HANCURNYA HARAPANKU

HANCURNYA HARAPANKU
50. Tamat


__ADS_3

Beberapa bulan berlalu akhirnya Arin bisa hidup bahagia bersama Reza. Meski awalnya Arin merasa sakit hati karena perbuatan Reza namun walau bagaimanapun Arin harus berlapang dada.


Semua ini Arin lakukan hanya karena anaknya saja. Arin tidak mau anaknya menjadi korban karena keegoisan orang tuanya. Arin harus bisa memaafkan semua kesalahan Reza. Sebagai seorang wanita kata maaf memang mudah untuk di ucapkan.


Namun bagi seorang wanita tidak mudah melupakan segala pengkhianatan yang pernah terjadi.


"Ada apa Rin? Kenapa sejak tadi kakak perhatikan sepertinya sedang ada yang kamu pikirkan?" tanya Reza.


"Ah tidak kak, itu hanya perasaan kakak saja," jawab Arin yang berusaha menghindar.


Entah mengapa semenjak beberapa hari ini Arin seperti selalu melamun. Mungkin karena Arin belum sepenuhnya bisa melupakan kesalahan Reza. Ibarat sebuah kertas yang sudah di remas mungkin kertas itu tidak akan kembali sempurna.


Mungkin seperti itu juga hati Arin. Meski sebenarnya sudah memaafkan tapi sulit bagi Arin untuk melupakan. Seiring berjalannya waktu mungkin rasa sakit hati itu akan segera hilang.

__ADS_1


"Tapi kenapa ya kakak selalu merasa tidak enak," timpal Reza.


"Ah sudahlah kak tidak usah di bahas lagi. Yang lalu biarlah berlalu, yang terpenting saat ini kita mulai semuanya dari awal lagi," tukas Arin yang mencoba menenangkan dirinya sendiri.


"Iya Rin, kamu memang benar."


Yang namanya kehidupan berumah tangga pasti akan selalu mengalami cobaannya masing-masing. Semua hanya tergantung cara kita menyikapinya.


Meski tidak mudah bagi mereka, tapi seiring berjalannya waktu mereka pasti akan mendapatkan kebahagiaan yang sesungguhnya. Kebahagiaan hidup berumah tangga.


"Terima kasih Sintia karena kamu sudah mau menerima ku kembali," ujar Panji. Dia duduk di sebelah Sintia yang sedang duduk di depan teras rumah.


"Ya mas sama-sama, aku akan belajar menjadi istri yang lebih baik lagi," ujar Sintia.

__ADS_1


"Aku juga Sintia, mulai sekarang aku akan berusaha menjadi suami yang lebih baik lagi."


Betapa indahnya berumah tangga jika bisa saling menghargai dan menghormati satu sama lain. Tidak ada yang di tutup-tutupi dan saling terbuka terhadap hal apapun.


Yang terpenting dalam sebuah rumah tangga yaitu komunikasi yang baik. Selain itu kita juga harus memiliki waktu untuk menghabiskan waktu bersama dengan pasangan kita.


Akhirnya pasangan Arin dan Reza, serta Sintia dengan Panji dapat hidup bahagia dengan keluarga mereka masing-masing. Yang namanya kehidupan memang tidak akan pernah ada yang tahu ke depannya akan seperti apa.


Sebagai manusia kita hanya bisa berusaha, berserah dan berpasrah diri. Kita hanya bisa membuat rencana, akan tetapi Tuhan lah yang tetap Maha Menentukan Segalanya.


Termasuk dalam sebuah hubungan rumah tangga. Sebagai manusia kita sudah di takdirkan bersama jodoh kita masing-masing. Karena jodoh itu hanya rahasia Tuhan. Kita tidak akan pernah tahu bersama siapa kita akan hidup.


Begitupun kita tidak pernah tahu sampai kapan kita bisa menjalani setiap episode dalam kehidupan ini. Yang terpenting bagi kita bisa menjalani kehidupan ini dengan penuh rasa syukur dan tawakal kepada-Nya.

__ADS_1


__ADS_2