas Mama seketika ulat bulu itu tersenyum tapi tidak dengan Papa yang kaget dengan apa yang di dengar tadi.
"Mama, kenapa Mama tidak terima Papa menikah lagi?? Sedangkan Mama saja memaksa Kuan Ge untuk menikah lagi?!" Tanya ku tiba-tiba pada wanita yang sudah melahirkan suamiku ini.
Deg
Seketika wajah Mama pun menjadi pias, dia ingin membalas perkataanku tapi tidak bisa. Sepertinya dia bingung apa yang mau iya katakan?
-**"Sial Kenapa Karin mengungkit ini?? Apa yang harus aku jawab?? Aku ingin cucu maka aku memperbolehkan Kuan menikah lagi, sedang kan suamiku sudah ada Kuan cuma dianya saja yang tak tau diri, bukankah itu beda situasi??" Tanyanya dalam hati.**-
.
.
.
.
*TBC
*VI3NY18066
kasih semangat ya kakak biar ceritanya bisa dilanjutkan lagi.🤗
*TERIMAKASIH 🙏🏽
...☆☆☆22-06-2021☆☆☆...
__ADS_1