Gu Jia

Gu Jia
Bab 06. Louis dan Giorgio.


__ADS_3

Bab 06. Louis dan Giorgio.


Jarak yang jauh antara kota yang disinggahinya dengan kota dimana Kimmy berada membuat Shiena merasa malas untuk mengendarai mobilnya. Dia memilih untuk pergi dengan teleportasi. Rasa lelah dari perjalanan hari ini saja belum menghilang, dia tidak mungkin menambahnya lagi.


Setelah beristirahat sebentar, Shiena membersihkan diri dan mematut dirinya di cermin. Dia meraba anak panah di dadanya yang masih tertancap hingga saat ini. Tidak ada yang bisa melihatnya selain cinta sejatinya yang akan membebaskannya dari kefanaan.


Waktu telah berlalu hingga beribu-ribu tahun lamanya tetapi pria itu belum juga ditemuinya. Entah sudah berapa kali Gu Jia merubah identitasnya dan berpindah kewarganegaraan untuk menghindari kecurigaan publik akan kehidupan abadinya. Dia berharap nama Shiena akan memberinya keberuntungan.


Seseorang datang dan mengetuk pintu ruangannya dari luar. Shiena datang untuk melihatnya. Rupanya dia adalah petugas layanan kamar yang mengantarkan makan malam untuknya.


Terlihat beberapa jenis makanan tersusun rapi di atas sebuah troli. Shiena membukakan pintu sehingga petugas layanan kamar tidak kesulitan membawa troli masuk. Mereka berhenti di dekat sebuah meja.


"Silakan pilih menu yang Anda inginkan, Nona. Jika ingin menu yang lain, saya akan datang untuk membawakannya setelah ini," ucap petugas layanan kamar dengan sopan.


Shiena memperhatikan beberapa paket menu lalu menunjuk sebuah paket menu yang diinginkannya. "Aku pilih yang ini saja."


"Baik, Nona."


Petugas layanan kamar mengambil sebuah nampan dan menata paket menu yang dipilih oleh Shiena lengkap dengan desert dan minumannya. Sebagai tenaga yang telah terlatih dia menyelesaikannya dengan cepat. Makanan yang diinginkan oleh Shiena telah tersaji di atas meja.


"Sepertinya makanan ini cukup lezat!" batin Shiena, segera dia mengisi perutnya yang lapar setelah petugas layanan kamar pergi dari hadapannya.


Dalam sekejap seluruh makanan yang tersaji telah berpindah ke dalam perutnya. Sendawa yang cukup keras menandakan Shiena merasa sangat kenyang. Kepalanya kemudian menoleh ke arah dinding dan melihat waktu menunjukkan pukul delapan malam.


Sudah waktunya untuk pergi menemui Kimmy. Shiena segera bersiap dengan berpakaian formal. Cukup dengan sihirnya dia bisa merubah penampilannya dalam sekejap tanpa harus bersusah payah.


Shiena melihat pantulan wajahnya di cermin dan memastikan penampilannya sudah sempurna. Beberapa kali dia mengganti pakaian dan dandanannya. Setelah merasa pas dia berhenti dan bersiap untuk berangkat.


Untuk pergi ke tempat lain, Shiena hanya cukup menyentuhkan telapak tangannya di cermin. Sesaat sebelum tangan itu mencapai cermin, tiba-tiba dia teringat sesuatu.


"Sepertinya aku melupakan sesuatu!" Shiena mengurungkan niatnya untuk menyentuh cermin.

__ADS_1


Sejenak dia berpikir.


"Astaga, aku belum membawa tas."


Sebuah tas branded keluaran terbaru muncul begitu saja di tangannya. Shiena segera menentengnya dan melanjutkan perjalanannya yang tertunda.


Shiena telah sampai di depan gedung tempat meeting akan diadakan. Ada beberapa orang yang berdiri di sekitarnya tetapi mereka tidak menyadari kehadirannya. Dengan penuh percaya diri dia melangkah memasuki gedung.


Kimmy menunggu di depan pintu dan segera menghampiri Shiena ketika melihatnya datang. Perwakilan perusahaan asing yang mereka tunggu sedang dalam perjalanan.


"Silakan Nona duduk di meja yang sudah saya pesan. Biar aku saja yang menyambut Mr. Louis!" pinta Kimmy yang tidak ingin membiarkan majikannya berdiri terlalu lama.


"Baik." Shiena mengangguk.


Tanpa banyak bicara lagi Shiena langsung pergi menuju ke tempat yang ditunjukkan oleh Kimmy. Tidak jauh dari tempatnya seorang pria tampan terus menatapnya. Dilihat dari cara menatapnya dia tertarik pada Shiena.


"Aku akui pria itu sangat tampan tapi aku tidak merasakan adanya ketulusan. Dia hanya tipe orang yang suka bersenang-senang saja!" Shiena mengamati gerak-gerik pria tampan yang beberapa kali mengedipkan mata saat melihatnya.


Merasa diacuhkan oleh Shiena, pria tampan itu pun akhirnya menyerah. Terlebih lagi saat Kimmy datang membawa dua orang pria asing yang tidak kalah tampan ke hadapan Shiena. Dia merasa kecil di hadapannya.


Shiena berdiri untuk menyambut kedatangan Kimmy dan dua perwakilan dari perusahaan asing.


"Selamat malam, Tuan. Silakan duduk!" sambut Shiena.


Kecantikan Shiena membuat dua perwakilan perusahaan asing itu terpukau. Mereka menatap Shiena penuh minat.


"Selamat malam. Terima kasih sudah disambut dengan baik di sini. Perkenalan saya Louis dan ini Giorgio!" sapa Louis yang memperkenalkan diri.


"Saya Shiena, rekan kerja Kimmy. Saya sudah mendengar berita tentang Anda. Kita langsung saja membahas pokok pembicaraan kita," ucap Shiena yang tidak suka berbasa-basi meskipun kedua tamunya terlihat ingin tahu lebih jauh tentang dirinya.


Louis dan Giorgio tidak berani mengulur waktu. Sikap tegas Shiena terlihat jelas dari caranya berbicara. Mereka hanya bisa berharap setelah ini ada kesempatan untuk mendekatinya.

__ADS_1


Dalam diskusi mereka, Shiena bertindak sebagai wakil perusahaan. Bukan sebagai pemilik perusahaan. Sepenuhnya pengelolaan aset dan jalannya bisnis dia serahkan kepada keluarga besar Yushi.


Kimmy hanyalah salah satu orang yang memegang perusahaan di kota ini. Perusahaan lain berada di kota yang berbeda dengan perkembangan yang berbeda pula. Mereka terus berpindah-pindah negara mengikuti ke mana Shiena pergi.


Pembicaraan mereka berjalan baik dan berhasil menandatangani perjanjian kerjasama. Produk-produk dari perusahaan Shiena akan dipasarkan oleh perusahan Louis di negaranya. Namun, Shiena nama produk tetaplah sama dengan merk dagang yang dijual di negara ini.


Kesepakatan pun terjadi. Mereka tidak merasa keberatan dengan hal ini dan menyetujuinya. Untuk urusan selanjutnya, Kimmy bisa mengatasinya sendiri.


Setelah rapat selesai, Kimmy meminta pelayan untuk mengantarkan makan malam yang telah dipesannya. Mereka menyajikannya dengan cepat karena sudah diatur jadwalnya.


Shiena mengamati makanan-makanan itu dan terlihat menelan ludahnya. Sebelumnya dia sudah makan di hotel tempatnya menginap tetapi dia tidak ingin menyia-nyiakan makanan lezat dihadapannya.


"Sungguh ini adalah sebuah ujian yang berat. Semoga saja tubuhku tidak membengkak karena terlalu banyak makan!" batin Shiena yang dengan ragu-ragu Shiena mengambil seporsi makanan.


"Nona, maaf jika saya sedikit lancang. Kalau boleh tahu, apakah Nona sudah menikah?" tanya Louis.


Shiena menggelengkan kepalanya. Mulutnya masih mengunyah makanan sehingga tidak bisa menjawab pertanyaan Louis. Selain itu, dia juga tidak suka makan sambil mengobrol.


Louis tersenyum senang mendengar jawaban itu walaupun dia tidak tahu apakah Shiena menyukainya atau tidak. Setelah makan malam selesai, dia berencana untuk meminta nomor ponsel Shiena.


"Kelihatannya Louis dan Giorgio berniat untuk berkenalan lebih jauh denganku. Aku malas!" Shiena meletakkan sendoknya.


"Kimmy!" panggil Shiena.


"Iya, Nona." Kimmy menyempatkan diri untuk menjawab di tengah makannya.


"Aku akan pulang lebih dulu. Tolong temani Tuan Louis dan Tuan Giorgio," pamit Shiena. Dia lalu menatap kedua tamunya dan kembali berkata, "Silakan Tuan melanjutkan makannya, saya permisi pulang lebih dulu."


"Baik, Nona." Ada rasa kecewa yang tertahan dalam ucapan Louis.


Tapi apa boleh buat, Louis dan Giorgio hanya bisa melihat kepergian Sheina setelah berjabatan tangan. Mereka tidak mungkin gegabah untuk menaklukkan hati Sheina, sebab ini juga baru pertama kali bertemu.

__ADS_1


__ADS_2