
"Guru pikiran anda sangat luas ya"
'Oh tentu saja saya orang yang terencana"
"Tentu guru saya sangat hebat!"
"Hehehe"
Disanjung bocah kecil ini membuat ku sedikit malu dan berakhir mengusap kepala nya pelan dan kembali ke kuda kami.
Tapi aku mendapatkan pengembalian dana dari ketua kelompok pekerja yang ingin membeli cetak biru pabrik dan bangunan yang kubuat dengan harga mahal karena pasti bangsawan menginginkan rumah dan gaya yang minimalis seperti ini.
Aku pamit kepada pria muda itu dan dia memberi hormat kepada ku dan kami segera melajukan kuda menuju industri Utara. karena setelah melihat lihat dan puas di tempat ini aku juga harus pergi memeriksa industri di sana.
Aku memperhatikan tuoli yang kelelahan di perjalanan dan mau tidak mau beristirahat sejenak, sampai cuaca tiba-tiba menjadi buruk badai salju menerjang, kupikir ini akan berlangsung lama.
Jadi kami beristirahat di penginapan, kami langsung mengambil kamar paling nyaman, tuoli merasa sedih karena dia seperti menghambat perjalanan ku untuk memeriksa industri Utara, tapi aku mengatakan kepada nya bahwa itu tidak benar karena aku sangat lelah sekarang dan ingin istirahat.
Juga hampir saja terjebak badai, bagaimana jika aku membawa Li Mei dalam keadaan seperti ini aku pasti langsung kepikiran hal hal buruk,
"Guru apakah kita akan terjebak di sini semalaman?"
"Em... entahlah... salju Sangat deras..."
Aku melihat tuoli yang duduk diam di kasur dengan baik tidak mengeluh apapun, padahal kita telah 4 jam terjebak di penginapan ini karena badai salju, dan sudah waktunya makan malam.
"Hey tuoli"
"Ya guru"
"Ayo makan"
Dan akhirnya kami meminta makanan dari lantai bawah orang orang berkumpul semuanya di lantai bawah untuk makan beberapa tamu baru masuk kedalam penginapan ini karena tau mereka tidak bisa melawan badai.
Seseorang menarik perhatian ku dia mengenakan pakaian yang seluruhnya tertutup topi nya juga sangat lebar menutupi seluruh wajahnya tidak terlihat dia seorang wanita atau pria.
Dia terlihat Santai dan memesan minuman untuk menghangatkan diri dari salju diluar seteguk dan seteguk, dan ada sesuatu yang aneh dari nya dia mengetuk ngetuk meja dengan irama morse, aku mendengar kan nya dengan baik, meskipun disini berisik tapi aku bisa melihat jari nya yang mengetuk meja dan membuat pesan singkat.
"... --- ...".
"SOS"
Aku segera bangkit dari tempat duduk ku dan menghampiri nya. tuoli tanpa tau apa-apa juga mengikuti ku dari belakang. orang itu tidak menatap ku tapi segera dengan kata-kata ini dia pasti akan memperhatikan ku.
__ADS_1
"Do you speak English?"
Dan benar saja mata nya terkejut, tapi dia berusaha menghilangkan keterkejutan nya, dan langsung membalas ku dengan suara tenang.
"Sir, do you know America's nickname?"
"Uncle Sam's country"
"OMG! kita butuh tempat bicara sekarang!"
"Kalau begitu ayo ambil ruang privat"
Dan segera kami meminta ruang private untuk pembicaraan penting kami
Tuoli tetap saja ada di sini, aku membuatnya tidak bisa mendengar percakapan penting kami berdua. setelah teh disajikan akhirnya aku memulai percakapan terlebih dahulu.
Pertama-tama nona tolong buka penutup kepala anda agar kami bisa saling mengenal satu sama lain akhirnya orang itu menuruti diriku sejak aku mendengar suara nya yang seperti wanita aku langsung mengetahui bahwa orang ini adalah seorang wanita.
Wanita ini terlihat sangat cantik sekali dan wibawa orang ini terlihat mengesankan. dan hiasan kepalanya adalah perhiasan yang mahal sudah kudengar identitasnya pasti seorang pangkat tinggi di kerajaan.
Mari kita kesampingkan identitas terlebih dahulu saya akan bertanya apa yang Anda maksud dengan pesan itu pesan sos?
Untuk pertama kalinya kita bertemu aku harus memberikan sopan santun kepada anda dia segera menundukkan kepala dan berkata sopan
"Oh.... saya tidak bisa memperkenalkan diri dengan baik seperti anda perkenalkan nama saya Kevin dan saya menggunakan tubuh ang bei, ya Anda tahu karena kalau seperti itu saya disebut perasuk"
"Wow perasuk ya, ini jadi benar benar terlihat seperti novel ya?"
"Maaf..., jangan bahas seperti itu, saya tidak suka kehidupan nyata sekarang dibandingkan dengan novel seperti itu...oke, baiklah.... mari kita bahas ke topik utama, Kenapa Anda ingin meminta bantuan?"
"Begini tuan? bingung ingin memanggilnya nama asli atau nama di sini"
"Panggil saja ang Bei"
"Baik tuan ang Bei jika anda tahu saya ini dijodohkan dengan pangeran ke-9 yang cacat atau lumpuh, karena memenangkan perang dengan perang barbar di bagian timur ibukota."
"Ya saya tahu itu, jadi"
"Saya berharap Anda mengetahui tentang sedikit kedokteran dan mempunyai alat-alat seperti itu atau setidaknya bisa mengetahui alat-alat medis, saya tidak ingin sombong saya adalah dokter jenius, saya sebagai calon istrinya mencintai pangeran yang baik hati meskipun lumpuh dan bersedia membantu nya naik tahta."
wanita itu menahan nafas terlebih dahulu lalu melanjutkan.
"Saya akan menyembuhkan kedua kaki beliau tapi saya masih kekurangan alat dan obat jika menunggu lama waktu untuk menyembuhkannya akan semakin sulit di sini masa depan"
__ADS_1
Aku terdiam mendengar permintaan nya sebenarnya tidak terlalu sulit karena aku mempunyai alat alat medis yang ia inginkan itu, dan benda benda itu bahkan terbengkalai di sudut ruang angkasa ku, tidak pernah di gunakan.
Jadi aku mencari pertanyaan lain yang membuat ku sangat penasaran.
"Bagaimana anda bisa tahu kalau ada satu orang lagi yang terjatuh ke dunia ini?"
Dia sedikit terkejut tapi menjawab dengan jujur.
"Karena saya melihat perkembangan zaman yang tidak lazim secara cepat dan teratur memang benar"
Aku ceroboh saat ini membuka banyak bisnis dengan gila gilaan kalau ada orang-orang yang dari dunia yang sama pasti tahu tentang aku yang orang Dunia lain
Tidak ku sangka wanita ini sejeli itu, aku mengangguk kan kepala ku dan melihat diri nya.
"Tapi jika saya membantu mu berarti aku mendukung pangeran ke 9 menjadi raja?"
"Ya, dan saya akan membantu anda jika bisnis anda mendapatkan masalah, bagaimana?"
"Itu masih terlalu banyak resiko..."
Tangan wanita itu mengepal erat dan matanya tajam menatapku, "saya bisa memberikan manfaat yang mungkin anda tidak punya"
"Hm.... contohnya?"
"Anda menginginkan resep pil kan? dan segala macam berkaitan dengan itu...."
Dia menatapku tajam dan aku tersenyum kecil, tertarik dengan keinginan nya.
"Tapi saya bahkan belum bisa membuat resep pil karena bukan seorang ahli alkimia, jadi penawaran anda masih terlalu kecil."
"Saya..."
Tiba-tiba dia berhenti seperti berfikir ulang untuk memutuskan perkataan nya.
"?"
"Saya bisa mengajari anda..., saya adalah dokter dan alkemis terhebat di zaman ku, dan seorang pembunuh bayaran."
Sekarang aku lebih terkejut dibandingkan pernyataan yang lain darinya yang seorang transmigran juga.
"Nona apakah memang kami jatuh dari dunia yang sama?"
Seketika aku merasa aneh seperti nya kami berasal dari dunia modern yang berbeda. meskipun dunia ku berubah karena kiamat Zombie hal hal seperti kultivasi atau alkimia tidak akan pernah ada di dunia ku jika saya tidak terjatuh ke sini.
__ADS_1