Gairah Cinta KuanRin

Gairah Cinta KuanRin
12. Ngidam.. sempolan oh sempolan


__ADS_3

Maaf Typo bertebaran beb


Belum sempat edit.


.


.


.


.


.


Sebelum membaca, Jangan lupa ya kakak komen dan like nya ya.... dan juga jangan lupa follow aku ya kakak supaya kita bisa berteman.. semua itu buat semangat ku untuk menulis..


.


.


.


.


...TERIMAKASIH...


.


.


.


...selamat membaca semoga suka ceritanya...🙏...


*********


...GAIRAH CINTA KUANRIN...


.


.


.


.


.


Sudah 4 bulan berlalu, karena kehamilan yang Karin alami ini dia mengalami masa-masa dimana hormonya tidak stabil.


Seperti orang hamil pada umumnya, karin juga mengalami yang namanya ngidam juga mual dan muntah.


Emosi yang tidak stabil membuat dirinya kadang senang, kadang dia sedih, kadang tiba-tiba nangis seperti anak kecil. Bahkan kadang dia bisa marah-marah dan galak sekali seperti singa terhadap suaminya.


Haikuan yang tau akan kondisi istrinya dia hanya bisa sabar. Tidak hamil saja kalau Karin seperti itu dia sabar apa lagi ini sedang hamil, ekstra sabar nya berlipat ganda.


"Ge bangun!" Ucapnya membangunkan Kuan sambil menggoyang-goyangkan tubuh suaminya.


"Engg~ Karin sayang ada apa??" Tanyanya malas dengan suara khas bangun tidur.


"Aku mau sempolan ayam. Tadi aku liat di utub Ge." Ucapnya dengan senyum semringah, sedangkan yang diajak berbicara kaget dan bertanya-tanya apa itu sempolan?


"Karin ini udah malam, besok aja ya." Bujuk Kuan kepada istrinya yang sedang manja-manjanya ini.


Karin yang mendengar itu pun langsung cemberut. "Baby twins nanti ngeces."


Haikuan yang mendengar itu pun langsung bangun dan duduk seketika. "Amit-amit sayang, ya sudah ayo kita cari. Tapi malam-malam dimana yang jualan??" Tanyanya bingung.


Karin langsung nyengir. "Gak Ada, jadi bikin aja ya hehehe." Jawabnya tanpa dosa.


"Hah~ ya sudah kita lihat caranya di utub, dan kita lihat juga apa bahan-bahannya ada didapur." Ucap Kuan lalu mengajak istrinya untuk bersama-sama kedapur.


Sampai didapur Kuan pun melihat-lihat apa aja yang ada dikulkas maupun lemari tempat penyimpanan bahan makanan.


"Ge~ nyari apa??" Tanya Karin yang melihat suaminya sibuk mencari-cari sesuatu.


"Ya bahan-bahan untuk membuat sempolan lah ya." Ujarnya.


"Emang Gege tau bahannya apa aja?!"


"Enggak sih."


"Hayah~ makannya liat dulu di utub baru nyari bahannya." Kata Karin ketus.


Mendengar itu Kuan hanya membuang nafas kasar lalu dia mengambil ponselnya dan berselancar ke utub untuk mencari tau apa itu sempolan dan bagaimana cara membuatnya.

__ADS_1


Akhirnya dia pun menemukan resep yang dia cari. "Ini tampaknya mudah sayang. Ternyata dari ayam. Kebetulan ayam ada dikulkas tadi aku suruh Bibi untuk membeli ayam 2 ekor untuk persediaan kalau kamu malam-malam kelaparan."


"Iihh~ suami perhatian banget deh ah." Goda Karin.


Haikuan hanya tersenyum sambil melihat-lihat apa saja bahan-bahan yang diperlukan.


"Coba kita baca apa saja bahan-bahannya??


200 gram ayam tanpa tulang, eng~ ada tinggal kita buang aja tulangnya. 1 kg tapioka, 250 gram terigu. Tunggu dulu ini ada gak ya??" Tanya Haikuan sambil melihat-lihat isi lemari penyimpanan.


"Gimana Ge ada gak??"


"Bentar lagi dicari." Katanya mengobrak-abrik isi lemari. "Nah ini dia, aman ada. Terus 5 siung bawang putih dan 3 siung bawang merah kalau ini mah selalu ada. Daun bawang iris halus."


"Jangan pake daun bawang Ge."


"Oke, berarti taruh lagi." Kata Kuan meletakkannya lagi. "1 butir telur dan 1 bungkus kaldu bubuk. 1 sendok teh lada bubuk, ini lada kayaknya abis deh, Bibi lupa pasti yang beli."


"Ya sudah Ge gak usah dipake, kita pake aja yang ada."


"Gak apa-apa nih??"


"Iya gak apa-apa yang penting nanti rasanya enak aja aku udah suka kog."


"Oke kalau gitu kita lihat lagi pake bahan apa lagi? secukupnya Garam + gula pasir. Tusuk sate. Sayang gak ada tusuk sate gimana??"


"Udah bikin tanpa tusuk aja Ge."


"Ya sudah lah kalau gitu, atau kamu mau Gege tusuk." Ucapnya sambil bercanda.


"Apaan sih Ge, gak lucu."


"Hehehe-- ya udah kita lanjut! Langkah memasak. Campurkan tapioka, terigu, telur, bumbu halus, eh sayang tadi bumbu halusnya apa ya??"


"Ih Gege mah gitu, itu bawang nya di blender dulu!"


"Oiya lupa hehehe---."


"Sekalian Ge ayamnya belender!"


"Oke bu bos!" Ucap nya sambil tangan hormat. "Terus kalau sudah halus masukkan kedalam wadah, campur rata, tuang air sedikit demi sedikit. Hingga adonan kalis dan dapat dibentuk." Ucap Kuan sambil membaca dan mempraktekannya. "Karena gak ada tusuk sate nanti di bentuk lonjong-lonjong aja ya sayang."


"Terserah Ge yang penting matang." Ucap Karin.


Kuan sibuk mengoleni adonan dan membentuk-bentuknya sedangkan Karin hanya melihat sambil duduk dikursi meja makan.


Setelah membentuk adonan selesai Kuan mengikuti petunjuknya lagi merebus hingga adonan mengapung. Setelah mengapung, iya pun mengangkat, kemudian tiriskan.


"Karin sayang adonan udah jadi tinggal langkah selanjutnya menggoreng, tunggu ya sayang." Ucap Kuan tapi yang diajak bicara udah terlelap.


Kuan melihatnya lalu menghampiri nya lalu mengelus kepala istrinya dengan lembut, "Ternyata sudah tertidur, maaf ya kelamaan! Ya sudah Gege goreng sebentar baru nanti Gege bangunin kamu untuk memakannya." Ucapnya lirih.


Kuan pun berjalan kearah kompor lagi dan melakuakukan ritual goreng menggoreng. Dia mencelup adonan kedalam telur yang sudah diberi bumbu dan dikocok lepas lalu menggoreng nya sampai kuning kecoklatan.


Setelah matang, dia mencobanya 1 untuk dirasa enak apa enggaknya sempolan buatannya, setelah dirasa memang enak dia pun menyajikannya dipiring lalu membangunkan istrinya yang masih tidur terlelap dengan posisi duduk kepala direbahkan diatas meja makan.


"Karin sayang bangun!! Ini sempolannya udah jadi!" Ucapnya sambil menggoyang-goyangkan tubuh sang istri.


"Engg~ apa Ge, ngantuk!"


"Ini sudah jadi sempolannya." Ucap Kuan sambil menyodorkan piring yang ada beberapa biji sempolan yang iya buat.


Karin melihatnya lalu iya hanya mengendusnya saja setelah itu iya berkata. "Buat Gege aja gih, aku ngantuk mau tidur." Ucapnya sambil berlalu meninggalkan suaminya yang mematung kaget karena hasil kerja kerasnya tidak disentuh sama sekali hanya di endus saja lalu dia pergi.


"Karin ini??! Lalu gimana?!" Katanya menahan kesal.


Tapi yang dipanggil tidak menggubris tetap pergi meninggalkannya tanpa kata-kata.


"Ah~ nasib-nasib udah dibangunin jam 1 malam bikin sempolan 2 jam gak disentuh lagi?? Udah jam 3 pagi sekarang dan 2 jam lagi siap-siap ke rumah sakit. Hah~ gini amat ya jadi suami yang istrinya sedang hamil.. sabar-sabar." Keluhnya dengan suara kecil.


Dengan sedikit malas akhirnya dia pun menyantap habis sempolan yang iya buat sendiri. Setelahnya Kuan pun masuk kamar menyusul sang istri yang sudah tertidur dengan damainya.


.


.


.


.


.


Pagi harinya Karin yang terbangun pagi-pagi pun marah-marah karena mendapati sempolan yang dia mau telah dimakan habis oleh suaminya.


"KUANNN GEE---." Teriak nya membuat Kuan yang sedang dikamar mandi pun terkaget mendengar teriakan sang istri.

__ADS_1


"IYA SAYANG ADA APA??" Teriaknya dari dalam kamar mandi.


"MANA SEMPOLAN AKU?!"


"APA--- KAMU NGOMPOL?!"


"IIIHHH--- BUKAN TAPI SEMPOLAN?!"


"YA UDAH KALAU KAMU NGOMPOL NANTI GEGE SURUH BIBI GANTI SEPREINYA." Teriak Kuan dari dalam kamar mandi. Dia tidak mendengar jelas dengan apa yang diucapkan oleh sang istri, membuat Karin jadi senewen dibuatnya.


Ceklek


Blam


Haikuan melihat istrinya yang cemburut pun berjalan menghampirinya lalu berkata. "Ada apa hem? Istri Gege yang cantik ini kenapa?? Kalau memang ngompol tidak apa-apa. Gege maklum kog." Ucapnya lembut tapi itu tidak membuat Karin senang malah tambah sebal.


"Yang ngompol ya siapa??"


"Loh tadi kamu bilang kan kalau ngompol?!"


"Bukan ~ tapi aku bilang mana sempolan aku?!"


Kuan yang mendengar itu terdiam dan mengingat semalam sempolan sudah dia habiskan. "Eh~ itu?! Bukannya tadi subuh kamu bilang kalau sempolannya buat aku saja."


"Terus?!"


"Ya aku makan lah."


"Dihabisin?!"


"Iya."


"Dasar suami rakus, tidak mikirin aku sama baby twins. Aku benci Kuan Ge." Ucap Karin marah lalu pergi meninggalkan rumahnya.


Haikuan yang melihat itu pun mengejarnya. "Karin sayang-- pagi-pagi mau kemana?!" Tanyanya sambil berteriak. Tapi yang dipanggil tetap diam lalu memasuki mobil miliknya dan meninggalkan Kuan yang terbengong.


"Ya ampun hanya karena sempolan dia sampai marah seperti itu?! Sempolan oh sempolan?!" Katanya lirih lalu dia masuk kedalam rumah. "Bi---." Panggil Kuan pada maid nya.


Tap


Tap


Tap


"Iya Tuan!"


"Bi tolong bikinin sempolan, resep dan caranya Bibi bisa liat di utub. Saya mau ke rumah sakit, nanti jam 8 mau ada operasi."


"Baik tuan, loh nyonya dimana??" Tanya Bibi heran.


"Marah gara-gara sempolan nya saya makan tadi subuh. Dia pergi deh."


"Lah kog bisa gitu? Memang pergi kemana nyonya tuan?!" Tanya Bibi penasaran.


"Gak tau Bi? paling ya kerumah orang tuanya seperti biasa dan mengadu." Ucap Kuan sambil tersenyum. "Ya sudah Bi, saya berangkat dulu ya."


"Baik tuan. Hati-hati."


"Iya."


Kuan pun berlalu meninggalkan Bibi untuk menuju kerumah sakit. Dijalan dia merenung dengan apa yang terjadi pagi ini.


Ini memang salahnya. Seharusnya dia tidak menghabiskan semua sempolan itu, seharusnya dia menyisahkan beberapa biji untuk istrinya mencicipi hasil karyanya.


"Ah~ mungkin benar kata Karin kalau aku ini rakus." Ucap nya lirih sambil mengemudikan mobilnya.


Sedangkan Karin seperti dugaan Kuan dia kerumah orang tuanya dan sedang mengadu dengan apa yang terjadi pada dirinya pagi ini.


.


.


.


.


.


*TBC


*VI3NY18066


Ya ini di up lagi..


Sempolan oh sempolan bikin suami keki pagi-pagi 🤣🤣🤣🤭

__ADS_1


*TERIMAKASIH


...***21-10-2021***...


__ADS_2