
Guru BK
"Baiklah, ibu akan melanjutkan penyelidikan. Kalian juga harus lebih hati-hati, terlebih kalian berdua anak-anak cerdas dan memiliki latar belakang yang tidak biasa"
Victor
"Baik bu, kami akan lebih hati-hati"
Sisil
"Ya bu, terimakasih atas bantuannya"
Sisil dan Victor di persilahkan kembali ke kelas. Para guru melaporkan kasus itu kepada orang tua mereka dan polisi. Kemudian melakukan penyelidikan lebih lanjut. Sementara dalam kasus itu Sisil dan Victor dinyatakan tidak bersalah. Dan foto itu di tetapkan hanya editan. Namun masih banyak sebagian orang yang tidak mempercayai pernyataan itu. Untuk menghindari hal yang lebih tidak diinginkan, Sisil dan Victor diminta untuk tidak bertemu dahulu dalam seminggu.
__ADS_1
Sisil menuju ke kelas bersama Victor. Tetapi mereka sama sekali tidak berbicara satu sama lain. Para siswa sudah mmasuki kelasnya masing-masing. Namun tetap saja ketika mereka berdua melewati kelas lain, para siswa yang berada di dalam kelas langsung riuh melihat mereka berdua dari dalam kelas. Sisil hanya menggeleng melihat kelakuan mereka.
Sisil masih saja memikirkan masalah itu. Bagaimana ia bisa tenang, ia belum pernah mendapat masalah besar seperti itu. "Aku masih tak menyangka akan terjadi hal seperti ini.. dalang dibalik semua ini benar-benar kejam. Aku terlalu meremehkannya dan untuk membalas perlakuan dalang itu aku harus menjadi lebih kejam" batin Sisil.
Sesampainya di kelas
Pandangan sinis teman sekelas mereka membuat Sisil ragu untuk masuk ke kelas. Bahkan circle nya sendiri mengalihkan pandangannya ketika Sisil melihat mereka. Nampaknya mereka kecewa terhadap Sisil.
Sisil benar-benar terguncang saat itu hingga ia berhenti di pintu kelas. Sisil ragu hingga tubuhnya bergetar. "Apa-apaan ini? dimana keberanian ku tadi? kenapa rasanya aku tak ingin masuk dan malah ingin lari dari tempat ini" batin Sisil gelisah. Victor tak kuasa melihat Sisil dan rasa ingin memeluk Sisil, tetapi ia tidak bisa melakukannya saat itu. "Ayo" ajak Victor tiba-tiba. Victor hanya bisa mengajaknya dengan senyuman.
Selama di kelas, Sisil terus menerus di beri pertanyaan dari teman kelasnya. Sampai Sisil bosan dengan pertanyaan mereka. Jam makan siang telah tiba. Sisil ingin sekali mengajak circlenya ke kantin bersama. Tetapi Sisil tidak ada nyali serta takut mereka akan menolah ajakannya.
Ica
__ADS_1
"Hei! apa kita mau terus-terusan menjauhi Sisil?!"
Nadine
"Betul juga, mungkin saja memang ada dalang di balik semua ini"
Ica
"Iya, kita ini tau Sisil kan? mana mungkin Sisil melakukan hal yang gak pantas, benar kan put-?"
"Maaf, aku masih belum bisa percaya Sisil sepenuhnya"
Putri pergi ke kantin sendiri meninggalkan kedua temannya. Tanpa disadari ternyata Sisil mendengar perkataan mereka. Sisil tak menyangka kedua temannya masih percaya pada Sisil, walau Putri belum mempercayainya. Sisil memutuskan untuk pergi ke kantin sendiri. "Teman, terimakasih, kalian jangan khawatir aku pasti bisa membuktikan kalau aku tidak bersalah kepada putri dan kalian semua" ucap Sisil kepada Ica dan Nadine seraya berjalan melewati mereka. Ica dan Nadine terkesan dengan perkataan Sisil. "Aku tau kamu pasti bisa" jawab Ica.
__ADS_1
Sisil berjalan keluar kelas dan menuju kantin seperti biasa, tanpa terlihat wajah sedih ataupun malu. Tetapi dengan senyuman cantiknya. Seakan-akan tidak terjadi apapun. Dan tidak peduli dengan orang-orang disekitarnya. Sisil sudah memutuskan kalau ia akan mencoba hal baru, mengubah genrenya, dan menjadi lebih kejam.