Gairah Cinta KuanRin

Gairah Cinta KuanRin
16. Penculikan


__ADS_3

Maaf Typo bertebaran beb


Belum sempat edit.


.


.


.


.


.


Sebelum membaca, Jangan lupa ya kakak komen dan like nya ya.... dan juga jangan lupa follow aku ya kakak supaya kita bisa berteman.. semua itu buat semangat ku untuk menulis..


.


.


.


.


TERIMAKASIH


.


.


.


...selamat membaca semoga suka ceritanya...๐Ÿ™...


...*********...


...GAIRAH CINTA KUANRIN ...


.......


.......


.......


.......


.......


Proses kelahiran bayi kembar Karin pun berjalan lancar, Karin sudah berada di kamar rawatnya. Dan dia sudah sadar dari pengaruh obat bius nya.


Karin dibius total karena dia mengalami pendarahan hebat tadi, untung saja semua bisa diatasi dan ke dua bayi kembar serta Ibunya selamat dan dalam keadaan sehat. Sedangkan bayi kembarnya masih berada di ruang khusus bayi.


"Anda sudah sadar Nyonya Karin?" Tanya suster yang sedang mengecek keadaannya. "Lebih baik sekarang anda beristirahat saja! Pulihkan terlebih dahulu kondisi anda sekarang!"


"Eng~ dimana suami saya Sus?" Tanya Karin yang tidak melihat keberadaan Kuan.


Dia melihat ke seluruh ruangan ternyata bukan hanya Kuan saja yang tidak ada tetapi keluarganya satupun tidak ada.


"Suami anda sedang pulang sebentar, dia sedang mengambil semua barang yang anda butuhkan selama dirumah sakit."


"Oh~ lalu keluarga saya apa belum ada yang datang?" Tanya Karin pada suster yang menjaganya.


"Belum, kemungkinan masih dalam perjalanan." Ucap Suster itu.


"Berapa jam saya dioperasi? Kenapa belum satupun yang datang?" Tanyanya bingung.


"Mungkin sebentar lagi, atau mungkin terjebak kemacetan."


"Hah-- baiklah kalau begitu, apa anak-anakku baik-baik saja?" Tanya Karin sedikit cemas.


"Mereka baik, nyonya Karin memiliki sepasang bayi kembar."


"Apa? Sungguh?"


"Eum~ sungguh, selamat ya nyonya." Ucap Suster lalu dia pun ijin untuk memeriksa pasien yang lain.


Tak lama berselang kepergian suster, orang tua Karin datang. Mereka sangat cemas sekaligus senang karena cucu mereka sudah lahir.


"Karin sayang, Mama sangat khawatir saat Kuan menghubungi Mama kalau Karin pendarahan."


"Kamu baik-baik saja kan sayang?" Tanya sang Ayah.


"Mam~ Pap, karin baik-baik saja. Karin memiliki sepasang bayi kembar." Ucapnya membuat kedua orang tuanya senang.


"Lihat Pap kita dapat cucu sepasang, senangnya sekarang sudah menjadi nenek dan kakek." Ucap nyonya Aizawa, lalu dia berkata lagi. "Karena Mama masih muda ya Mama dipanggil Neli saja lah." Katanya lagi.


"Apa itu Mam?" Tanya suaminya penasaran.

__ADS_1


"Nenek lincah hahaha--." Ucapnya lalu tertawa, Karin dan Ayahnya mendengar ikut tertawa.


Tok


Tok


Tok


"Masuk." Ucap Karin dari dalam dan ternyata itu Ibu mertuanya yang datang dengan Ruby.


Ceklek


Blam


'Kenapa wanita itu selalu ikut bersama Mama sih? Dan kenapa juga Mama mengajaknya.' Kata Karin dalam hati.


"Bubesan datang." Ucap nyonya Aizawa basa-basi. "Seharusnya dihari bahagia ini bubesan jangan membawa orang lain, ini kan masih prifasi." Ucap nya lagi.


"Maaf besan Aizawa, tadi ketemu Ruby di lobi dan saya bilang Karin sudah melahirkan dia pun ingin ikut, ya jadi saya ajak saja." Jelasnya, tapi tetap saja Karin tidak suka.


Ceklek


"Maaf mengganggu." Ucap Suster yang membawa 2 troli box bayi. "Baby datang mau lihat Mama nya." Kata Suster lagi.


Blam


Tentu saja itu disambut oleh orang tua dan mertua Karin dengan senang, tidak dengan Ruby yang memperlihatkan raut wajah tidak suka.


"Aih-- ini mirip sekali dengan Kuan saat kecil dulu." Ucap nyonya Liu saat melihat baby boy milik Karin.


Sedangkan nyonya Aizawa juga berkata dengan riang. "Yang perempuan mirip sekali dengan Karin waktu kecil. Ternyata mereka berdua duplikat orang tuanya. Akhirnya ada Kuan dan Karin kecil." Katanya lagi.


"Terimakasih Karin sudah memberikan Mama cucu. Ya walaupun Mama tau kalau kamu masih marah sama Mama, tapi terimakasih tidak mengusir Mama dari sini." Ucap nyonya Liu pada Karin.


"Mama jangan khawatir, aku tidak sejahat itu. Oiya Ruby kalau tidak ada kepentingan bisa silahkan pergi! Aku hanya ingin bersama keluarga ku saja!" Usir Karin halus.


"Oh~ ah~ baik lah, aku akan pergi karena disini juga tidak ada Kuan dan selamat buat kelahiran si kembar." Ucap Ruby tapi Karin hanya tersenyum tipis.


'Sialan kamu Karin, lihat saja ini senyum terakhirmu. Aku akan membuatmu menangis sepanjang waktu karena kehilangan Kuan junior.' Kata Ruby dalam hati.


Ruby pun pergi meninggalkan ruangan itu, setelahnya Kuan pun datang. Dia sangat senang melihat dikembar dan mencoba untuk menggendongnya.


"Karin terimakasih sudah memberikan ku 2 anak yang sangat lucu ini." Ucap Kuan setelahnya meletakkan bayinya dibox lalu dia mengobrol dengan kedua orang tua Karin juga Ibunya.





"Bayi siapa yang diculik?" Tanya salah satu Dokter saat mendengar berita kalau salah satu bayi ada yang hilang.



"Bayi dari Dokter Kuan dan nyonya Karin, bayi laki-laki nya menghilang." Kelas suster jaga diruang bayi.



"Kenapa bisa hilang? Apa tidak ada yang jaga ruang bayi semalam?"



"Ada, tapi tiba-tiba kami tertidur dan bangun-bangun bayi nya sudah tidak ada."



"Tidak mungkin bayi bisa hilang dari pengawasan? Coba cek CCTV!"



"Kami sudah mengecek nya, dan pelakunya beberapa pria, tapi benar-benar sangat rapih. Karena mereka tidak langsung mengambil bayi dan membawa nya pergi."



"Lalu?"



"Mereka melakukannya dengan cara dioper-oper sampai bayi itu bisa keluar dari rumah sakit tanpa ada yang curiga."



Tap



Tap

__ADS_1



Tap



Kuan yang sudah mendengar kalau bayinya menghilang dengan segera pergi ke ruang bayi untuk menanyakanย  apa yang sebenernya terjadi dan kenapa bayinya bisa menghilang.



"Kenapa bayiku bisa menghilang?" Tanya Kuan sedikit panik.



"Maaf Dok ini kelalaian kami."



"Tentu saja ini kelalaian kalian, kenapa rumah sakit sebesar ini dan banyak satpamnya bisa sampai kecolongan seperti ini? Apa yang kalian kerjakan sampai bisa seperti ini?" Tanya Kuan marah.



"Maaf Dok, kami sedang mencarinya."



"Kamu kira yang hilang itu sebuah boneka? Jika istri saya tau masalah ini, apa yang akan terjadi dengan nya? Dia baru saja selesai melahirkan tiba-tiba dikabarkan anaknya menghilang?"



"Maaf Dok, kami akan segera menemukan putra anda."



"Tentu saja itu harus! Kalau tidak aku akan menuntut rumah sakit ini karena kelalaiannya!"



"Tapi Dok?!"



Kuan tidak mendengarkan perkataan pembelaan dari mereka, Kuan menghiraukan nya pergi meninggalkan mereka yang masih bingung dan kasak kusuk.



Dipikiran Kuan sekarang gimana caranya memberitahukan masalah ini pada Karin yang masih dalam proses pemulihan.



Dia takut kalau Karin tahu bahwa bayinya telah diculik, pasti dia akan syok. Itu akan membuat masa pemulihan pun terlambat.



'Siapa yang sudah menculik bayiku? Apa ini ada hubungannya dengan musuhku? Tapi aku tidak memiliki seorang musuh pun kecuali Ruby yang selalu membikin masalah dengan ku. Harus mencari anakku dari mana? Mereka sangat banyak dan benar-benar tidak terlihat wajahnya. Tapi aku yakin ini pasti berhubungan dengan Ruby. Awas saja kamu Ruby jika itu benar adanya aku tidak akan memaafkanmu untuk selamanya.' Ucap Kuan dalam hatinya.



.


.


.


.



\*TBC



\*VI3NY18066



Hai-hai aku up lagi, maaf ya agak lama yang up soalnya aku sibuk banget. Baby nya sakit dan si sulung lagi banyak kegiatan.



Hayo-hayo kalau sudah baca jangan lupa ya kasih komen dan Votenya juga like dan subscribe nya ya juga jangan lupa follow biar kita jadi teman.๐Ÿค—๐Ÿ˜‰๐Ÿ˜˜



\*TERIMAKASIH sudah membaca๐Ÿ™๐Ÿฝ๐Ÿ™๐Ÿฝ๐Ÿ™๐Ÿฝ


__ADS_1


...\*\*\*21-11-2021\*\*\*...


__ADS_2