Hal Baru, Aku Ingin Mencoba

Hal Baru, Aku Ingin Mencoba
Episode 05


__ADS_3

Mereka berempat sudah sampai dikelas, ketika Sisil memasuki kelasnya. Semua anak dikelasnya ternyata sedang membicarakannya. Tentu saja karena kejadian di kantin. Bahkan saat mereka berjalan menuju ke kelas, anak kelas lain juga sudah membicarakannya. Kali ini Sisil benar-benar menjadi sorotan publik.


"Hey hey itu dia gadis yang diajak berbincang oleh Victor"


"Haha benar itu dia"


"Aku kira ia cantik, tapi ternyata hanya seorang kutu buku"


"Dari penampilannya benar-benar cupu, tidak cocok dengan Victor"


"Apa kau tau dia itu otaku"


"Hshh! diam! orang tuanya sangat kaya dan terpandang bahaya kalau sampai ia mengadu!"


Seluruh anak kelas membicarakan Sisil, lebih tepatnya menjelek-jelekan Sisil. Memang ia berpenampilan cupu, ia mengikat rambutnya, memiliki mata panda, tanpa make up sedikit pun, dan memakai kacamata. Meskipun itu tidak terlalu buruk tetapi penampilannya mengubah pandangan orang lain.


"CUKUP!! bisa gak sih kalian lebih menghargai orang lain?!" bela putri.

__ADS_1


"Kalian iri dengan Sisil kan? HAHAHA!" sambung Ica dengan ekspresi mengejeknya.


"Menjijikan!" ejek nadine walau hanya singkat namun perkataannya cukup menusuk.


"Kalian ini kenapa? lagi pula apa yang kami katakan benar" jawab salah satu anak dikelasnya.


"KAU INI!" jawab Ica kesal.


Sisil memang sudah sering dibicarakan orang lain, namun kali ini ia merasa mereka semua keterlaluan. Hingga akhirnya ia mulai membuka mulutnya. "Kalian keterlaluan, walau aku buruk tetapi kalian juga tidak lebih baik dari aku" kata Sisil dengan nada rendah. Semua orang tertegun mendengar perkataan Sisil. Lalu Sisil melepas kacamata dan ikat rambutnya, dan berjalan menuju bangkunya. Orang disekitarnya tercengang dan kehabisan kata-kata karena penampilan Sisil kali ini. Sisil terlihat lebih cantik dan menawan. Ia seperti bukan Sisil pada biasanya.


Para gadis yang menyaksikan itu merasa malu dan iri. Anak-anak yang tidak sengaja menyaksikan bergegas menyebarkan berita tentang itu. Hingga terdengar sampai ke telinga para guru.


Saat jam pulang sekolah.


Nadine 


"Woah! kamu tadi keren banget"

__ADS_1


Putri


"He'em tidak ku sangka kamu punya kekuatan super!"


Sisil 


"Kekuatan super apaan dah, oh ya aku juga harus bilang makasih ke kalian karena sudah membelaku"


Ica


"Of course, mana tega sahabat kami disakiti begitu benar kan?"


Nadine dan putri mengangguk sebagai jawabannya.


Mereka keluar kelas bergantian. Mula-mula Ica dan putri keluar bersama, lalu di susul nadine, dan yang terakhir Sisil. Ketika Sisil keluar ia menyadari keadaan di luar kelas berbeda dari sebelumnya, sekarang Sisil benar-benar menjadi sorotan publik, semua mata mengarah padanya. Dan banyak yang mengatakan bahwa Sisil ternyata sangat cantik. "Haihhh ku kira akan membaik, tapi kenapa malah memburuk" gumam Sisil. Akhirnya ia memutuskan mengikat rambutnya kembali dan menggunakan kacamata.


Sisil sudah akan sampai di gerbang sekolahnya. Namun sepertinya masalah sebenarnya baru akan dimulai. "HEIII Si-sil kemarilah~" suara itu terdengar seperti suara perempuan. Sisil menoleh ke sebelah kanannya dimana suara itu berasal. Ia melihat sesosok perempuan dengan paras cantik berada ditaman. Tanpa pikir panjang ia segera mendatangi perempuan itu. Ternyata perempuan itu adalah primadona di sekolahnya.

__ADS_1


__ADS_2