
CEKLEK
BLAM...
Kuan memasuki kamar nya dan melihat Karin istri yang baru iya nikahi beberapa jam itu tertidur pulas. Melihat istri nya yang tertidur pulas membuat dirinya merasa sedikit ada rasa bersalah.
Seharusnya ini adalah malam yang mereka tunggu-tunggu. Tapi apa lah daya pekerjaan Haikuan yang memang harus siaga dan mau tidak mau harus dilaksanakan jika menyangkut nyawa orang itu membuatnya meninggal kan istri nya sendirian di malam bahagia mereka.
Haikuan memasuki kamar mandi untuk membersihkan dirinya, setelah bersih dia pun berencana untuk tidur karena memang tubuhnya sangat lelah.
Perlahan dia menaiki tempat tidurnya, tapi walaupun sudah sangat pelan pun tetap gerakannya mengusik tidur Karin yang akhirnya terbangun.
"Ge sudah pulang??" Tanya Karin ditengah kesadaran dari tidurnya.
"Hm, sudah." Ucap Haikuan. "Jika Karin lelah tidur lah. Maaf aku meninggalkan mu." Kata Haikuan lagi.
"Tidak masalah Ge, Karin paham kog Sama situasi seperti itu." Ucap Karin sambil tersenyum.
Melihat itu Haikuan pun langsung mencium dan ******* bibir Karin. Permainan itu pun menjadi semakin panas setelah Haikuan meminta dan menuntut lebih dari yang dia mau.
"Apa boleh aku meminta nya sekarang??" Ijin Haikuan kepada Karin.
"Tentu saja, aku milik mu Ge." Ucap Karin.
Kuan mencium kening. Mata. Hidung. Dan pipi Karin lalu Kuan pun mencium bibir Karin dengan lembut.
"Siap ya sayang?!" Ucap Kuan lagi untuk menyakinkan istri kecilnya itu.
Dan mereka pun melakukan nya. Malam yang terasa panjang bagi mereka berdua.
Karin pun tertidur karena kelelahan lalu di ikuti oleh Kuan.
.
.
.
\*\*\*GAIRAH CINTA KUANRIN\*\*\*
Pernikahan Karin dan Kuan sudah memasuki usia pernikahan 1tahun tapi walaupun usia pernikahan mereka sudah sampai 1 tahun tetap saja rasanya seperti pengantin baru. Kuan yang selalu memanjakan Karin dan Karin pun juga suka bermanja-manja dengan Suaminya itu. Maklum usia Karin juga masih belia dan itu dianggap wajar oleh sang Suami.
"Aduh ini ya kalian udah menikah 1 tahun masih saja mengumbar kemesraan di sini." Ucap salah satu teman Haikuan yang berkunjung ke ruangan kerja milik nya di rumah sakit.
__ADS_1
Karin yang kaget karena salah satu Dokter teman suaminya datang dia hanya tersenyum malu. "Dokter Gu saja yang masuk tanpa permisi, sudah tau di dalam ada pasangan suami istri." Ucap Karin sedikit bergurau.
Dokter Gu tertawa mendengar perkataan Istri temannya itu, sedang kan Haikuan hanya mengelus punggung Karin agar sedikit sabar oleh tingkah laku temannya itu.
"Tumben kamu kesini Gu??" Tanya Haikuan.
"Iya Aku cuma mau memberi undangan ini pada mu Kuan, jangan lupa datang dengan istri mu yang manis itu." Goda Dokter Gu.
"Wah akhirnya mau melepas masa lajang juga nih," goda Haikuan.
"Tentu saja, emang cuma kamu saja yang pengen bermesra-mesraan?? Aku juga mau." Ucap Dokter Gu. " Ya sudah aku pergi dulu dan kamu jangan lupa ya dateng. Awas kalau tidak datang, akan Aku denda kamu." Ucap Dokter Gu lagi sambil bergurau lalu pergi meninggalkan sepasang sejoli itu.
Karin membolak-balik kartu undangan itu, sedikit terkejut saat melihat siapa gadis yang dinikahi oleh teman Suaminya itu. " Hah??? Suster Mora?? Ternyata mereka berkencan selama ini?? Oiya sayang apa kamu tau itu?" Tanya Karin kepada sang Suami.
"Tentu saja tau, dia yang selalu datang buat curhat padaku dan meminta pendapat gimana cara mendekati suster Mora." Kata Haikuan.
"Tumben, mau kemana??" Tanya Haikuan bingung.
"Rahasia, pokoknya kejutan." Kata Karin.
Haikuan hanya mencubit hidung istri nya itu, dimata Haikuan istri nya itu sangat lucu dan manis. Setelah itu Karin pun pergi meninggalkan suami nya.
.
.
.
Setelah Karin pergi meninggalkan sang Suami. Haikuan mendapat panggilan dari sang Ibu yang mengabarkan kalau mantan tunangan Haikuan kembali ke China.
\*telpon on\*
__ADS_1
(" Ya hallo Bu. Ada apa??" Tanya Haikuan).
("Sayang Ibu mau memberi tahu kalau Rubi mantan tunangan mu kembali ke China.")
("Lalu?? Itu sudah tidak ada urusan lagi dengan Kuan Bu. Kan Ibu sudah tau sendiri kalau Kuan sudah menikah dengan Karin. Lagian sebelum bertemu dengan Karin, Kuan sudah putus dengan nya." Terang Haikuan).
(" Tapi kan kamu tau sendiri kalau Karin istri mu itu mempunyai kekurangan yang bahkan Ibu tau dari kamu setelah menikah. Kamu jahat Kuan.")
(" Itu tidak penting Bu, yang penting Kuan bahagia, dan Kuan mencintai Karin. Buat kekurangan Karin itu salah Kuan jadi mau tidak mau, suka tidak suka, Kuan harus menerima itu semua dan jika Ibu ingin memiliki seorang Cucu, bukankah Kuan sudah bilang Kalau setelah usia Karin 20 Tahun maka kami akan adopsi anak." Terang Kuan).
(" Kenapa harus adopsi kalau kamu bisa memiliki darah daging mu sendiri Haikuan." Kesal sang ibu).
("Kandung atau anak angkat itu sama saja Bu yang penting gimana kita mendidiknya nanti.")
(" Tidak!!! ~pokok nya Ibu mau baby yang lucu darah daging kamu sendiri. Ibu mau Haikuan kecil Ibu bukan anak orang." Kekeh sang Ibu).
("Kalau Ibu menghubungi ku hanya untuk masalah seperti ini, mending Ibu tidak usah menghubungiku lagi." Ucap Haikuan kesal).
Lalu Haikuan mematikan sambungan telponnya.
"Huh----- Ibu kan tau Kalau anak Ibu ini bersalah pada Karin. Tapi kenapa Ibu tidak bisa mengerti sedikit pun??" Ucap Haikuan lirih.
...\*\*\*\*\*\*...
~TBC~
maaf kalau pendek.. part selanjutnya insyallah panjang. Karena sebenernya ini hanya lanjutan dari part ke 2.
Maaf ya lama ceritanya gak up. karena keadaan saya yang tidak memungkinkan buat melanjutkan. tapi insyallah cerita ini tetap akan Tamat kog. Dan semoga kalian suka.
jangan lupa like dan komennya ya. juga vote nya.
__ADS_1
☆VI3NY18066