
Bab 19. Agen Han.
Sean mengerti. Shiena pasti tidak ingin membuat keputusan yang terburu-buru. Meskipun banyak sekali tawaran pekerjaan untuknya belum tentu dia tertarik. Sean pernah mendengar rumor jika Shiena adalah seorang wanita yang sangat kaya raya.
Shiena mengantarkan Sean hingga ke depan pintu dan melihatnya menghilang di balik gerbang bersama mobilnya. Dia baru kembali ke kamarnya setelah Sean benar-benar pergi. Hatinya merasa ada yang kurang tetapi tidak berani mengartikannya sebagai rasa kehilangan.
Ketika dia berjalan ke kamarnya dia bertemu dengan Shen Shen. Dia hanya tersenyum saja, tidak berani menggoda Shiena lagi. Senyumannya saja sudah cukup membuat Shiena merasa terusik.
Beruntung Shiena tidak memperpanjangnya dan terus melangkah mengabaikan Shen Shen.
*****
Di kantor Elang Emas,
Berhentinya Shiena dari agen rahasia Elang Emas menimbulkan kericuhan di antara para anggotanya. Ada yang pro dan juga ada yang kontra. Mereka memiliki pandangan masing-masing mengenai kinerja Shiena.
Salah seorang anggota senior merasa sangat senang karena dia berhasil menghasut Mr. Pho untuk memojokkan Shiena. Dia memanfaatkan sifat Shiena yang mudah tersinggung dengan membuat berita palsu tentang cara kerja Shiena.
Sebenarnya anggota senior tidak memiliki bukti, dia hanya mengandalkan logika saat menghasut Mr. Pho. Tidak disangka cara yang dilakukannya berhasil membuat pesaing terberatnya hengkang dari Elang Emas. Dia akan mengambil kembali posisinya sebagai agen terbaik setelah selama ini direbut oleh Shiena.
"Aku curiga jika Agen Han terlibat dalam proses keluarnya Shiena dari Elang Emas," ucap salah seorang anggota Elang Emas kepada temannya.
"Mungkin saja itu benar, tetap berhati-hatilah. Bisa-bisa setelah ini kita yang disingkirkan dari Elang Emas oleh Han."
__ADS_1
"Benar. Jangan sampai itu terjadi. Aku sudah merasa nyaman bekerja di sini dan tidak tahu lagi akan mencari pekerjaan apa jika keluar dari sini," imbuh yang lainnya.
"Iya, tapi aku tidak ingin menjadi penjilat. Aku ingin bekerja secara jujur sesuai dengan kemampuanku. Jangan sampai aku ingin maju tanpa harus mengorbankan orang lain agar terlihat lebih tinggi."
Seluruh orang yang ada di sana mengangguk setuju. Apa yang dikatakannya memang benar untuk berprestasi tidak perlu menyingkirkan teman seperjuangan. Mereka harus bersaing secara sehat sesuai dengan keahlian dan usaha masing-masing.
Mereka lalu kembali bekerja dan berpisah untuk menjalankan misi yang mereka dapatkan. Di ruang Mr. Pho, Agen Han sedang memberikan laporan hasil kinerjanya. Dia menunjukkan kelebihannya untuk mencari simpati dari Mr. Pho.
"Saya sangat salut pada, Tuan. Anda memang sosok panutan yang saya kagumi hingga saat ini. Jika kita bekerja hanya demi uang, kita wajib mencari orang seperti Shiena. Namun rupanya Tuan sependapat denganku dan memilih untuk mempertahankan harga diri dari sebuah popularitas," puji Agen Han berusaha mendapatkan posisi sebagai orang terpercaya Mr. Pho.
"Kamu adalah anggota terlama sejak Elang Emas berdiri. Misi kita adalah mengungkap kebenaran tanpa sebuah rekayasa. Tapi hingga saat ini aku juga belum memiliki bukti yang menunjukkan jika Shiena memiliki hubungan kerjasama dengan pihak lain." Mr. Pho masih memikirkan Shiena.
Agen Han teringat akan sesuatu. Dia pernah melihat Shiena sedang bertemu dengan tiga orang pria di sebuah rumah makan ternama. Kebetulan dia mengambil gambarnya dari kejauhan.
Mr. Pho terlihat serius memperhatikan foto itu. Di daerah jika Han merasa curiga, bagaimana bisa dia bolak-balik keluar kota dalam waktu yang singkat. Kemungkinan besar dia memang mengandalkan orang lain untuk membantunya menyelesaikan misi.
"Mungkin kamu benar jika Shiena memiliki rekan di luar Elang Emas. Namun kita tidak memiliki bukti yang kuat untuk menjeratnya. Foto ini saja tidak cukup untuk membuatnya mengakui kesalahannya. Sudahlah, itu tidak penting lagi, bukankah dia sudah tidak bekerja di sini." Mr. Pho menyerahkan ponsel Han kembali.
"Tuan benar. Aku akan pergi sekarang sepertinya misi yang kujalankan kali ini agak lumayan berat." Agen Han mengemasi berkas yang ada di hadapannya.
"Semoga berhasil!" ucap Mr. Pho menyemangati.
Senyuman samar menghiasi wajah Agen Han setelah diperbalik dan memunggungi Mr. Pho. Dia telah berhasil mengambil hati owner Elang Emas. Langkahnya untuk menjadi orang yang paling berpengaruh semakin mulus.
__ADS_1
Telah diketahui, keluarga Mr. Pho tidak ada yang mau meneruskan Elang Emas miliknya. Agen Han berharap, setelah ini dia yang akan mengendalikan agen rahasia yang cukup bergengsi tersebut. Dengan nama besarnya dia akan memiliki kesempatan untuk mendapatkan apa yang diinginkannya dengan mudah.
****
Sebelum senja turun Shiena bersiap untuk pergi keluar. Dia sangat ingin mencoba motor besar yang diberikan oleh Sean. Meskipun dia bisa terbang dan mencapai tempat yang ingin dia kunjungi tanpa rasa lelah, tetapi dia sesekali juga ingin merasakan kehidupan seorang manusia biasa.
"Terkadang menjadi hebat dan memiliki kekuatan itu membosankan. Aku lupa rasanya seperti apa menjadi manusia yang bahagia menikmati hal-hal yang sederhana. Sebelum kebangkitanku, aku selalu disibukkan dengan perang dan hal-hal yang berbau kekerasan. Sangat sedikit kasih sayang dan perasaan lembut di hatiku. Yang ada hanyalah dendam dan ambisi untuk menjadi orang yang paling kuat." Shiena tertegun menatap motornya yang terparkir di tempatnya semula.
Tidak ingin membuang waktunya lagi, Shiena segera menghampiri motor dan menyalakan mesin untuk memanaskannya. Shen Shen terlihat sangat khawatir karena ini adalah kali pertama majikannya itu mengendarai motor. Shiena tidak menggunakan pengaman yang lengkap.
"Tunggu, Nona. Aku sangat mengkhawatirkanmu. Jalanan kota di sore hari sangatlah ramai. Apa tidak sebaiknya Anda membeli kelengkapan keamanan di kaki dan lengan terlebih dahulu?" Wajah Shen Shen terlihat khawatir.
"Apa yang kau cemaskan. Aku akan baik-baik saja. Berhentilah berpikir yang tidak-tidak!" seru Shiena dengan kata-kata yang lembut.
Shen Shen terdiam. Sejak kemarahan Shiena pagi ini dia menjadi sangat khawatir. Bagaimana tidak mengingat kemarahan Shiena bisa berakibat fatal bagi lingkungan di sekitarnya.
Kerusakan di taman dan barang-barang yang ada di dalam rumah sudah sangat merepotkannya. Dia takut akan disusul dengan kerusakan yang lebih besar jika Shiena kembali marah. Orang-orang tidak akan tahu masalah ini, tetapi Shen Shen sangat takut jika terjadi kerusakan yang merugikan orang banyak.
Di masa lalu untuk menebus rasa bersalahnya, Shiena memberikan ganti rugi atas kerusakan yang diakibatkan oleh ulahnya. Sebenarnya tidak ada yang tahu jika dia yang menyebabkan kerusakan itu. Namun, keterbatasan orang-orang di sekitarnya membuatnya merasa iba.
Shiena mengenakan helm lalu mulai menjalankan motornya. Beberapa kali dia berputar-putar di halaman rumahnya yang cukup luas. Setelah benar-benar menguasai cara mengontrol laju motor, dia membawanya keluar.
Shen Shen tidak bisa berbuat apa-apa. Dia menatap kepergian Shiena dengan perasaan was-was. Harapannya cuma satu, Shiena kembali ke rumah dengan perasaan yang lebih baik.
__ADS_1