Gairah Cinta KuanRin

Gairah Cinta KuanRin
perlawanan Karin


__ADS_3

...*** GAIRAH CINTA KUANRIN***...


.


.


.


.



(POV. KARIN on)



Siang hari Karin sedang berjalan-jalan ke Mall bersama Ibunya. Mereka berdua berbelanja memborong apa yang mereka lihat dan mereka senangi.



Setelah selesai berbelanja, Karin dan Ibunya ingin sekali memanjakan dirinya dengan sebuah perawatan untuk tubuhnya.



Mereka pergi ke sebuah salon yang sudah sangat terkenal dikota itu, buka hanya terkenal mahalnya tapi juga terkenal bagus dalam pelayanannya.



Sampai lah mereka di depan salon itu, dan mereka pun masuk dengan segera. Karena diluar tampak sangat panas membuat kulit mereka seakan terbakar.



Ceklek



Blam



"Mama mau ke toilet sebentar ya sayang." Ucap sang Mama yang baru sampai saja sudah beser.



Karin menunggu sambil membaca daftar apa saja yang akan dia coba untuk memanjakan tubuhnya ini. Mungkin perawatan kumplit. Tapi saat dia ingin bertanya sama jie jie yang bertugas disalin ini, iya dikejutkan oleh Papa mertuanya yang datang bersamaan dengan 2 orang wanita yang 1 seumuran Ibunya dan yang 1 nya seumuran dengan nya. Mungkin masih mahasiswi.



Karin memberanikan diri untuk menegur Papa mertuanya itu. "Papa disini juga??" Ucapnya mengagetkan mertuanya itu.



"Eh~ Ka~ Karin kamu disini?? Sama siapa??" Tanyanya sedikit gugup.



"Aku kesini sama Mama aku Pap, soalnya Kuan Ge hari ini ada jadwal operasi." Ucapku dan Papa mertua ku hanya manggut-manggut saja. "Siapa mereka Pap??" Tanya ku pada Papa mertua yang datang dengan 2 orang wanita beda usia itu.



2 wanita itu sedang bertanya-tanya pada karyawan di salon ini dengan serius dan tiba-tiba wanita yang lebih muda datang lalu bergelayut manja dengan Papa mertuaku itu.



"Papa~ Mia nanti abis perawatan mau beli perhiasan ya." Rengeknya. Dan



\-\*\*"APA????? Dia panggil Papa mertuaku dengan sebutan Papa?? Oh~tidak!!!!" Ucapku dalam hati.\*\*-



"Mia ayo kita masuk! Nanti Papa kamu pasti akan membelikannya, lagian kamu kan anak kesayangan Papa. Cepat ayo, keburu sore nanti! Kita mau makan malam keluarga soalnya." Ucap wanita yang lebih tua itu membuatku kaget dan melihat kearah Papa mertua.



"Oiya Pap, ini siapa??" Tanya gadis itu pada Papa mertua dan yang ditanyain pun menjadi gugup.



"I~ini?! Dia Karin dan dia adalah~?!" Jawab ragu papa mertua ku.



"Karin~ saya menantu dari Papa Liu Han." Ucapku pada gadis muda itu, dia terlihat kaget juga wanita tua itu juga kaget saat tau aku siapa?

__ADS_1



"Pap~ dia istri dari Haikuan Ge??" Tanya gadis itu dan aku kaget dia kenal dengan suamiku?? Apa suamiku kenal dengan nya??



"Ah~ iya Mia sayang." Ucap Papa mertua, tiba-tiba istri mudanya menyeret mereka keluar dari salon itu aku kaget tapi Papa kembali lagi kedalam dan berkata. "Karin tolong Papa! Rahasiakan pertemuan ini, dan jangan bilang pada Mama mu kalau Papa sudah menikah lagi." Mohonnya padaku tapi aku masih terdiam. " Kamu tau kan kalau Mama kamu itu benar-benar cerewet, juga galak. Papa sebenernya tidak kuat hidup dengan nya tapi karena Haikuan suami mu adalah putra satu-satunya dan penerus keluarga Liu yang sangat disayangi oleh Kakeknya maka Papa menikah diam-diam dengan wanita yang Papa cintai." Terangnya lagi padaku.



"Apa Papa tidak mencintai Mama lagi??" Tanyaku padanya dan Papa menggeleng. Aku hanya menghempaskan nafas kasar. "Karin tidak akan bilang sama Mama karena ini bukan urusan Karin, tapi dengan melihat putri Papa yang sudah besar itu, setidaknya perkenalkan dia dengan Gegenya dan kalau bisa Papa bilang saja pernikahan ini toh Kuan Ge sudah besar dan sudah menikah." Jelasku pada Mertuaku itu.



"Akan Papa coba Karin, tapi tidak sekarang." Katanya sedih tiba-tiba istri muda Papa pun datang lagi.



"Aku mohon jangan biarkan orang lain tau, biarkan hidupku dan putriku tenang." Katanya memohon padaku.



"Maaf Bi, kalau perselingkuhan seperti ini tidak akan tenang." Kataku padanya.



"Kami tidak selingkuh, kami menikah bahkan keluarga suamiku tau keberadaanku dan juga putri ku ini. Cuma istri pertama mertuamu saja yang belum tau semuanya." Jelas dari istri muda Papa yang akhirnya aku tau dia bernama Sasa. "Kumohon jaga rahasia ini sampai waktunya tiba." Pintanya lagi aku hanya mengangguk saja.



Mereka pun akhirnya pergi dari salon ini kemudian Mama datang dari Toilet mengagetkanku, aku tidak menceritakan pertemuan ku tadi dengan keluarga Papa mertuaku yang lain nya biarlah nanti mereka yang menyelesaikan nya sendiri, aku tidak mau ikut campur.



Dan kami pun melakukan perawatan memanjakan tubuh kami setelah selesai aku dan Mama mencari makan terlebih dahulu karena perut sudah mulai kerongkongan minta diisi, setelah selesai makan kami pun pulang.



Sudah terbilang 1 bulan aku merahasiakan ini semuanya pada Kuan Ge, sebenernya aku tidak enak karena merahasiakan masalah ini, cuma aku sudah berjanji tidak akan ikut campur dengan urusan ini, kadang Aku bertanya pada Gege gimana kalau ternyata dia memiliki adik perempuan?? Dan dia bilang akan senang karena dia memiliki seorang saudara.



Apa benar jika Kuan Ge tau Kalau ayahnya menikah lagi dia akan senang saat tau kalau dia memiliki seorang adik perempuan yang menurutku sangat cantik dan modis itu.




Aku jadi tidak sabar melihatnya, tapi kalau Mama tidak menyuruh Kuan Ge untuk menikah lagi ya aku tidak akan membongkar itu semua sampai memang kebenaran itu terbongkar dengan sendirinya.



(POV KARIN SELESAI)


.


.


.


.


Sudah 5 hari semenjak adu mulut dengan Mama mertua dan semenjak itu aku juga Kuan Ge tidak pernah lagi mendapat kabar dari Mama mertua.


Biasanya Mama mertua akan menghubungi 1 hari bisa 3 kali seperti sedang meminum obat. Entah nanyain lagi apa?? Masak apa?? Sampai kapan kasih mama cucu. Itu yang paling aku sebal. Dia kira punya anak itu seperti orang bersin huachiii--- terus anaknya nongol. Kan butuh proses.


Kalau proses memproduksinya sih selalu kami lakukan tiap malam cuma jika memang belum ada embrio yang nyangkut di rahimku gimana??


Memang cuma dia saja yang ingin punya cucu, lah aku juga pengen punya Kuan junior ditengah-tengah pernikahan kami.


Tok


Tok


Tok


Aku mendengar jika pintu rumah diketok dan akupun segera membukakan pintu itu, karena orang yang mengetok pintu seperti tidak sabaran.


"Ya-- sebentar!" Ucapku agar dia mau bersabar sebentar saja untuk dibukakan pintunya.


Ceklek


Kreeekk---


"Mama~?" Tanya ku kaget saat tau siapa tadi yang mengetok pintu. Ibu mertuaku ini datang setelah 5 hari tidak ada kabar.

__ADS_1


Tapi yang aku sebalkan dia datang bersama wanita yang aku benci. Ngapain lagi ulat gatal ini datang ke rumahku.


"Dasar menantu lelet, bukain pintu saja lama." Ucapnya sedikit marah.


-**"Ah~ mertua selalu marah-marah pantesan saja Papa menikah lagi. Mungkin gak tahan dengan ocehannya itu." Ucap ku dalam Hati.**-


"Maaf Mam tadi dari dapur abis masak buat Kuan Ge nanti." Jelasku padanya.


Tiba-tiba Mama masuk maen nyelonong aja bersama si Rubi wanita uget-uget yang menyukai suami ku.


"Eh~loh kog Mama maen nyelonong masuk aja?" Tanya ku padanya.


"Menantu gak ada akhlak, ini rumah anak Mama terus kamu tidak menyuruh Mama masuk dasar gak punya sopan santun." Katanya kasar.


"Bukan gak boleh masuk Mam, tapi ngapain wanita ini juga masuk?? Dia diluar saja. Aku tidak menerima kehadirannya dirumahku." Ucapku sebal.


"Eh~ menantu menyebalkan, Rubi ini sebentar lagi juga akan tinggal disini karena dia mau jadi istri dari putra ku Haikuan jadi kamu tidak ada hak untuk melarangnya masuk." Katanya lagi membuatku kesal saja, aku tetap punya hak kan aku istri sah Kuan Ge.


"Siapa yang mau menikah?? Suami Mama gitu??" Tanyaku sedikit menekan.


"Dasar kurang ajar---." Marah Mama mertuaku. "Papa mertua mu itu cinta mati dengan Mama jadi dia tidak akan menikah lagi, karena hanya Mama dihatinya lagian Mama tidak Mandul kaya kamu jadi dia tidak butuh wanita untuk memberinya keturunan." Jelas Mama mertuaku ini. "Lagian aku sudah memberikan dia Haikuan ku yang tampan, tidak kaya kamu memberi Haikuan junior saja tidak mampu." Ucapnya menyindir lagi.


"Cukup Mam~ lagian percaya diri sekali Mama bilang Papa hanya mencintai Mama dan cinta mati dengan Mama, apa sudah ada buktinya??" Tanyaku pada Mertuaku ini.


"Tentu saja ada dan selama ini dia setia pada Mama." Ucap Mama mertuaku percaya diri.


"Kamu ini istri tak punya sopan santun, dari kemarin bertengkar terus dengan mertuanya, lihat Bibi dia sama Bibi saja tidak hormat seperti saya dengan Bibi." Kata Rubi wanita ular ini membuatku muak.


"Hello--- aku seperti ini dengan mertuaku ini ya semua karena kamu, kalau kamu tidak jadi biang perusak rumah tangga orang ya aku tidak akan bersikap seperti ini pada Mama mertuaku." Kesalku padanya


"Kamu saja yang gak becus jadi istri." Katanya seketika aku pun naik pitam lalu menyeretnya untuk pergi dari rumah ini.


Mama mertuaku yang melihat itu menjerit-jerit menyuruh aku melepaskan Rubi yang aku tambak sambil menyeretnya keluar dari rumahku ini.


"Awwww---- sakit wanita barbar lepaskan!!!" Pinta nya padaku tapi aku tidak menggubrisnya setelah sampe pintu aku dorong dia.


Brugh


Dia pun terjatuh terjerembab. Aku hanya melihatnya acuh sedangkan Mama mertua sudah menghubungi Kuan Ge dan marah-marah karena aku bertindak kasar pada Mama dan Rubi.


**Panggilan on**


("Hallo Kuan lihat Karin bersikap kasar pada Mama yang sedang ada dirumahmu ini, dia juga menjambak Rubi dan melemparnya keluar.")


("Mam, sudah Kuan bilang jangan ganggu Karin dan Kuan kan sudah bilang kalau tidak cinta lagi sama Rubi jadi Mama jangan paksa-paksa Kuan buat menikah dengannya.")


("Kamu gimana sih Kuan, jadi laki kog lembek begini. Kalau kamu tidak sama Rubi lalu kapan Mama bakalan punya cucu. Kamu tau sebentar lagi Papa kamu pulang dari bisnisnya diluar kota jadi Mama ingin kamu kasih kejutan ke Papamu kalau kamu bisa kasih dia cucu.")


("Mam~ asal Mama tau saja, Papa tidak pernah memaksa Kuan untuk segera punya anak dan memberinya cucu, Kuan sudah pernah bertanya pada Papa, kata Papa tidak masalah jika Kuan dan Karin mengadopsi anak terlebih dahulu sampai kami benar-benar mendapatkan anak kandung kami sendiri. Ayo lah Mam jangan jadi Ibu yang kolot. Jangan ikut campur masalah Kuan, coba Mama perhatikan saja Papa biar Papa tidak sibuk dengan kerjaannya terus menerus.")


("Kuan--- Kuan, sial~ putraku sudah dicuci otaknya sama menantu sialan ini.")


**Panggilan off**


"Lebih baik Mama dan uget-uget itu pergi dari sini!! Bukannya Karin bertindak tidak sopan dengan Mama, tapi kalau dengan kehadiran Mama rumah tangga Karin jadi kacau, maka lebih baik Mama jangan kesini." Ucapku pada mertua ku itu, tidak tega sebenernya tapi ya mau gimana lagi kalau dia kolot seperti itu.


"Dasar BERENGSEK, nanti aku akan bilang sama Kuan Ge biar kamu dimarahin, perlu didik kamu biar jadi menantu yang ideal buat keluarga Liu." Kata uget-uget itu yang bener-bener tidak sadar diri.


"Lalu yang ideal itu seperti apa?? Seperti kamu yang suka dengan suami orang??" Kataku ketus dan aku tau dia kesal. "Mama gini aja nanti pas Papa datang kita bicarakan lagi. Kalau Mama nerima kesalahan Papa maka aku akan mencoba menerima usulan Mama gimana??" Tanya ku padanya agar dia bisa sadar dari perbuatannya dan mungkin ini lah saatnya supaya Mama tau kalau Papa sudah menikah malah sejak dulu. Aku jadi penasaran mama akan gimana kalau tau itu semua??.


"Baik~ tapi Papa kamu tidak punya salah sama Mama jadi siap-siap saja kamu akan dimadu sama Haikuan dan kamu harus setuju dengan itu semuanya." Kata Mama mertuaku ini.


"Oke kalau gitu, silahkan kalian berdua pergi dari sini dan sampai jumpa lagi saat Papa pulang dari perjalanan bisnisnya." Ucapku pada uget-uget juga mertuaku ini. "Maaf Mam, bukan nya Karin tidak sopan tapi Karin akan masuk dan Mama boleh meninggalkan rumah ini." Kataku lagi lalu aku pun masuk kedalam rumah dan berusaha menenangkan pikiranku ini. Rasanya penuh sekali otakku.


Blam


.


.


.


.


.


*TBC


*Vi3ny18066


Oke aku up lagi KUANRIN nya semoga ada masih ada yang menunggu dan masih ada yang mau membacanya 🀭🀭


Jadi ada prahara rumah tangganya🀭🀭


Semoga Kuan kuat iman dan tidak menuruti keinginan Mamanya 😁😁

__ADS_1


*TERIMAKASIH πŸ™πŸ½πŸ™πŸ½


...***1-04-2021*** ...


__ADS_2