Hal Baru, Aku Ingin Mencoba

Hal Baru, Aku Ingin Mencoba
Episode 15


__ADS_3

Lusy berdiri perlahan dan mulai melanjutkan jalannya. Sampai didepan pintu apartemennya. Lusy terlihat ragu untuk membuka pintu. Tangannya bergetar, ia tidak ingin masuk. Tapi ia tidak ada pilihan lain, rumah orang tuanya juga tidak dekat. "Ngek.." bunyi pintu terbuka. Lusy membuka pintu apartemennya seraya memejamkan mata.


Saat Lusy membuka matanya, ia merasa lega. Hanya ada hadiah-hadiah dan sejumlah uang di atas meja. Lusy tidak khawatir lagi. Tanpa pikir panjang Lusy ke kamar dengan senang.


Lusy membuka pintu kamarnya. "Dug" bunyi tas yang jatuh. Lusy terkejut hingga ia menjatuhkan tasnya. Lusy terkejut sekaligus takut melihat seorang lelaki setengah telanjang berada di kamarnya. Lusy menyesal tidak berpikir dua kali. Padahal sebelumnya ia juga pernah mengalami kejadian itu. Lusy ingin melarikan diri, tetapi sudah tidak sempat lagi. Lelaki itu menangkap tangan Lusy. Menarik tangan Lusy lalu memeluknya. Dengan tampang mesum lelaki itu berkata "Hei~ aku ini juga hadiah mu lho~". Lusy meronta-ronta, ia tidak bisa mengucapkan satu kata pun.


"Tenang.. aku akan bersikap baik" kata lelaki itu seraya meraba-raba badan Lusy. Lusy menyerah, karena ia pikir ia hanya akan melakukan hal yang sia-sia. Lusy tersenyum lalu meneteskan air mata. "Bodoh! aku benar-benar bodoh" batin Lusy. Setelah itu hal yang tidak diingkan terjadi juga. Lusy diperkosa oleh hadiah yang diberikan untuknya.


**Kembali ke part Sisil. **


Sisil dan Velena suda berada di kamar. Sisil rebahan dikasurnya, sedangkan Velena duduk di kursi dekat meja belajar. Velena mengambil salah satu buku bacaan di rak buku milik Sisil. Velena terkejut hingga bola matanya hampir keluar. "Ehem ehem" batuknya. Velena pikir buku itu seperti bu bacaan pada umumnya. Tapi ia salah, itu adalah majalah yaoi yang dibeli Sisil 2 bulan yang lalu.


Velena tidak ingin membuka majalah itu. Tetapi rasa penasarannya cukup kental. Akhirnya Velena membuka majalah itu. Velena melihat-lihat isi majalah itu seraya berbicara ke Sisil.


Velena


"Sil, ayo kita lanjutkan pembicaraan kita. Dalam rencanaku sih aku membutuhkan bantuan dari papamu, aku ingin kamu meminta pada papamu untuk mengutus seseorang untuk memata-matai Lusy. Siapa tau kita akan menemukan hal menarik hahah, hey kamu denger gak sih?!"


Velena membalikkan badannya dan melihat Sisil. "Pantas saja Sisil dari tadi diam, ternyata ia sudah terlelap" gumam Velena kesal. Velena tak kuasa menahan amarahnya. Ia mengambil botol minumnya yang terisi penuh dengan air. Ia mendekat perlahan, kemudian dengan keras Velena memukul perut Sisil menggunakan botol itu.


"HOK!" teriak Sisil kesakitan sekaligus kaget. "Arghhh apaan sih?! sakit tau!" marah Sisil seraya mengelus-elus perutnya.


Velena


"Hey kau ini, seharusnya akulah yang marah! Aku sedang membicarakan tentang rencana kau.. kau malah tidur! Hmph!"


Sisil


"Ah.. benarkah?"


Velena


"GAK! Ya benar lah!"

__ADS_1


Sisil


"Ya.. maaf, klo gitu coba jelasin lagi donk"


Velena


"Ga ga ga, dah males gua"


Sisil


"Huaaa ayolah, klo kamu gak mau kasih tau kita gak usah kerjasama"


Velena


"Eh iya-iya aku jelasin dari awal, tapi kali ini kamu harus dengerin baik-baik, ok?"


Sisil


"OKeyy~"


**Beberapa saat kemudian. **


Sisil


"Hmm klau begitu kenapa kita gak langsung aja bilang ke papaku?"


Velena


"Sekarang?"


Sisil


'Ehm! tentu saja"

__ADS_1


Sisil dan Velena bergegas menemui papa Sisil. Papa Sisil berada di ruang keluarga bersama mamanya. "Papaaa" panggil Sisil seraya memeluk papanya. Papa Sisil terkejut lalu mengelus kepala Sisil


Mama


"Wah kamu seperti biasanya ya, bahkan saat ada masalah seperti ini.."


Sisil


"Selama kalian masih mempercayaiku, dan lagi aku tidak bersalah"


Mama


"Itu bagus, tapi apa kamu sungguh tidak apa? kalau kamu ingin pindah sekolah juga gak masalah, mama sama papa akan urus itu"


Sisil


"Gak perlu ma, itu sama aja aku melarikan diri. Dari pada melarikan diri bukannya lebih baik kita selesaikan masalah ini dan menemukan dalang di balik semua ini?!"


Papa


"Hahah anak papa emang pintar, jadi apa kamu sudah ada rencana?"


Sisil


"Aku sih belum ada, tapi Velena sudah ada"


Velena


"Hehe iya om"


Mama


"Eh sini-sini duduk samping tante"

__ADS_1


Velena mengangguk, lalu duduk di samping mama Sisil. "Jadi gimana rencana mu, Velena?" tanya papa Sisil. "Begini om, ...." jelas Velena. Orang tua Sisil juga merasa ide itu cukup bagus, tetapi masih ada yang kurang. "Tenang saja, sebentar lagi aku akan membuat rencanaku" sahut Sisil.


__ADS_2