Hanya Mencintai Mu

Hanya Mencintai Mu
Desa Siwan


__ADS_3

"Kalian hebat"


Pujiku kepada para pengerajin itu mereka bersorak seperti memenangkan lotre, seperti selama ini kerajinan mereka sebagai pandai besi tidak sia sia, bahkan Guan Lin yang biasanya datar kali ini tersenyum senang dan terlihat sangat puas, dasar bocah yang dingin ini.


Dan keluarga para pengerajin juga di bawa kesini dengan bantuan Jun Hui yang menganggur, kami menyediakan tempat tinggal untuk mereka dengan membeli bekas sebuah rumah tangga kaya di sekitar desa lain yang lumayan dekat dari tempat kami berada, agar lebih murah.


Dan membiarkan beberapa orang tinggal di sana tentunya saja perombakan atau pembangunan terus terjadi, seperti rumah ke 2 sekarang digunakan lebih tepatnya seperti pabrik alkohol dan juga percobaan pembuatan kaca.


Dan rata rata di pindahkan ke sini karena tidak mungkin muat dihalaman kami, para istri atau anak pengerajin bisa bekerja di tempat kami dan paman dun Ming yang mengurus pembagian tugas mereka.


Dengan kontrak kerja membuat ku tenang dan percaya pada keluarga mereka, tapi aku juga selalu mengingatkan jika ada yang melanggar aturan akan di hukum paling berat adalah di keluar kan dari sini, jika pekerja kontrak biasa dan seumur hidup akan membayar denda yang besar saat di usir, sedang kan budak akan di jual kembali.


Tetap saja hadiah juga ada dan bonus merata diberikan penghargaan juga diberikan agar menambah semangat bekerja mereka mau budak maupun pelayan semuanya ku gaji dengan baik.


Setelah puas dengan rumah kedua berjalan dengan baik aku melangkahkan kaki ke kedai ku, aku memperhatikan arus pembeli yang semakin melonjak karena cuaca dingin, tidak sabar untuk membeli toko sebelah agar tempat kami bisa di perluas.


Aku juga memperhatikan plakat kayu tulisan toko dan terfikir kan membuat label atau merek sendiri agar langsung bisa di kenali oleh orang orang, kalau ini adalah bisnis rumah kami, aku akan mengusulkan nya nanti bersama Li Mei bentuk apa yang cocok untuk merek kami.


Akhirnya aku melangkah masuk kedalam toko yang ramai pembeli, ini sangat sibuk, dan beberapa pelayan menyapa ku dengan cepat dan segera buru buru melayani pelanggan, akhirnya aku duduk di konter membantu kasir ditemani oleh tuoli, ya sejak awal aku juga membawa tuoli, aduh saking nurut nya ini anak suaranya gak kedengaran, tidak menggangu ku jadi aku hampir meninggalkan nya berkali-kali, saat di rumah ke utama dan ke 2, bahkan lupa menaikkan nya ke kuda berkali-kali.


"Tuoli liat ini..."


Aku menjelaskan perhitungan kecil agar dia menghapal perkalian dan pembagian, setiap kali aku melayani pembeli, aku bertanya kepada bocah itu untuk menghitung total makan beberapa pelanggan.


"Apa kau sudah menghitung dengan benar?"

__ADS_1


Dia mengangguk pasti dan terlihat yakin tapi aku tersenyum kecil karena hitungan bocah itu salah dan menjawab harga sebenarnya kepada pelanggan, pelanggan juga terhibur dengan bocah kecil yang menjawab salah itu, karena dia juga jadi ikut menghitung harga nya, dan akan bertanya-tanya jika bocah itu menjawab


Kenapa terasa jawabannya salah, atau kayaknya kemurahan begitu, padahal aku sudah menyebutkan potongan harga atau tambahan harga karena sang pembeli menambah lauk lain, kepada tuoli tapi terkadang dia lebih sering melupakan nya.


Setelah puas disana aku membawa bocah itu di pelukan ku ke atas kuda dan kami akan pergi ke desa yang ku beli sebagian tanah nya menjadi ladang atau kebun milik ku. sesekali aku memastikan bocah itu tetap aman dan sehat di cuaca yang terus mendingin ini.


"Apa pakaian mu hangat?"


"Ya berkat guru! terimakasih ini pakaian yang nyaman..."


"Jika anda kedinginan katakan padaku oke"


"Ya saya tau!"


"...? menebak apa guru?"


Matanya bertanya tanya kepada ku.


"Perkiraan bayi ku laki laki atau perempuan?"


Aku memberikan senyum bahagia kepada nya, jangan jangan tuoli mengetahui bahwa Li Mei hamil makanya tidak menerima ku untuk menjadi ayah angkatnya. biasa firasat anak anak sangat bagus.


"Coba tebak kalau benar aku akan memberikan satu permintaan mu di kabulkan"


"Benar kah guru?! janji ya!"

__ADS_1


"Ya tapi jangan yang aneh-aneh seperti membunuh orang yang tidak bersalah dan.."


"Aku tau!! aku akan menyimpan permintaan untuk guru nanti dan akan mengeluarkan nya kapan kapan jika aku kesulitan dengan persetujuan mu..."


"Oke oke bocah cepat katakan perkiraan mu..."


"Itu...hm..., anak perempuan...."


"Kenapa kau bisa menebak sampai ke sana?"


"Entahlah firasat saja... jika nanti benar benar terlahir anak perempuan guru harus menepati janji nya"


"Ya, ya bocah"


Aku menepuk-nepuk kepalanya. dan akhirnya kami sampai di desa Siwan ini, aku turun dari kuda dan untungnya saja bibi cang hanya memantau pekerja saat pagi hingga siang hari di musim dingin ini dan saat sore akan diganti dengan pekerja desa yang paling baik dan dipercaya kepala desa.


Jika dia berbuat jelek maka nama baik desa yang akan menanggung beban jelek nya, dan tentunya saja aku tidak akan mencari pekerja di desa ini lagi, jadi posisi ini sangat berat aku mengunjungi proses pabrik yang sedang dibangun tapi pabrik di Utara yang paling besar, dan aku akan memikirkan jalur kapal juga disana nanti.


Pria muda yang bertanggung jawab itu menyapa ku dengan baik dan memperlihatkan pembangunan berkala, pelabuhan sungai ini juga sedang dibuat bersama, bahkan rumah yang ingin ku jadikan tempat peristirahatan juga ingin kubuat disini.


Gila memang ya aku boros banget, duit mengalir cepat ke pembangunan, apalagi yang bikin pabrik di Utara, pabrik disini, rumah peristirahatan, dermaga bahkan nanti villa di bukit, adalah orang orang yang khusus yang ku bayar mahal dan yakin bisa menerima cetak biru pabrik impian ku, semua material dari aku, tenang di ruang angkasa ku banyak bahan bahan bangunan, karena jika aku gabut waktu dulu di dunia ku saat melewati pabrik yang sepi oleh zombie dan para penyitas aku tertarik untuk meraup semuanya kedalam ruang angkasa.


Jadi aku sedikit berkurang modal nya untungnya saja, aku menggendong tuoli berkeliling hamparan tanah kepemilikan ku, lebih tepatnya punya Li Mei karena namanya tetap nama Li Mei. aku menjelaskan keinginan ku kepada nya.


Di sana adalah rumah ku dan di sini adalah taman untuk bersantai disana itu akan jadi kebun buah dan sekeliling tanah ku akan di berikan pagar, pintu masuk khusus ke tanah kami termasuk membuat gerbang di dermaga baru agar tertib dan terjaga, tembok pembatas untuk memisahkan rumah, untuk menahan kebun buah, untuk ke villa...

__ADS_1


__ADS_2