Hal Baru, Aku Ingin Mencoba

Hal Baru, Aku Ingin Mencoba
Episode 16


__ADS_3

Keesokan harinya


Sisil dan Velena berangkat sekolah bersama menggunakan mobil. Tentunya karena semalam Velena diminta untuk menginap dirumah Sisil. Sesampainya di gerbang Sisil dan Velena saling berkontak mata. Seakan mereka sedang merencanakan sesuatu. Papa Sisil juga sudh mengutus orang untuk mencari informasi, keberadaan Lusy dan memata-matai nya.


Sisil nampak baik-baik saja hari ini. Ia bahkan mengikat rambutnya lebih tinggi dari biasanya. Tidak memakai kacamata, mengenakan ikat rambut yang lucu, dan dengan cantik alaminya terlihat seperti bukan lah Sisil biasanya. Namun itu adalah Sisil yang sebenarnya.


Ketiga temannya, Nadine, Ica, dan Putri juga sudah menyambut kedatangan Sisil seperti biasa. Dan menuju ke kelas dengan penuh riang. Victor juga masih aman di posisi ketua osis. Tidak tahu kenapa, para guru tidak menggeser posisi Victor.


Di sisi lain, Lusy.


"Ughh.. aku telat bangun" gumam Lusy seraya bangun dari tidurnya. Lusy duduk di tempat tidurnya, lalu mendongakkan kepalanya. "Eh.. lelaki kotor itu sudah pergi toh haha" gumamnya lagi seraya menepuk dahinya. Lusy bangun, lalu menuju ke dapur dan meninum obat pencegah hamil. Setelah itu Lusy mengambil ponselnya dan izin untuk tidak masuk sekolah dengan alasan tidak enak badan.


Lusy berjalan keruangan depan, dimana terdapat hadiah-hadiah dari wanita semalam. Lusy mendapatkan barang-barang dan make up bermerek. Dan uang sejumlah 10juta. "Ha ha ha" tawanya seraya melemparkan uang itu kesembarang tempat. Lusy merasa tidak puas dengan semua itu. Ia merasa tidak sepadan dengan yang ia lakukan. Lusy bergegas mengambil ponselnya dan menghubungi wanita itu.


???


"Yo~ ada apa ini?"

__ADS_1


Lusy


"Ada apa?! Kamu kira apa yang aku lakukan sepadan dengan apa yang kamu berikan?!"


???


"Ah ternyata kamu gak puas.. gampang aja kamu tinggal melakukan misi selanjutnya dan aku akan melipat ganda kan upah untuk mu"


Lusy


"Ugh.. oke aku lakuin, tapi aku gak mau ada lelaki menjijikan itu lagi"


???


Lusy


"Heh aku lebih suka seekor anjing dari pada pemberian mu itu"

__ADS_1


???


"Hmph! Yang penting kamu lakukan dulu saja apa yang harus kamu lakukan"


Lusy


"Em, halo? sial dah dimatiin"


Lusy meletakkan ponselnya, lalu ia duduk di sofa. "Sisil.. kenapa wanita ular itu begitu ingin mencelakaimu?" gumamnya seraya menyandarkan punggungnya di sofa.


Kembali ke part Sisil.


"Hatchii!" bersin Sisil. "Debu kah?" gumam Sisil sambil menggoyangkan hidungnya. Saat itu kelas sudah dimulai. Sisil duduk di barisan tengah belakang. Dari tempatnya Sisil bisa melihat ke barisan kiri depan dengan mudah. Tempat dimana Victor duduk.


Semua anak fokus mendengarkan penjelasan dari guru mereka. Namun, Sisil kehilangan kefokusannya. Matanya jelalatan kemana-mana. Sampai ia melihat kearah Victor. Mata Sisil berhenti jelalatan, dan malah fokus kearah Victor. Victor yang semakin terlihat tampan karena terpapar cahaya matahari dari jendela di sebelahnya. Membuat Sisil tidak bisa mengalihkan pandangannya dari sana.


"Kapan masalah ini akan berakhir? padahal kita sudah berjanji untuk keperpus bersama" batinnya. Victor merasa terpanggil, lalu ia menoleh ke arah belakang tanpa disengaja. Victor menyadari Sisil yang terus memandanginya. Segitu fokusnya Sisil sampai ia tidak menyadari Victor memandanginya juga. Victor tersenyum, menahan tawa melihat Sisil yang begitu fokus. Sisil baru saja tersadar karena senyuman Victor. Ia mengedip matanya berkali-kali. Dan mengalihkan pandangannya ke arah gurunya. Victor juga kembali melihat ke arah gurunya menjelaskan.

__ADS_1


Bersambung..


__ADS_2