Gu Jia

Gu Jia
Bab 17. Tawaran Sean.


__ADS_3

Bab 17. Tawaran Sean.


Tian Zhi menyertakan kekuatan jiwanya saat membuat mata tombak yang kini berada di tangan Shiena. Antara energi yang ada di dalam tubuhnya dan energi yang dialirkan dari tubuh Shiena menyatu di dalam mata tombak. Perpaduan kedua kekuatan itu saling bersinergi dan menghasilkan energi yang luar biasa.


Meskipun hanya latihan saja gelombang energi yang dipancarkan terasa hingga jarak yang cukup jauh. Sean datang ketika Shiena sedang belajar dengan tombaknya. Sesampainya di halaman depan rumah Shiena, tubuhnya merasa aneh seperti ada energi yang terhubung dengannya berasal dari tempat yang tidak terlalu jauh.


Shiena juga merasa heran karena energi dari tombak yang ada di tangannya meningkat dengan tiba-tiba. Dia menghentikan latihannya dan pergi meninggalkan ruangannya. Pemilik energi yang sama dengan tombak berada di sekitarnya.


Sean tidak merasakan lagi energinya terhubung dengan energi lain setelah Shiena menyimpan kembali tombaknya. Dirinya yang sempat terpaku dikejutkan oleh panggilan sopir yang bawah motor Shiena. Entah berapa lama dia melamun sehingga tidak menyadari jika motor itu telah diturunkan dari mobil yang mengangkutnya.


"Maaf, Tuan. Apakah saya sudah boleh pergi sekarang?" tanya sopir pengangkut pada Sean.


Sean tampak gelagapan tetapi berusaha menguasai dirinya dengan cepat. Dia tidak ingin terlihat bodoh meskipun di depan orang yang tidak dikenalnya.


"Oh, iya, maaf aku sampai lupa. Sejak tadi aku mencoba mengingat-ingat pekerjaan yang mungkin saja aku lewatkan." Sean lalu merogoh takut celananya dan mengeluarkan sejumlah uang kertas.


"Ini ada sedikit uang tips untukmu," imbuh Sean.


Sopir yang mengantarkan motor milik Sean terlihat sangat senang menerima tips darinya. Jumlahnya cukup banyak, mungkin setara dengan gajinya selama satu minggu.


"Terima kasih banyak, Tuan. Jika membutuhkan sesuatu Anda bisa menghubungi saya lagi," ucap sopir itu sebelum pergi.


Sean mengangguk.


Beberapa orang pelayan Shiena datang menghampiri Sean dan menanyakan perihal kedatangannya. Mereka tidak tahu jika sebelumnya Shen Shen mencoba menghalangi Sean untuk datang. Tanpa pikir panjang mereka mempersilakan Sean masuk ke dalam rumah. Namun, ketika Sean baru sampai di depan pintu, Shiena sudah keluar dari dalam rumah.


Shen Shen berlari-lari kecil di belakang Shiena untuk memastikan bahwa kebohongannya tidak akan terbongkar.

__ADS_1


"Hai, Shiena! Maaf mengganggumu. Aku dengar dari Shen Shen jika kamu sedang tidak enak badan?" tanya Sean ketika keduanya telah berhadapan.


Shiena tahu jika Shen Shen ada di belakangnya. Dia lalu menoleh ke arahnya dan melihat matanya sedang berkedip-kedip seolah memberinya sebuah isyarat. Shiena tidak mengerti maksud dari kedipan itu tetapi dengan cepat dia paham.


"Bagaimana keadaanmu sekarang? Apakah perlu aku panggilkan seorang dokter?" tanya Sean pengertian.


Shiena tidak segera menjawabnya tetapi dia buru-buru melambaikan kedua tangannya di depan dada.


"Tidak ... tidak perlu. Setelah beristirahat aku baik-baik saja," jawab Shiena.


Pandangan matanya beralih pada satu unit motor keluaran terbaru yang sama persis seperti gambar yang ditunjukkan oleh Sean semalam.


Sean mengikuti arah pandangan Shiena dengan memutar kepalanya menengok ke belakang.


"Oh, ini motor yang aku janjikan untukmu. Ayo kita lihat!" seru Sean.


"Motor ini sangat nyaman pasti harganya sangat mahal. Apakah kamu tidak akan merasa rugi memberikan hadiah ini secara cuma-cuma untukku?" tanya Shiena.


"Aku sangat senang atas kerja kerasmu. Cukup lama aku dirugikan oleh Leo dan Hazzel, entah sudah berapa detektif dan agen rahasia yang kusewa akan tetapi tidak satupun dari mereka berhasil menangani kasus ini," ucapkan Sean.


Shiena mengangguk.


"Hari sangat terik aku akan mencobanya nanti. Aku memiliki beberapa hal yang ingin aku sampaikan padamu. Mari kita berbicara di dalam saja!" Shiena turun dari motornya dan berjalan meninggalkan halaman rumahnya bersama Sean.


Sean mengikutinya di belakang tanpa banyak pertanyaan. Melihat wajah Shiena yang serius, dia yakin ada hal penting yang ingin dia bicarakan.


Sesampainya di dalam rumah Shiena mempersilahkan Sean untuk duduk. Mereka memilih ruang tamu untuk berbincang. Tidak lama setelah mereka duduk, Shen Shen datang untuk menawarkan minuman tetapi Shiena memberinya isyarat untuk tidak mengganggunya saat ini.

__ADS_1


Shen Shen pun pergi dari sana dan menunggu perintah dari Shiena.


"Wajahmu terlihat sangat serius, apakah kamu ada masalah?" tanya Sean memulai percakapan.


Shiena terlihat sedang menghela nafasnya lalu menghembuskannya dengan kasar. Hatinya benar-benar sakit saat mengingat pimpinan dari Elang Emas mencurigainya atas tindakan yang tidak dilakukannya. Dia tidak habis pikir mengapa Mr. Pho menuduhnya telah melakukan kerjasama dengan pihak luar.


"Mulai hari ini aku sudah tidak bekerja lagi di kantor Elang Emas. Kamu bisa tetap menggunakan jasa mereka meskipun bukan aku yang menanganinya nanti," ucap Shiena dengan suara yang terdengar malas.


Sean mengurutkan dahinya. Menurutnya ini sangat aneh. Shiena adalah sosok yang berprestasi di agen rahasia Elang Emas rasanya sulit dipercaya jika dia melepaskan pekerjaannya begitu saja sedangkan dia sudah memiliki nama yang bagus di sana.


"Apakah kamu tidak merasa sayang melepaskan pekerjaan itu? Bukankah kamu termasuk anggota yang berprestasi? Bagaimana tanggapan atasanmu saat tahu kamu akan mengundurkan diri?" tanya Sean bertubi-tubi.


"Aku tidak mendapatkan apresiasi dari agen rahasia Elang Emas bahkan atasanku mencurigaiku telah bekerja sama dengan pihak luar untuk menyelesaikan misi darimu. Bukankah ini sangat menyakitkan? Aku tidak tahan lagi dan lebih baik aku menganggur di rumah untuk melakukan apa yang ingin aku lakukan," jelas Shiena.


Sean terlihat sedang berpikir dia mencoba mencerna kata demi kata yang diucapkan oleh Shiena. Sebagai orang yang baru saja saling mengenal dia tidak memiliki hak untuk mengatur hidup Shiena. Akan tetapi, perasaan akrab membuatnya sangat peduli pada wanita yang menurutnya sangat unik ini.


Ini adalah pertama kalinya bagi Sean merasa sangat nyaman berdekatan dengan seorang wanita. Sebelumnya dia terkenal sangat acuh dan sombong. Sikap dinginnya membuat wanita yang mencoba mendekatinya tidak tahan sampai-sampai kedua orang tuanya merasa bosan untuk menjodohkannya.


"Sebenarnya aku memiliki lowongan pekerjaan di perusahaanku tapi aku tidak tahu apakah kamu menyukainya atau tidak. Selama ini kita menggeluti bidang yang berbeda tetapi kamu bisa bekerja sambil belajar. Aku tidak akan menuntutmu dengan banyak pekerjaan jika kamu setuju bekerja sama denganku." Sean menawarkan pekerjaan untuk Shiena.


Shiena menatap Sean dengan tatanan yang sulit diartikan. Keduanya saling menatap tanpa mengeluarkan kata-kata. Dalam beberapa saat suasana di ruangan itu menjadi ini hening.


Mereka terlihat canggung saat menyadari jika keduanya saling bertatapan dan larut dalam gelombang perasaan yang tidak mereka mengerti.


"Aku tidak bisa menjawabnya sekarang, mungkin aku butuh waktu untuk menenangkan pikiranku." Shiena tidak menolak ataupun menerima tawaran Sean


Sean terlihat kecewa tetapi dia tidak bisa memaksakan kehendaknya pada Shiena.

__ADS_1


__ADS_2