
...GAIRAH CINTA KUANRIN...
.......
.......
.......
Karin yang sedang dalam keadaan senang dia selalu tersenyum sendiri, karena dia ingin memberi kejutan pada sang Suami. Karin meminta kepada pelayan salon untuk dibuat secantik mungkin agar sang Suami kaget dibuat nya.
Waktu sudah menunjukkan jam 5 sore dan persiapan yang dilakukan oleh Karin pun sudah siap semuanya. Dengan riang dia menuju rumah sakit tempat suaminya bekerja, lalu melenggang berjalan menuju ruang kerjanya.
Semua mata menuju ke arah Karin mengagumi kecantikannya, banyak yang berbisik-bisik kalau Dokter Haikuan itu sangat beruntung mendapatkan Karin yang masih belia itu.
Tapi bagi Karin tentu saja di yang lebih beruntung karena mendapatkan suami seperti Haikuan yang lembut dan perhatian padanya.
Ceklek
Deg
Karin berdiri mematung melihat kejadian di depan matanya itu. Dia tidak mengira dengan apa yang telah dia lihat. Antara percaya dan tidak percaya, posisi itu membuat dirinya bahkan sulit untuk mengeluarkan kata-kata, "Ge----." Ucap Karin terbata.
Haikuan yang kaget melihat kedatangan Karin yang tiba-tiba itu langsung menyingkirkan tubuh Rubi di atas tubuhnya. "Ka-- Karin." Ucap Haikuan terbata.
Tanpa mengucapkan kata lagi Karin pun pergi berlari meninggalkan ruangan itu. Dia berlari tanpa memperdulikan orang yang berlalu-lalang berkali-kali dia tabrak. Air mata keluar dari mata indah Karin. Haikuan mengejar dan memanggil nama Istrinya itu tanpa memperdulikan tatapan aneh yang melihat ke arahnya.
Karin memasuki taksi dan langsung menyuruh kendaraan roda empat itu pergi meninggalkan gedung Rumah sakit. Haikuan yang melihat itu pun pergi ke parkiran mobil dan mengendarai mobilnya untuk mengejar Karin.
"Sial, kenapa Karin bisa melihat pas adegan itu." Kesal Haikuan yang masih terus mengejar taksi yang ditumpangi istri nya namun dia sudah ketinggalan sejak awal.
Karin dihubungi pun tidak mengangkat, menambah kesal Haikuan. Tanpa pikir panjang Haikuan melakukan mobil nya ke arah rumahnya.
Sedangkan Karin yang sudah sampai sejak tadi, dia membereskan baju-bajunya dan di masukan kedalam koper. "Dasar Haikuan Ge BERENGSEK. Aku kira kamu tidak sama dengan lelaki-lelaki BERENGSEK yang aku kenal, tapi nyata nya sama saja. Kenapa melakukan perbuatan itu di ruangan kerja mu Ge?? Kenapa tidak di tempat yang aku tidak akan melihat nya. Tapi untung aku melihatnya, kalau enggak sampai kapan aku di khianati oleh pria berwajah malaikan tapi ternyata iblis. Hik~hik~hik." Ucap kesal Karin dan dia pun menangis lagi. "Huaaaa~~~~ Gege kamu kejam." Tangisnya.
Karin melangkah meninggalkan kamarnya. Saat sampai di pintu, bertepatan dengan Haikuan juga ingin membuka pintu.
"Karin mau kemana kamu?? Dengarkan penjelasan Gege dulu, itu tidak seperti yang kamu liat. Gege bersumpah." Ucap Haikuan panik saat melihat Karin membawa koper.
"Sudah jelas Ge dan gak perlu dijelaskan lagi, Karin sudah lihat semuanya. Gege jahat." Ucap Karin kesal.
"Sayang, kamu salah paham. Dia datang memang mau menggoda Gege tapi sumpah itu kecelakaan." Terang Haikuan.
"Mana ada kecelakaan kog sampai seperti itu." Kesal Karin lalu dengan paksa mendorong Haikuan dan pergi meninggalkan nya.
Karin pergi tanpa mau mendengar penjelasan dari Haikuan membuat dirinya kesal karena menganggap Karin seperti anak kecil yang tidak bisa menyelesaikan malah dengan dewasa. Dan bodohnya Haikuan pun menyadari kalau emang istrinya itu masih temasuk anak kecil yang walaupun sudah dewasa sebelum usianya. Tapi di pikiran nya ya umur segitu sudah termasuk dewasa nyatanya sudah boleh menikah.
.
.
.
.
...******...
...GAIRAH CINTA KUANRIN ...
Karin pergi meninggalkan Haikuan menuju rumah orang tua nya. Dia pergi menggunakan taksi, bahkan dia pun meninggalkan mobil yang pernah dikasih Haikuan sebagai hadiah ulang tahunnya. Sedangkan Haikuan kembali menghubungi Ibunya dan marah besar pada Ibunya yang sudah mengijinkan Rubi bertindak sampai sejauh ini.
**Telpon on**
("Hallo Bu, apa maksud Ibu mengijinkan Rubi untuk menjadi madu ku??" Tanya Haikuan kesal. "Ibu lancang. Sudah Haikuan bilang Kalau Kuan hanya ingin Karin. Dan buat anak Ibu jangan ikut campur, karena Kuan tetap akan mengusahakan nya nanti. Walaupun sulit, tidak seperti ini Bu." Kesal Haikuan lagi).
("Apa-apa kamu Kuan, menghubungi Ibu hanya untuk memaki-maki Ibu. Mau jadi anak durhaka kamu heh." Kesal sang Ibu juga. "Sudah 1 tahun kalian menikah tapi nyata nya istri mu belum bisa memberi keturunan pada keluarga Liu. Mau sampai kapan hah??" Oceh sang Ibu).
("BU ingat, baru 1 tahun Bu. Padahal di luaran sana masih ada pasangan yang sudah menikah sampai belasan tahun belum dapat anak dan itu tidak masalah. Mereka damai-damai saja, asal Ibu tidak mencampuri rumah tangga ku maka kami pasti tidak akan. Bertengkar seperti ini." Terang Haikuan lalu memutuskan panggilan sepihak).
**telpon off**
Haikuan tidak habis pikir kalau sang Ibu akan bertindak seperti itu. Sudah tau Rubi wanita seperti itu, malah Ibu memberi janji dan persetujuan yang tidak-tidak.
\*\*\*flasback on\*\*\*
Tok
__ADS_1
Tok
Tok
"Masuk." Ucap Haikuan.
Ceklek
Tampaklah seorang wanita dengan pakaian mini menuju ke arah Haikuan. Melihat itu Haikuan pun sedikit kaget, ternyata yang di bilang sang Ibu benar kalau Rubi sudah kembali dan dia sekarang ada di hadapan Haikuan.
"Ada apa kamu kesini??" Tanya Haikuan
"Aduh sayang, kog sinis begitu sih?? Aku datang disambut dong." Ucap Rubi sambil menggoda mantan tunangannya itu.
Haikuan masih duduk dengan santai tanpa menghiraukan perkataan Rubi, "Kamu tidak di harapkan untuk datang. Lebih baik sekarang pergi saja." Ucap Haikuan sedikit kesal.
"Tapi Aku kesini atas ijin dari Ibu mu. Beliau sudah menjelaskan semua nya pada ku, ayo lah Kuan kita bisa kembali bersama lagi. Bukan kah kamu menginginkan anak dan orang tua mu juga menginginkan keturunan buat keluarga Liu. Aku menawarkan diri untuk menjadi wanita yang akan memberi mu keturunan itu." Ucap Rubi
"Tak tahu malu----. Rubi bukan kah dulu kamu yang meninggal kan ku dengan pria lain?? Kenapa sekarang malah menjilat ludah kamu sendiri dan merendahkan diri mu untuk menjadi perempuan hina yang di benci oleh setiap pasangan yang sudah ber rumah tangga." Sindir Haikuan.
"Demi bisa kembali pada mu, bahkan Aku rela menjadi perusak rumah tangga mu Liu Haikuan." Ucap Rubi
Rubi terus merayu Haikuan, walaupun sudah di usir, tapi dia bersikeras karena sudah mendapat dukungan dari sang mantan mertua nya Yang kemungkinan akan menjadi mertua nya lagi pikirnya jika Haikuan bisa jatuh kepelukannya.
Karena merasa risih Haikuan memaksa Rubi untuk keluar deng usaha keras dia ingin mengeluarkan wanita gila ini tapi naas nasib mempermainkannya di tersandung dan jatuh, tubuh nya ditimpa tubuh Rubi yang baju mini nya menjadi tersingkap dan memamerkan lekuk tubuh nya dan bagian tubuh laennya Karena kancing bagian depan bajunya lepas. Dan disaat itu bersamaan dengan Karin masuk ke dalam ruangan.
"Ge---."
"Ka--Karin."
Karin pun lari. Rubi mencegah Haikuan untuk mengejar Karin dengan memegang tangan pria itu. Tapi karena kesal Haikuan menampar pipi Rubi. "Dasar wanita tak tahu malu, aku pikir ini terakhir kalinya kita bertemu, dan jangan lagi menampakan wajahmu di depan ku lagi. Jalang." Ucap Haikuan kesal lalu meninggalkan Rubi.
"Tidak akan Aku biarkan kamu lepas Liu Haikuan. Akan ku buat kamu menjadi milik ku kembali, apa lagi Ibu mu pun menyetujuinya." Ucap lirih Rubi sambil memegang pipi nya yang ditampar Haikuan tadi lalu tersenyum sinis. "Tunggu pembalasan ku Karin." Ucap nya lagi.
\*\*\*flasback off\*\*\*
.
.
.
__ADS_1
Haikuan pergi menuju rumah orang tua Karin berharap kalau Karin akan mendengarkan penjelasannya. Dan mau memaafkan kesalahan nya.
Sedangkan dirumah orang tua nya Karin sedang menangis di pelukan sang Mama yang masih bingung dengan apa yang terjadi. Karena sang putri belum juga menjelaskan apa yang terjadi?? Kenapa dia menangis histeris kaya gini.
"Karin sayang, kasih tau Mama apa yang terjadi? Kalau kamu menangis terus tanpa berbicara, mana mama tau apa yang terjadi dengan mu sayang?" Tanya sang Mama.
Karin pun mencoba untuk diam dan tenang, setelah dirinya merasa lebih baik, dia pun menceritakan apa yang terjadi dengan nya. "Mama hik hik.. Kuan Ge selingkuh." Ucap Karin sedikit terisak.
"Apa??" Kaget sang Mama. "Itu tidak mungkin sayang, pasti kamu salah paham." Ucap sang Mama.
"Bener Mama, Karin melihat dengan mata kepala Karin sendiri." Ucap nya lagi.
Saat sang Mama mau berbicara lagi terdengar teriakan suara yang mereka kenal.
"Bi ada nyonya dan nona Karin??" Tanya Haikuan.
"Ada tuan Muda." Ucap maid
Sang Ibu yang mendengar itu pun berkata,"Karin itu suami kamu datang. Ayo temui dia dulu." Kata sang Mama.
"Gak mau Ma, biarin aja." Kekeh Karin.
Karena sang putri tidak mau keluar maka sang Mama pun keluar menemui menantu kesayangan nya itu. "Kuan, maaf Karin masih tidak mau keluar." Ucap sang Mama mertua.
"Mam--- sumpah Haikuan tidak selingkuh, Karin hanya salah paham." Terangnya.
"Mama percaya sama Kamu, tapi Karina masih marah, lebih baik biarkan dia dulu, kamu istirahat saja di ruang tamu." Ucap sang mertua.
"Tidak Ma!!! Karina----- Karina----- keluar maaf kan Aku, dengarkan penjelasan ku sayang." Teriak Haikuan dari luar.
Karina yang mendengar itu hanya diam dan kembali menangis saat membayangkan kejadian sore tadi.
.
.
.
.
.
~~~TBC~~~
☆Vi3ny18066
__ADS_1
...\*\*\*01-04-2021\*\*\*...