Gairah Cinta KuanRin

Gairah Cinta KuanRin
14. Rencana Ruby


__ADS_3

Maaf Typo bertebaran beb


Belum sempat edit.


.


.


.


.


.


Sebelum membaca, Jangan lupa ya kakak komen dan like nya ya.... dan juga jangan lupa follow aku ya kakak supaya kita bisa berteman.. semua itu buat semangat ku untuk menulis..


.


.


.


.


TERIMAKASIH


.


.


.


...selamat membaca semoga suka ceritanya...🙏...


...*********...


...GAIRAH CINTA KUANRIN ...


.


.


.


.


.


Usia kandungan Karin kini sudah tampak semakin besar dan saat ini memasuki usia 8 bulan.


Keadaan bayinya pun sangat baik dan sehat, mereka terlihat lincah didalam sana.


Karin dan Kuan menantikan kehadiran mereka dengan perasaan senang. Begitu juga dengan Ibu Kuan yang awalnya tidak senang dengan berita itu pun menjadi antusias menantikan kelahiran baby twins mereka.


Tapi tidak dengan Ruby yang masih saja menginginkan Kuan agar kembali padanya.


Segala cara sudah dilakukan Ruby untuk menggagalkan Karin dalam memiliki seorang anak. Tapi lagi-lagi selalu saja gagal.


"Sial--- Sial--- Sial--- selalu saja gagal!" Kesal Ruby yang rencananya ingin membuat Karin terpeleset tidak terjadi.


Kejadian itu bermula ketika Karin sedang berjalan pagi bersama suaminya.


Dokter menyarankan agar Karin sering berjalan di pagi hari agar proses persalinan lancar, walaupun mungkin persalinan nya secara sesar, tapi tetap harus berolah raga ringan seperti jalan santai dipagi hari.


Ruby yang selalu memata-matai kegiatan Karin dengan cara mengirim seseorang untuk selalu memantaunya itu merencanakan sebuah kecelakaan kecil tapi yang berakibat fatal bagi kandungan Karin.


Tapi Tuhan berkehendak lain, Karin selamat dari kecelakaan itu. Tapi yang terpeleset orang lain dan jatuh kedalam lubang yang digali oleh anak buah Ruby.


**Flasback on**


"Karin ayo kita berjalan santai ditaman." Ajak Kuan pada istrinya.


"Males ah Ge."


"Gak boleh males, ingat kata Dokter kalau banyak jalan tuh bisa memperlancar persalinan, kamu dan baby juga sehat." Bujuknya lagi.


"Tapi suami aku Dokter jadi itu barusan kata suami aku." Canda Karin dan Kuan hanya tersenyum. Melihat suaminya tersenyum akhirnya Karin pun mau diajak berjalan santai oleh Kuan. "Ya sudah deh aku mau."


"Nah gitu dong! Ayo jangan males-malesan seperti ini! Kata orang dulu kalau Ibunya males nanti anaknya ikutan males."


"Aku bukan orang dulu, kan aku orang jaman sekarang wek---." Ucap Karin sambil memeletkan lidahnya kuat yang melihat tersenyum.


Mereka pun berjalan-jalan disekitar komplek perumahan dekat dengan rumah mereka.


Tapi saat sampai didekat taman, Kuan melihat ada tumpukan tanah yang sedikit mencurigakan, walaupun terlihat biasa saja dan terlihat datar, tapi dia merasa ada yang aneh dengan tanah itu.


"Karin kita lewat sebelah sana saja ya!" Ajak suaminya ini, Karin yang awalnya tidak mau karena dia ingin membeli jajanan didepan sana akhirnya dia mengalah dengan perkataan suaminya. "Jalan memutar lebih jauh akan lebih sehat."


"Aiyo Ge, bukan lebih sehat tapi lebih pegal kakinya." Katanya sambil cemberut.

__ADS_1


"Nanti aku pijitin." Bujuk rayu Kuan.


"Bener?!"


"Hm, untuk istriku yang manis ini apa sih yang enggak?!"


"Oke ayo kita berjalan lebih jauh lagi, kalau aku capek suamiku yang tampan ini akan menggendongku sampai rumah." Kata Karin sambil berjalan memutari jalanan itu.


Kuan yang mendengar itu terkaget. "Apa?? Menggendong?" Tanyanya kaget. "Sapa yang bilang? Kan Gege bilang mau pijitin kamu!"


"Barusan Karin yang bilang wekk!"


Kuan melihat tingkah istrinya hanya geleng-geleng kepala nya saja. "Dasar ibu hamil ada aja yang aneh-aneh." Gumamnya lirih.


"Ge ayo!" Ajak Karin semangat untuk membeli jajanan disebrang sana.




Sampaikan ditempat yang mereka tuju, Karin dengan asyiknya memilih setiap jajanan.



Tiba-tiba terdengar jeritan dari sebrang sana. Karin dan Kuan terkaget dan melihat apa yang terjadi.



Ternyata ada yang terjatuh disebuah lubang bersama dengan anaknya. Semua orang yang ada ditaman berbondong-bondong berlari kearah jeritan tadi.



Ternyata seorang wanita yang sedang menggendong anaknya terjatuh didalam sana.



Mereka pun bertanya-tanya dari mana asal lubang ini?? Bukankah tadi tidak ada?



"Ayo bapak-bapak kita bantu mereka." Ujar salah satu orang disana.



Kuan dan Karin pun penasaran dan ikut melihat kesana. "Paman, saya titip jajanan ini! Nanti saya kembali kesini lagi." Ucap Kuan yang tau kalau Karin ingin sekali melihatnya.




Mereka pun pergi melihat, semua orang menyelamatkan anaknya terlebih dahulu, saat anaknya sudah sampai diatas, mereka meletakannya dipinggir jalan yang aman.



Kuan dan Karin menghampiri anak itu, dengan sigap Kuan segera memeriksa anak itu.



"Anda siapa?? Jangan asal megang! Nanti kalau kenapa-kenapa gimana?? Kita tunggu ambulance datang saja tadi sudah ada yang menghubunginya." Ucap seorang wanita disana.



Kuan pun berkata. "Saya seorang Dokter, jadi biar saya periksa dulu anak ini sebelum ambulance datang!"



"Oh ~ baik kalau begitu."



Kuan memeriksa anak batita itu, dan kemungkinan ada sedikit benturan membuatnya pingsan.



Setelah memeriksanya, Kuan juga memeriksa Ibunya yang terlihat ada beberapa luka ditubuhnya dan kemungkinan kakinya terkilir.



Setelahnya ambulance datang, sebelum berangkat Kuan bilang apa yang tadi dia periksa lalu ambulance pun pergi menuju rumah sakit.



Kuan dan Karin segera pulang setelah membayar jajanan yang dia beli. Disepanjang jalan mereka pun membicarakan tentang insiden terjatuhnya Ibu dan batita itu.



"Ge~ kalau saja tadi Karin tidak menurut, mungkin sekarang Karin yang sudah berada dirumah sakit." Ucapnya sambil mengingat-ingat kejadian tadi.


__ADS_1


"Hm~ karin benar. Gak tau apa yang akan terjadi padamu dan juga calon baby kita kalau itu terjadi?"



"Karin gak bisa membayangkannya." Ucapnya lalu mereka pun sampai dirumah.



Seperti yang dijanjikan Kuan tadi, dia pun memijat kaki Karin istrinya manjanya ini. Sedangkan yang dipijat lagi asyik memakan jajanan yang dia beli tadi.



\*\*Flasback off\*\*



.


.


.


.



"Kalian benar-benar TOLOL." Ucap Ruby marah.



"Maaf bos-- mana kami tahu kalau mereka tidak akan melewati lubang itu?"



"Jangan banyak omong! Pantau mereka lagi, jangan sampe kejadian seperti ini terulang lagi. Aku ingin wanita itu tidak bisa melahirkan anaknya dan kandungannya bermasalah lagi." Katanya kesal.



"Baik bos, kalau mau lebih cepat kita berpura-pura saja menjadi tukang jajanan yang dia biasa suka jajan, kita racun saja."



"Terserah kalian tapi aku tidak mau jika terlibat, ingat aku membayar kalian mahal dan lakukan semuanya secara rapih."



"Siap Bos!"



Mereka pun meninggalkan Ruby yang masih kesal dengan selamatnya Ruby dari insiden kecelakaan itu.



"Sial---- malaikat apa yang selalu menjagamu itu?? Kenapa semua rencanaku selalu gagal!"



.


.


.


.



\*TBC



\*VI3NY18066



Oke aku up lagi, tapi maaf kalau tidak panjang. Dikarenakan baby lagi rewel. Ditunggu aja kelanjutannya.🙏



jangan lupa follow, Komen dan Like juga vote nya untuk jadi semangat melanjutkan ceritanya 🙏🏽🙏🏽



...\*Terimakasih 🙏🏽🙏🏽🤗😘...



...\*\*\*04-11-2021\*\*\*...

__ADS_1


__ADS_2