
Sepertinya aku tau siapa ketos itu. Sisil seraya melangkahkan kakinya menuju pintu kelas. Ketika Sisil memasuki kelasnya matanya langsung tertuju ke satu tempat. Tempat dimana ketos baru itu duduk. Ya aku tau dia... dia.. "VICTOR ANAK TEMAN PAPA!!" teriak Sisil yang membuat gempar satu kelas.
"Apa-apaan sih bikin kaget aja"
"Aku kira ada apa"
"Haha benar-benar mengejutkan"
kata teman-teman dikelasnya.
Sisil yang tersipu malu akan kelakuannya. Ia berjalan menuju mejanya sambil menundukan kepalanya. Sisil kesal melihat circlenya menertawainnya.
Ica
"Kamu ini kenapa? hahah jangan-jangan kamu naksir sama Victor"
Nadine
"Kalau kamu tadi masuk bareng kami gak akan begini wkwk"
Putri
__ADS_1
"Hahahah, eeh tapi apa bener Victor anak teman papamu? Wah bagaimana kalau kalian dijodohkan xixi"
Sisil
"Astaga... kalian ini bisa diam gak? aku kesal nih!" Arghhh siall kenapa aku harus keceplosan lihat apa yang terjadi pada dirimu, ga ga ini semua karna Victor sialan itu! eh tapi sejak kapan Victor ada diikelasku kenapa selama ini aku gak pernah menyadarinya...
Tanpa disadari ternyata Victor dari awal sudah memperhatikan Sisil dan ia hanya tertawa kecil dengan kejadian tadi. "Benar-benar berjodoh..." gumam victor sambil memandangi Sisil.
**FLASHBACK **
Malam hari, satu minggu yang lalu, papa Sisil mengundang teman lamanya kerumah. Namun saat itu Sisil sudah berencana untuk pergi ke perpustakaan. Papa Sisil meminta Sisil untuk tetap dirumah namun Sisil bersikeras tetap ingin pergi ke perpustakaan. Sampai pada saat itu...
Sisil
Papa
"SiISIL! CUKUP! kamu bisa puas kapan saja ke perpustakaan tapi untuk kali ini kamu dirumah saja, ada teman lama papa yang sudah lama gak ketemu tolong kamu hargai!" getaknya.
Sisil terkejut dan kecewa pada papanya, selama ini papanya tidak pernah memperlakukannya begitu padanya. Sisil hanya geram dan menahan nangis dihadapan papanya.
Papa
__ADS_1
"Ini salah papa.. papa terlalu memanjakanmu..." kata papa Sisil putus asa menghadapi kelakuan Sisil.
"Om, kalau boleh biar saya menemani anak om, saya juga sudah lama tidak ke perpustakaan" kata anak teman papa Sisil atau lebih tepatnya Victor. Si anak blasteran dan tampan yang pertama kali membuat Sisil merasakan perasaan yang aneh. Jantung Sisil berdegup kencang.
"Apa tidak masalah? nak kamu baru saja pulang, kenapa tidak beristirahat saja?" jawab papa Sisil merasa tidak enak.
Victor
"Sama sekali tidak masalah, akan saya anggap ini sebagai refreshing" jawab Victor dengan senyum manisnya.
Papa
"HAHAHA! memang anak yang baik, maaf sudah merepotkanmu" jawab papa Sisil senang.
Sisil memang anak yang menyusahkan dan keras kepala. Pada akhirnya Sisil dan anak teman papanya menuju perpustakaan. Saat dijalan...
Sisil
"Maaf sudah membuatmu ikut campur masalahku dan terimakasih sudah mau menemaniku" kata maaf Sisil tanpa semangat.
Victor
__ADS_1
"Ga masalah, ini juga kemauanku sendiri, oh ya salam kenal nama ku Victor" kata Victor seraya berhenti di depan Sisil dan mengulurkan tangannya. Sisil terkejut ini pertama kalinya ia diajak berjabat tangan dengan lelaki seumurannya, biasanya ia hanya melambaikan tangan dengan teman lelaki di sekolahnya. Tanpa pikir panjang Sisil membalas dengan menjabat tangan Victor dan menyebutkan namanya.
Selama dijalan mereka terus berbincang dengan asiknya. Seakan mereka sudah kenal lama.