
FLASHBACK SELESAI
Pagi itu kelas berjalan seperti biasanya, sampai jam makan siang tiba. Anak-anak bergegas menuju kantin, begitu juga Sisil dkk namun selama dikelas sampai jam makan siang Sisil hanya memikirkan 'bagaimana bisa seorang murid baru masuk bisa menjadi ketos'. Padahal biasanya Sisil begitu semangat ketika jam makan siang dan sekarang ia berjalan tanpa sepatah kata pun. Hal itu membuat teman-teman Sisil heran dan bertanya-tanya kenapa Sisil kali ini, benar-benar tidak seperti biasanya.
Beberapa saat kemudian akhirnya mereka sampai di kantin. Suasana kantin saat itu ramai seperti bisanya. Mereka berempat membeli makanan lalu duduk bersama. Posisi duduk mereka Ica berhadapan dengan Nadine dan Sisil berhadapan dengan Putri. Dengan meja persegi panjang dan bangku sambung.
Pada suasana ramai saat itu ada yang membuat terfokus pada satu hal, yaitu Victor yang sedang dikerumuni gadis-gadis. Victor benar-benar memesona, namun dilihat dari kedaannya sangat memprihatinkan karena ia yang harusnya bisa bebas makan malah terganggu.
Sisil yang menyadarinya jadi kasihan namun ia tak bisa menahan tawanya "PFTT HAHAHA LIHAT DIA KASIHAN SEKALI! harusnya ia bisa makan dengan bebas tapi malah menjadi pajangan yang dikagumi para gadis hahahah!" Tawa Sisil seraya menunjuk Victor yang malang. Sisil tertawa terbahak-bahak hingga mengeluarkan air mata. Hal yang lebih parah adalah semua orang di kantin ikut tertawa mendengar perkataan Sisil tak hanya itu semua gadis-gadis yang mengerumuni Victor malu dan segera berhenti mengerumuni Victor.
Circle Sisil malu dengan kelakuan Sisil lalu mereka satu persatu mencubit Sisil.
"Aa-a-a sakit tau! ugh.." rengek Sisil ke circle nya
Ica, Putri, Nadine
"JAGA KELAKUANMU!"
Sisil
"Ahahah gomen, aku kelepasan tadi"
Walau Sisil sangat menyusahkan, mereka tetap sayang kepada Sisil. Apapun yang terjadi mereka akan terus bersama Sisil. Tanpa disadari Victor datang ke meja Sisil dan circlenya. Mereka yang tadinya sedang asik berbincang dikejutkan dengan kedatangan Victor bahkan mereka sampai kehabisan kata-kata.
Victor
"Misi.. apa saya boleh duduk dengan kalian? saya kehabisan bangku dan satu-satunya yang tersisa hanya disini" tanya sopan Victor dengan senyuman manisnya. Gadis-gadis lain yang melihat itu benar-benar sangat iri bahkan ada yang mengutuk circle itu. Dan saat itu masih belum ada yang menjawab pertanyaan Victor, sebenarnya mereka sangat memperbolehkan tapi tak ada yang bisa menjawabnya karena mereka masih tidak menyangka. Hingga Sisil membuka mulutnya.
Sisil
"Ah silahkan" jawab Sisil seraya meminum es tehnya.
Victor
__ADS_1
"Makasih" jawab Victor singkat lalu duduk di bangku sebelah putri. "Eh bukan kah kau tadi yang menertawakanku dan mengejekku ya? Sambung Victor ketika ia menyadari kalau yang duduk dihadapannya adalah orang yang menertawainya tadi.
Sisil
"A-anu.. aku tidak sengaja kelepasan, maafkan aku" jawab Sisil seraya memandangi Victor yang ada di hadapannya.
Victor
"Si-sisil! ternyata itu kamu, tentu saja aku maafkan oh ya aku merindukanmu sudah seminggu tidak bertemu"
Seketika para gadis yang mendengar perkataan Victor tertusuk, kasihan sekali.
Sisil
'Aha-hah apasih.." jawab Sisil canggung. "Apaan sih ni anak bikin masalah aja, aku kira dia sudah melupakan aku hahah" batin Sisil.
Victor
"Ku kira kita tidak akan betemu lagi, benar-benar jodoh"
Sisil
"Sudah-sudah, perkataanmu kurang pas didengar lho"
Victor
"Okay~ kalau begitu izinkan aku sepulang sekolah main kerumahmu"
Sisil
"Hentikan!" bentak Sisil. Nampakknya Sisil mulai kesal kelakuan Victor. "Dia apa-apaan sih! sengaja ya mau membalasku!" batin Sisil kesal. Sementara itu Victor hanya tertawa senang. Dan circle hanya terpaku memperhatikan kelakuan mereka berdua. Dalam hati mereka pasti sangat iri terutama Putri tapi bagaimana juga Sisil adalah teman mereka. Sampai mereka selesai makan lalu berjalan menuju kelas.
Nadine
__ADS_1
"Aku kagum padamu, Sisil."
Putri
"Benar! benar-benar membuat iri! aku heran bagaimana kamu melakukannya.. dan sebenarnya apa yang terjadi diantara kau dan Victor seminggu yang lalu?!."
Ica
"Yang jelas pasti ada hal yang tidak enak didengar oleh kita, benar kan?!."
Sisil
"Benar, yang ada kalau aku cerita ke kalian malah menambah dendam."
Nadine
"Ya.. dan sebaiknya kita tidak perlu mengetahui lebih banyak, biarkan Sisil menikmati masa-masa kasmaranya dia kan belum pernah merasakan itu."
"Oh ya ada satu hal lagi, Sil sebaiknya kamu hati-hati kemungkinan akan ada gadis lain yang mengganggu mu karena iri."
Sisil
"Iya huhu.. makasi.. nadine yang paling pengertian."
Nadine
"Yah.. tapi yang masih ada dipikiranku, kenapa Victor yang pintar, tampan, dan berkelas mau berteman dengan seorang fujoshi."
Sisil
"KU TARIK KEMBALI UCAPAKKU! walau aku ini fujoshi tapi aku ini cukup pintar dan berkelas tau!!"
"Ah astaga! kamu mengingatkanku pada manga bl favoritku up hari ini! makasi nadine xixi"
__ADS_1