Gairah Cinta KuanRin

Gairah Cinta KuanRin
15. Kontraksi


__ADS_3

Maaf Typo bertebaran beb


Belum sempat edit.


.


.


.


.


.


Sebelum membaca, Jangan lupa ya kakak komen dan like nya ya.... dan juga jangan lupa follow aku ya kakak supaya kita bisa berteman.. semua itu buat semangat ku untuk menulis..


.


.


.


.


TERIMAKASIH


.


.


.


...selamat membaca semoga suka ceritanya...🙏...


...*********...


...GAIRAH CINTA KUANRIN ...


.


.


.


.


.


Pyarrr


"Kariinnnn---- akan aku buat kamu menderita karena telah merebut Kuan dari ku aaaahhhhhhh-----." Teriak Ruby kesal dan marah. "Kuannnn--- kamu sudah membuatku menderita seperti ini, jangan salahkan aku jika aku akan membalas semuanya." Marah Ruby.


Ruby terus saja menyuruh orang suruh nya untuk mencelakai Karin, tapi tidak ada yang pernah bisa membuat Karin terluka atau kehilangan bayi nya.


"Maaf bos!"


"Bodoh kalian semuaaa--- aaaa----." Jeritnya kesal. "Kenapa membunuh seorang wanita yang sedang mengandung saja kalian tidak bisa? Lalu apa yang bisa kalian lakukan?" Tanya nya kesal.


"Bos, maaf! Sepertinya dia dilindungi oleh malaikat keberuntungan." Belanya membuat Ruby semakin kesal.


"Tidak ada pembelaan! Kalian semua tetap salah dan aku tidak suka jika kalian banyak berkelit."


Berbagai macam cara sudah dilakukan oleh Ruby tapi semuanya tidak ada yang berhasil. Akhirnya dia merencanakan ingin menculik sikembar. "Akan Aku buat kalian kehilangan yang lebih dari pada aku." Ucapnya sinis.


.


.


.


.


Hari berganti hari, minggu berganti bulan dan ini adalah bulan dimana bayi kembar itu akan segera lahir.


Kuan dan Karin menyiapkan semua keperluan yang akan iya pakai untuk baby twins nya.


"Ge hari ini kita mau kemana?" Tanya Karin antusias.


"Entahlah?! Kamu sendiri maunya kemana?" Tanya Kuan lembut.


Karin pun senang karena suaminya menawarkan padanya kemana iya akan pergi. "Kita beli lagi keperluan baby gimana?" Tanyanya antusias.


"Lagi?"

__ADS_1


"Iya lagi hehehe--." Ucapnya sambil nyengir.


"Hah-- baiklah, kamu mau beli dimana?" Tanya Haikuan pada Karin.


"Kita pergi saja ke Mall!"


"Baiklah kalau gitu, aku akan siap-siap terlebih dahulu." Ucap Haikuan lalu dia pun memasuki kamarnya untuk bersiap-siap pergi bersama Karin.




Haikuan dan Karin berjalan menyisiri toko-toko yang berada didalam Mall, seperti biasa Karin selalu kalap jika berbelanja untuk kelahiran baby nya.



"Sayang, bukankah Stroler itu kamu sudah beli?" Tanya Kuan heran melihat istrinya ingin membeli stroler lagi dengan bentuk dan merk yang berbeda.



"Kan gini Ge, yang dirumah itu untuk ya dirumah! Dan yang ini ya buat jalan-jalan." Jelasnya sambil tersenyum memperlihatkan giginya yang putih.



"Ngapain beli lagi? Berarti kita nanti punya 4 stroler dong?" Tanya Kuan lagi dan dianggukin oleh Karin sambil nyengir kuda.



Kuan hanya membuang nafas kasar lalu berkata, "Hahh--- sayang kita tidak lagi mau berdagang yang setiap ada barang lucu terus dibeli, kalau emang bagus lucu da. Bermanfaat Gege belikan! Tapi kalau sudah beli mau beli lagi, mending jangan ya!" Pintanya pelan.



"Tapi kan kasian mereka kalau gak ganti-ganti stroler."



"Karin sayang, mereka tidak akan tahu dan kita tidak akan pergi setiap hari. Nanti barang-barang ini mau ditaruh dimana?" Tanya Kuan bingung dengan apa yang istrinya lakukan.



"Taruh aja digudang! Lihat sayang Papamu tidak mau membelikan mu stroler, jatah dia!" Ucap Karin pada calon baby twins nya sambil mengusap-usap perutnya.



Melihat kelakuan istrinya seperti itu, Kuan hanya menghembuskan nafas panjang dan pasrah." Huuff--- baiklah ambil saja apa yang kamu mau, supaya kamu senang!" Perintahnya membuat Karin senang.




Mendapat perlakuan itu, Kuan tentu saja senang. Apa pun dia lakukan hanya demi untuk melihat senyuman istrinya yang manis ini.



Karena suaminya mengijinkan untuk memilih apa yang dia mau, Karin seperti orang yang kalap membeli apa saja yang dia rasa lucu dan bagus, tanpa memikirkan itu akan dipakai atau tidak nantinya.



Pikir Kuan, jika barang-barang itu nantinya tidak dipakai ya sudah sebagian akan dia sumbangan kepanti asuhan agar barang-barang itu lebih berguna dan bermanfaat.



"Sudah cukup?" Tanya suaminya.



"Sudah."



"Ayo kita bayar!" Ajak Kuan, lalu mereka menuju kasir untuk membayar semuanya. "Maaf bisa kirim semua barang-barang itu ke alamat ini? Nanti sekalian hitung biaya pengirimannya." Ucap Kuan yang melihat seberapa banyak barang yang dibeli istrinya.



"Tentu saja bisa tuan, silahkan tinggalkan alamat dibuku ini! Nanti biar kurir dari kami yang akan mengirim ke rumah tuan." Ucap rama kasir itu.



"Baguslah, tidak mungkin juga kan kita membawa semuanya sambil berjalan-jalan kan Ge?"



"Iya kamu benar, gimana mau membawa semuanya sendiri? Sedangkan istri ku yang manis ini hampir memborong setengah dari toko ini." Ucap Kuan membuat kasir yang sedang menghitung barang-barang tersenyum mendengarnya.

__ADS_1



"Nama juga persiapan." Bela Karin.



"Ini bukan persiapan, tapi ini mau membuat toko dirumah." Ejek Kuan sambil bercanda. Karin yang mendengar itu cuma mengerutkan bibirnya.



Setelah puas berbelanja kesana kemari Karin pun meminta suaminya untuk berhenti di depan restoran cepat saji.



Tapi saat dia ingin masuk kedalam restoran itu, tiba-tiba perutnya terasa sangat sakit. "Aaa--- Ge--- perut ku sakit." Ucapnya sambil menahan sakit dengan wajah meringis.



Kuan yang mendengar itu menjadi sedikit panik. "Karin sayang kamu tidak apa-apa?? Ya Tuhan darah-- Karin darah? Ayo kita ke rumah sakit sekarang!" Ucap Kuan lalu dia menggotong Karin dan berjalan dengan terburu-buru.



Mereka menjadi pusat perhatian karena Karin selalu merintih kesakitan dan darah yang keluar pun menetes disetiap mereka melangkah.



.


.


.


.



Sesampainya dirumah sakit, Dokter pun memutuskan untuk melakukan tindakan pembedahan. Kuan sebagai seorang suami pun disuruh menandatangani surat persetujuan untuk melakukan tindakan pembedahan atau operasi sesar.



Setelah menandatangani itu semua Karin pun mendapat tindakan segera. Suster datang menemui Kuan. "Dokter Kuan, anda bisa mempersiapkan kendi buat ari-arinya nanti juga kain dan keperluan nyonya Karin setelah melahirkan!" Kata suster kepada Haikuan yang dia kenal sebagai seorang Dokter juga dirumah sakit ini.



"Baik saya akan segera menyiapkan semuanya! Titip istri saya selama saya tidak ada disini." Ucap Kuan lalu suster itu pun pergi meninggalkan Kuan kembali masuk menuju ruang operasi.



Sedangkan Kuan berjalan menuju administrasi terlebih dahulu untuk menyelesaikan semua biaya tindakan pembedahan operasi sesar Karin. Juga mencari kamar inap buat Karin setelah keluar dari ruang operasi.



Setelah semua selesai, dia pun menuju rumahnya untuk mempersiapkan dan membawa semua keperluan yang dibutuhkan oleh Karin. Serta menghubungi orang tua mereka kalau Karin saat ini ada dirumah sakit.



.


.


.


.



\*TBC



\*VI3NY18066



Oke segini dulu, maaf kalau lama up soalnya sibuk banget sama baby dan bocah-bocah.



Jangan lupa follow, like dan komen juga vote nya ya.



\*TERIMAKASIH 🙏

__ADS_1



...\*\*\*11-11-2021\*\*\*...


__ADS_2