
"Tu... tuan anda siapa?"
Tanya orang orang yang terlihat lemah itu, tubuh mereka kering kerontang bibir nya pucat dan terdengar lemas, tapi mata mereka berbinar dengan harapan agar terbebas dari pulau ini, aku maju kearah mereka dan berkata.
"Saya ang bei, kapal saya juga berada disini"
Seketika wajah penuh harapan mereka padam, pasti mereka mengira kalau kapal ku juga karam kesini, tapi aku tersenyum kecil dan menyerahkan pil vitamin c, dan memberikan tabung bambu untuk air.
"Minum 3 atau lebih obat itu masing-masing, kalian akan sembuh"
Mereka terkejut tapi segera mengeluarkan vitamin kecil itu dari botol tanah liat yang ku beli, saling berbagi dan meminum air dari tabung bambu, itu adalah mata air dari ruang angkasa dan bisa mempercepat pemulihan tubuh mereka. setelah minum mereka bersujud kepada ku berterima kasih sebanyak banyaknya.
"Kalian hanya 9 orang bagaimana bisa ada di sini?"
"Itu..., kami semua sedang melaut lalu terdampar di pulau ini karena badai... entah kenapa semua kapal dan orang orang yang selamat pasti berakhir terdampar di sini"
"Makanya banyak kapal karam di depan sana..."
"Tapi Kenapa tidak ada yang pernah menemukan tempat ini?"
Orang orang itu bertanya-tanya kepada sesama nya,
"Bukan nya ini pulau terkutuk?"
"Ya bagaimana mungkin kami tidak pernah di temukan oleh orang lain?"
"Bahkan beberapa hari kemarin seorang pria muda juga mati..."
"Turut berdukacita...."
Mereka serempak berdoa dengan kesedihan yang mendalam.
"Apa tuan juga terdampar di pulau ini?"
Setelah mereka berdoa seseorang bertanya kepada ku matanya penasaran, dan melihat ku kasihan bisa bisanya masih muda terjebak di pulau kecil ini, ia mungkin bernasib sama dengan pria yang baru baru ini meninggal.
Apalagi aku seorang yang tercerahkan nasib ku jadi sial jika terjebak di pulau ini selamanya pikir 9 orang itu.
"Tidak saya tidak terdampar..."
__ADS_1
Orang orang itu tidak terlalu percaya dengan kata-kata ku dan mulai membahas pria yang baru baru ini meninggal, namanya adalah tong mu.
"Tong mu?"
Seketika aku merasa akrab dengan nama pria ini dan menyadari bahwa nama pria ini adalah ayah angkat murid nya tuoli, yang menjadi ayah bagi bocah itu.
"Eh apa anda mengenal nya tuan?"
Mereka menatap ku penasaran dan aku bertanya lagi untuk memastikan.
"Apa pria itu bercerita mempunyai istri dan 2 anak?"
"Ya anda mengenal nya!? wah... sedih sekali nasib tong mu, jika dia bertahan hidup sampai hari ini dia pasti mendengar kabar istri nya Tianba dan dua anaknya."
Aku mengepalkan tangan ku dengan erat jika saja kami menemukan tempat ini lebih cepat hari hari kemarin mungkin ayah angkatnya tuoli masih hidup, tapi ini adalah takdir...
"Kalian semua apa mau ikut dengan ku?"
"Hah?! apa maksudnya tuan? anda mempunyai cara keluar dari pulau kecil ini?"
"Ya aku punya karena kapal ku berhenti di sini."
"Ya, tapi aku ingin kalian semua menjadi bawahan ku, lebih tepatnya pekerja ku bagaimana?"
"Kami bersedia menerima anda sebagai bos kami tuan, asal kan bisa pergi dari pulau ini kami akan bersumpah setia dengan mu. dan membiarkan keluarga kami ikut mengabdi kepada mu!"
Mereka bersujud dengan cepat yang membuat ku terkejut, saking putus asa nya mereka terdampar di sini mereka ingin menyerahkan hidupnya juga bersama keluarganya.
"Bagus, tunggu sebentar."
Aku segera terbang kembali ke kapal ku dan melihat ibu angkat tuoli telah kembali ke kamar, syukur lah aku tidak ingin keluarga yang berduka ini mengetahui kematian tong mu baru terlewat beberapa hari.
Aku segera memerintahkan beberapa manusia hewan untuk menjemput para korban dan memeriksa beberapa kapal yang karam jika ada sesuatu yang bagus bawa kemari.
Semuanya mematuhi perintah ku dan mulai melakukan pekerjaan nya, kami memeriksa setiap kapal yang karam jika menemukan mayat atau bangkai apapun kami menguburnya di kuburan disamping kuburan yang banyak di pulau ini.
Jun Hui dan pekerja lainnya berdoa dengan khusyuk, setelah semuanya selesai akhirnya 2 hari terlewati kami baru bisa menggerakkan kapal layar itu pergi dari pulau yang disebut oleh para korban sebagai pulau kematian/ pulau kesedihan.
Barang barang yang di temukan di kapal karam cukup bagus tapi kebanyakan adalah uang emas, perhiasan karena barang barang seperti kain atau pun kerajinan tangan banyak yang hancur dan rusak.
__ADS_1
Aku juga telah menghubungi Li Mei karena pulang terlambat daripada yang dijanjikan, Li Mei mengerti masalah ku tapi para pembuat onar mulai membuat keributan karena aku belum datang padahal baru 12 hari terlewat!, mereka mengganggu istri saya setiap hari.
Aku akan mencari keadilan untuk nya karena membuat wajah nya yang indah menjadi gelap beberapa kali saat mengobrol dengan ku, pasti dia kepikiran para pembuat onar itu.
Kapal ku terburu-buru saat keluar dari pulau itu, aku ingin segera sampai pelabuhan kota kami, saat pergi matahari sedang tenggelam mungkin pagi aku sampai di pelabuhan kota, setelah mengurus ini dan itu memastikan tuoli dan keluarga nya tidak terlalu bersedih atas kejadian ini.
Aku merasa lega bocah itu terlihat tegar dan selalu berdiri di samping ibu nya, memberikan kehangatan untuk ibu angkat dan adik angkatnya yang kehilangan orang yang dicintai, benar benar telah di konfirmasi tong mu meninggal oleh para korban yang ku selamatkan.
Akhirnya, saat istirahat, aku kembali ke kamar ku dan masuk ke dalam ruang angkasa, sedikit terlambat datang karena ada hal yang perlu diperhatikan di saat kedatangan kami ke pelabuhan nanti, aku telah memberitahukan nya kepada awak kapal.
Li Mei telah duduk menunggu di meja makan aku segera memeluknya erat. Dan menciumi nya.
"Istri... aku kangen...."
Li Mei tersenyum kecil dan mengelus kepalaku, lihat lah tangan nya yang dulu berwarna gandum karena sering terpapar sinar matahari dengan tangan di penuhi kapalan karena sering bekerja sekarang sudah sembuh dan semakin indah.
Kulit nya halus dan lembut wajah nya yang mempunyai bekas luka juga menghilang, membuat nya semakin indah, rambutnya yang panjang seperti sutra di malam hari, ah....aku merawat istri ku dengan baik...
"Ayo makan"
Dia membujuk ku untuk melepaskan diri nya dari pelukan ku, dan akhirnya aku melepaskan nya lalu kami makan makanan yang telah dia masak. setelah makan dia menyuruh ku untuk mandi dan kami berbaring di kasur yang empuk saling berhadap-hadapan.
"Bagaimana apa itu sulit?"
"Sulit apa nya?"
Aku menatap matanya yang cerah dan bersinar.
"Banyak mayat bukan didalam kapal karam itu?"
"Oh ya tapi tidak apa-apa.... ,itu belum membuat nafsu makan ku hilang"
"Karena kau pernah berurusan dengan zombie?"
"Ya zombie itu sangat bau dan kami juga beberapa kali harus membakar mayat itu"
"Lalu bagaimana dengan murid mu? apa reaksinya"
"Dia berusaha tegar dan terlihat tidak apa-apa"
__ADS_1
"Oh..., anak kecil itu berusaha sangat keras"