
Waktu makan malam telah tiba. Papa Sisil juga sudah pulang. Mereka makan malam seperti biasanya. Setelah makan malam Sisil bergegas menuju ke kamarnya. Nampak nya ia melupakan janji ke perpustakaan dengan papanya. "Huh.. melelahkan.. hmm kenapa aku merasa ada yang ku lupakan ya.." gumam Sisil seraya berjalan di tangga.
Sisil memasuki kamarnya lalu merebahkan dirinya ke kasur. Ketika Sisil ingin memejamkan matanya tiba-tiba ia teringat untuk pergi ke perpustakaan. "Aku benar-benar lupa" gumamnya seraya membangunkan badannya. Sisil segera mengenakan jaketnya dan turun menemui papa nya.
Sisil
"Papa! kita jadi ke perpus kan?"
Papa
"Of course sayang, papa akan ambil jaket dulu, kamu masuk lah ke mobil dulu"
Sisil
"Oke siap papa!"
Setiap Sisil dan papanya pergi ke perpustakaan mereka menggunakan mobil, itu karena papanya sudah terbiasa pergi kemana-mana menggunakan mobil. Beberapa saat kemudian Sisil dan papanya sampai di perpustakaan. Sisil langsung menuju ke lantai 2, sedangkan papanya menemui temannya yang berada di lantai dasar.
Memang benar, perpustakaan adalah sumber kebahagiaannya. Sisil berjalan senang menuju lantai 2. "Kyaa akhirnya ke perpustakaan juga~" gumam Sisil. Satu anak tangga lagi Sisil akan melihat ruangan dengan buku kesayangannya. Anak tangga terakhir sudah Sisil lewati. Sekarang Sisil bisa melihat seluruh isi ruangan lantai 2. Tetapi tak disangka pandangan Sisil terfokuskan kesatu tempat. Sisil melihat ketempat itu dengan bahagia. Hingga ia mengeluarkan air mata saking bahagianya.
__ADS_1
Tidak salah lagi tempat itu adalah tempt dimana rak buku yang berisi manga-manga keluaran terbaru. Sisil mengelap air matanya kemudian lari menuju rak buku itu. Semua orang yang berada disekitar Sisil sepertinya tertekan melihat kelakuannya.
Sisil mengambil beberapa buku untuk dibaca, namun ia masih merasa kurang. Akhirnya Sisil mencari lagi dan lagi sampai ia menemukan satu buku yang cocok. Tapi sayangnya buku itu berada di rak atas, Sisil tidak bisa menggapai buku itu dengan tangannya. "Aku harus bagaimana?! panggil staf perpustakaan? argh malas bgt" gumam Sisil kesal dan tak mau berusaha.
"Tap tap tap" tersedngar suara langkah sepatu menuju ke arah Sisil. Dan benar saja Sisil melihat sepatu lelaki ada didekatnya. "Ini kesempatan! tuhan benar-benar sayang kepadaku!" batin Sisil. "Em permisi.. maaf mengganggu.. apa anda bisa mengambilkan buku itu untukku?" pinta Sisil seraya menunjukkan buku yang ia maksud. "Apa orang tua mu mengajarkan meminta tolong kepada orang lain tanpa memperlihatkan wajahnya?" jawab lelaki itu.
"Hah?! apa maksudnya?! tunggu kenapa aku merasa familiar dengan suaranya" batin Sisil seraya memutar tubuhnya menghadap lelaki itu. Ternyata memang benar lelaki itu adalah orang yang Sisil kenal. Orang itu adalah Victor
Sisil
"Ohh ternyata kamu! apa maksudmu?! aku hanya memintamu mengambilkan buku itu!"
Victor
Sisil
"Salah! kalau gak mau ambilin ya sudahlah!"
Sisil kesal dan ingin pergi dari situ. Tapi tangan Victor menghalagi Sisil. "HEI! apa mak-" teriak Sisil. "Shhh kamu bisa mengganggu orang lain" kata Victor seraya menunduk dan menutup mulut Sisil dengan tangannya. "Kamu ini meminta tolong tetapi malah marah, apa kamu tidak ingin aku mengambilkan buku itu untukmu?" sambung Victor seraya melepaskan tangannya.
__ADS_1
"Tentu saja aku ingin!" jawab Sisil yang masih kesal. "Haish.. maksud dari perkataanku kalau kamu ingin meminta pertolongan sesorang lihat dia, jangan malah hanya bicara saja tanpa melihat ke arah orang yang kamu mintai tolong" nasihat Victor seraya mengambilkan buku yang Sisil ingin baca. "Hmph! maaf.. tapi itu juga salahmu.." jawab Sisil masih menyalahkan Victor. "Keras kepala" ejek Victor sambil memberikan buku ke Sisil. Sisil senang lalu berterimakasih dan meminta maaf ke Victor.
Sisil
"Em! untuk menebus kesalahanku mari kita membaca bersama!"
Victor
"Hm"
Sisil
"Oii! jangan dingin begitu napa? kalau karakter manga sih cocok aja, tapi kalau kamu gak!"
Victor
"Hm~ terserah kamu aja"
Sisil dan Victor mencari tempat yang nyaman untuk membaca. Akhirnya mereka menemukan tempat yang cocok. Terdapat satu sofa panjang yang dapat dipakai dua orang. Dan satu meja kecil di depan sofa. Sisil duduk di sebelah kanan sofa, sedangkan Victor duduk disebelah kiri.
__ADS_1