Hal Baru, Aku Ingin Mencoba

Hal Baru, Aku Ingin Mencoba
Episode 13


__ADS_3

Victor melirik sinis menyadari mereka lewat di depannya. "Ck ck" gumam Victor. Salah satu dari tiga anak perempuan mendengar dan menyadari Victor berada di taman. "Oi oi oi~ lihat siapa yang duduk menyedihkan disana" ejek perempuan itu seraya menunjuk ke arah Victor.


Dua teman lainnya menoleh ke arah Victor. Lalu salah satu perempuan lainnya berjalan mendekati Victor, lalu menyentuh lengan Victor. Dan berkata "Hei, jangan jahat gitu~ dia masih ketua osis kita lho.. dan lagi dia tampan xixi". Victor muak dan menyingkirkan tangan perempuan itu dengan kasar. "Aw!" pekik perempuan itu seraya mengibaskan tangannya. Perempuan itu tidak lain adalah Lusy. Perempuan cantik dengan rambut pirang, dengan mata belo yang cantik, dan bibir tipis memberi kesan polos.


"Percuma tampan klo suka kasar sama cewe!" ejek perempuan lainnya yang bernama Nessa. "Heeh.. percuma cantik kalau jebak seseorang yang bahkan belum pernah saling berinteraksi. "Hei apa maksudmu?! apa kamu kira kami yang jebak kamu dan wanita itu?!" sahut Yora. Perempuan yang pertama kali merendahkan Victor.


Victor


"Bukan kah itu benar?"


Yora


"Walau pun itu benar, kamu juga gak ada bukti buat nyalahin kami"


Lusy


"Cukup Yora! kamu jangan termakan perkataannya, bisa-bisa kamu mengatakan segalanya. Dan Victor kalau kau mau bekerja sama denganku, aku akan mengubah semuanya kembali normal seperti biasanya bagaimana?"


**Di saat yang sama **


Sisil dan Velena sedang dalam perjalanan ke rumahnya. Dalam perjalanan Sisil hanya memandangi pemandangan diluar mobilnya dari jendela mobil. Tiba-tiba pandangan Sisil terfokuskan ke satu toko. "Fashion ic-" gumam Sisil. Sisil tiba-tiba saja tersadar dan terlihat panik sendiri. "Pak, berhenti dulu!" pinta Sisil ke supirnya. "Ada apa non?" jawab supir itu. "Bapak pulang dulu aja, aku sama temanku mau shopping dulu hihi, nanti kalau udah selesai Sisil telfon bapak lagi" jelas Sisil seraya menarik tangan Velena keluar mobil. "Baik non hati-hati ya, saya pamit" jawab supir. Sisil mengangguk dan melambaikan tangannya.


Velena melepaskan genggaman Sisil. Kemudian mereka berjalan menuju toko yang dimaksud Sisil.


Velena

__ADS_1


"Apaan sih? dadakan banget"


Sisil


"Hehe aku juga gatau, tiba-tiba aja pengen shopping"


Velena


"Arg dasar anak sultan, kita kan bisa pulang dulu ganti pakaian terus baru belanja, mana aku gak ada uang lagi"


Sisil


"Ke la ma an! yaudah kamu temenin aku belanja ajah, tenang nanti aku traktir makan"


Velena


Sisil


"Ehm~"


**Sedangkan Victor **


Victor


"...."

__ADS_1


Lusy


"Jadi gimana??"


Victor


"Aku.. aku tidak akan bekerja sama dengan wanita licik sepertimu"


Lusy


"Apa?!"


Victor


"Aku juga akan menyelesaikan masalah ini sendiri dan membalikkan seluruh keadaan ini kepadamu, bahkan lebih buruk"


Victor melirik sinis ke arah Lusy lalu meninggalkan mereka bertiga.


Lusy


"Hmph! coba aja kalau bisa, lagi pula pada akhirnya kamu juga akan patuh padaku ketua osis"


**Di tempat Sisil **


Pertama-tama Sisil ingin berbelanja pakaian yang modis. Velena membantu Sisil memilih outfit yang cocok untuk Sisil. Sisil tidak serius dalam memilih outfit, ia malah bermain-main disana. Pada akhirnya Velena lah yang repot. Velena menyadari sisi kekanak-kanakan Sisil. Selama ini ia hanya berpikir, Sisil adalah anak orang kaya yang hanya memanfaat kekayaan dan ketenaran orang tuanya. "Bodoh" gumam Velena seraya mengabadikan momen itu dengan merekam kelakuan Sisil.

__ADS_1


__ADS_2