Hal Baru, Aku Ingin Mencoba

Hal Baru, Aku Ingin Mencoba
Episode 01


__ADS_3

Hai, namaku Sisilalala panggil aja Sisil. Aku ini cukup tinggi, sedikit fat, rambutku panjang dan berwarna cokelat.  Aku ini anak holkay, orang tuaku sangat terpandang di kota, aku selalu dimanja oleh orang tuaku dari kecil *pamer dulu aelah. Apapun yang aku minta selalu dituruti.


Tapi... sayangnya.. aku ini seorang FUJOSHI. Keseharian ku hanya belajar, menggambar, baca manga, dan nonton drama atau anime yang berbau BL. Kurasa itu bukan hal buruk, tapi tidak bagi orang lain.


Walaupun begitu aku ini termasuk anak pandai disekolah. Peringkat ku selalu masuk 5 besar se sekolahan. Dan aku cukup terkenal di beberapa kalangan. Tentu saja terkenal karna orang tuaku.


Dan sekarang... aku mulai bosan dengan kehidupan ku yang begitu-begitu aja, dengan kata lain aku ingin mencoba hal baru dan berhenti menjadi seorang fujoshi. Apakah aku bisa?


Keesokan harinya


"Hoaaam... pagi hari seperti biasanya tidak ada yang bagus" gumam sisil seraya bangun dari tidurnya. Sisil mandi dan melakukan kegiatan pagi lainnya seperti biasa dan tanpa ekspresi apapun.


Mama


"Selamat pagi sayang! haih... ada apa? kenapa pagi-pagi begini sudah terlihat lesu"


Sisil


"Selamat pagi ma... bukan kah setiap hari juga begini'


Mama


"Ah.. benar juga, sudahlah ayo sarapan"

__ADS_1


Sisil yang hanya menangguk lalu menuju meja makan. Dan ternyata papa nya sudah ada disana.


Papa


"Ah.. ternyata anak papa sudah bangun, nanti malam apa kau mau menemani ayahmu ke perpustakaan kota?" seraya meminum kopi yang ada di depannya. Sisil terkejut bahagia, tentu saja karna dia bisa menemukan bacaan berbau yaoi.


Sisil


"Tentu! tentu aku mau xixi" jawabnya penuh semangat.


Papa


"Ya...papa udah memperkirakannya"  ucapnya dengan tertawa kecil. Mamanya hanya tersenyum memandangi kelakuan sisil.


Selesai sarapan Sisil langsung menuju ke gerbang rumahnya karena ayahnya sudah menunggu disana.


Papa


Sisil


"Sabar kenapa sih, gak akan terlambat juga" jawab Sisil kesal seraya berlari. Sesampai di mobil Sisil terus berbincang dengan ayahnya. BBerbeda cerita kalau ia diantar oleh mamanya.


**Sesampai disekolah. **Sisil langsung disambut oleh circle nya. *Oh ya biar kuperkenalkan\, pertama Nadine dia cantik\, tinggi\, dan punya postur tubuh yang bagus. Pantas saja dia selalu dipilih dalam lomba-lomba yang berbau olahraga. Kedua Putri dia sedikit fat\, gak tinggi gak juga pendek\, dan dia cukup imut. Dan yang terakhir ada si Ica dia kecil\, pendek\, tapi dia cantik. Dia adalah loli diantara kami berempat. *

__ADS_1


Nadine


"Oi oi oi si tuan putri kita baru sampai nih!" teriak nadine seraya menghampiri sisil.


Putri


"Kyaaa sisil! ku kangen banget sama kamu, oh ya kamu tau gak si ketos yang baru anak kelas kita! huaa aku gak nyangka banget lelaki tampan dan juga seorang ketos ada dikelas kita ** **" teriak Putri seraya lari lalu memeluk Sisil.


Ah.. aku lupa mengatakan, Putri ialah yang terheboh diantara kami.


Ica


"Haih.... kumat-kumat, tapi bener cuy cakep" ucap ica sambil mengacungkan jempol.


Nadine


"Jangan salah, dia itu anak baru disekolah kita bagaimana bisa dengan mudah menjadi ketos"


Sisil


"HAHAH... oh jdi dia murid baru ya, sudahlah ayo ke kelas" ajakku. Sebenarnya aku penasaran siapa yang dimaksud putri kenapa mereka gak nyebutin namanya sehhhh! argh sudahlah gak ada gunanya juga kalau aku tau.


Sesampai di depan kelas. Teman-teman Sisil sudah masuk ke kelas hanya Sisil yang masih di depan. Karena pada saat itu ramai sekali anak perempuan jadi Sisil merasa lebih baik menunggu di depan kelas.

__ADS_1


"kelas sekarang benar-benar seperti pasar ciwi-ciwi kelas lain ngerubungi kelas kita, pasti karna si ketos baru itu apa hebatnya dia sih palingan cuma cakep doank" gumamku. Tiba-tiba ada seorang wanita kelas lain menjawab perkataan Sisil. "Eeh kamu mungkin gak tau, walau dia siswa baru tapi dia tampan juga pintar bahkan dia pernah mendapat peringkat dalam lima besar olimpiade matematika Internasional dan yang paling penting dia seorang blasteran dan orang tuanya juga kaya raya!" kata perempuan itu dengan semangat. "Haha okei makasi infonya" jawabku.


Sepertinya aku tau siapa ketos itu. Sisil seraya melangkahkan kakinya menuju pintu kelas.


__ADS_2