Hanya Mencintai Mu

Hanya Mencintai Mu
Pelayaran ke 2


__ADS_3

jangan lakukan lagi!


ucap nya marah ya Li Mei benar benar marah kepada ku sekarang karena aku tidak menuruti nasehat nya untuk segera menyudahi membuat pil, tapi setelah melihat wajahnya yang kesal dan ingin menangis, aku menyerah dan segera membereskan barang-barang itu.


aku lupa emosi ibu hamil sangat naik turun, awal nya dia tertawa bahagia saat tungku meledak tapi lama kelamaan tungku meledak semakin berbahaya yang membuat nya takut, kali ini dengan lembut aku menggendong nya menuju kamar kami dan menenangkan hatinya agar melupakan hal hal itu..


saat aku menaruh nya dengan lembut di kasur entah kenapa Li Mei masih memasang wajah sedih, aku duduk di sampingnya memeluknya erat.


istri kenapa cemberut aja?, mikirin apa sih?


aku memperhatikan raut wajah nya agar mengerti perasaan di dalam hatinya yang mungkin sulit untuk di katakan, mata indahnya menatap ku dan suaranya sangat kecil tapi terdengar sangat khawatir.


kau pergi beberapa hari lagi ya..., entah kenapa aku gak mau pisah...


oh... ternyata Li Mei terkena sindrom suami dinas ke luar kota dan menjadi sedih juga takut, dulu aku tidak punya orang yang akan menyuruh ku tidak pergi, jadi aku tidak khawatir apa apa, bekerja ya bekerja, bahkan pindah ke daerah lain beberapa kali tanpa pulang ke rumah telah menjadi kebiasaan ku.


tapi sekarang dengan Li Mei istri ku yang sedang hamil ini, aku merasa tidak tega untuk meninggalkan nya lagi, ya itu karena Jun Hui masih belum bisa melakukan pelayaran sendirian, apalagi waktu yang di butuhkan saat ini seperti nya cukup lama.


aku berfikir sejenak dan menimbang nimbang pro dan kontra lalu mengusulkan.


bagaimana jika Li Mei ikut...


eh? sungguh boleh!?

__ADS_1


suaranya terdengar sangat antusias tapi itu segera berubah menjadi layu setelah beberapa pikiran nya yang menghancurkan antusias nya.


Tapi bagaimana dengan pabrik, kedai dan lainnya?, jika ada yang mengganggu bisnis bagaimana?, dan masalah yang lain..., membutuhkan aku?, seperti nya aku harus tetap di sini....


aku mencium bibir nya dengan penuh kasih sayang dan memberikan senyuman lembut kepada nya,


"Mari kita serahkan sementara ke Guan Lin, dan bibi Cang aku yakin mereka sudah bisa melakukan nya dengan baik tanpa perlu menunggu perintah kami."


em....?, apa benar itu bisa?


ya, sayang.... aku yakin mereka mampu, sekalian kita berjalan-jalan bukan?, dan jika ada masalah besar dari orang yang punya kedudukan tinggi kita bisa minta bantuan yi Hua untuk menangani nya, sementara saat kami pergi.


itu benar...., tapi apa aku tidak apa-apa aku sedang hamil...


boleh... dokter berkata bahwa janin kuat , tinggal membuat anda nyaman saja meskipun udara semakin dingin saat ini aku bisa menghangatkan mu kapan saja jika kamu ikut dengan ku


baiklah saya akan ikut!


sekarang senyuman semringah muncul di wajah nya, Li Mei bahkan memeluk ku erat erat, ya intinya yang tersisa saat ini adalah mempersiapkan kepergian kami, jadi ini seperti terlihat bulan madu bukan?, refreshing ibu hamil itu penting, aku benar-benar ingin membuat Li Mei yang manis melihat dunia lebih luas dari pada terkurung di dalam sangkar yang indah.


...****************...


persiapan di lakukan dengan cepat, dua dokter bahkan kami bawa untuk jaga jaga jika terjadi sesuatu, aku memberi tahu kan perintah ku kepada para budak milik kami, dan menyuruh mereka menjaga dengan baik milik kami semua karena mereka juga orang orang ku.

__ADS_1


bisnis akan di tangani bersama sama oleh Guan Lin dan bibi Cang sebagai penanggung jawab mereka bisa berdiskusi jika sesuatu terjadi, aku juga menyiapkan buku untuk mereka jika kemungkinan terjadi masalah dan di dalam sana terdapat cara penyelesaian nya, selebihnya budak ku yang lain, aku memberikan jabatan sebagai tangan kanan mereka atau yang cocok saat kami pergi.


Da Xia aku menyuruhnya untuk tetap menjaga rumah dengan baik dan memperhatikan keamanan, karena wakil kapten yang di pilih akan menemani rombongan kami pergi, juga aku mengirim surat kepada yi Hua meminta untuk menjaga rumah kami, jika terjadi suatu masalah selama kami pergi, dan surat balasan nya lebih cepat sampai.


Dengan mengatakan dia setuju, jika terjadi sesuatu yang tidak bisa mereka orang-orang di rumah selesai kan mereka bisa mengirimkan pesan darurat kepada nya, Li Mei juga tidak menganggur dia beberapa kali memberi nasihat baik kepada bawahannya di kedai, mengurus pembukuan sebelum berangkat pergi.


 Jun Hui juga sangat sibuk karena rute kami lebih jauh sekarang melewati 3 kota besar kami dari Esmana dan kemarin saat pertama kali kami berlayar menuju ke kota Mossah, desa nelayan tempat kami membangun industri tambak, tapi kita sampai ke daerah Ooz jadi ini perjalanan yang cukup jauh.


dan di daerah Ooz katanya ada hasil bumi yang bagus yaitu cokelat, makanya aku merombak acara perjalanan ini sangat jauh ke sana.


dan kami menawarkan industri pengiriman barang atau jasa angkutan ke kota kota kecil yang kami lewati nanti, dengan kontrak kedua belah pihak untuk menyetujui permintaan nya, dulu hanya satu kapal saat kami berlayar tapi sekarang sudah ada 10 kapal yang akan ku pimpin, Jun Hui bahkan gemetar ketakutan karena skala ini benar benar luar biasa.


dia seperti akan menangis jika kupaksa memimpin sendiri 10 kapal besar ini, dengan bantuan ku juga kami menyiapkan alat komunikasi yang lebih baik yaitu telegraf, ya dan sandi Morse nya juga ku ajar kan kepada penanggung jawab di setiap kapal.


Oh ya alat itu dibuat sejak lama makanya cukup untuk di pasang di setiap kapal, setelah kami bekerjasama dengan yi Hua dia mengirim kan orang orang jenius nya karena dia ingin mendapatkan ilmu pengetahuan tentang alat alat apapun, dan aku mengusulkan untuk mempelajari telegraf terlebih dahulu makanya benda ini di pelajari dengan cepat.


omong-omong aku mendapatkan alat contoh nya dan di pelajari oleh para jenius itu, secara tidak segaja saat kiamat aku Lewat ke museum antik dan mengambil beberapa barang yang mungkin berguna bagi ku, lagi pula ruang angkasa ku sangat besar, entah kenapa aku terfikir ke mungkin akan berguna suatu hari nanti alat alat sejarah ini, masih berfungsi dengan baik.


dan benar saja itu berguna, tapi aku lebih merasa diriku adalah seorang pencatut yang suka menyimpan barang-barang yang tidak penting atau penting ke dalam ruang angkasa ku, entah kenapa jika di buang sayang saja dan dengan pikiran mungkin berguna suatu hari nanti aku suka memanen barang aneh.


memberikan antisipasi jika sesuatu terjadi di setiap kapal, ke pada penanggung jawab yang ku pilih, pemeriksaan berulang kali tentang barang atau orang yang akan pergi ke sana, dan setelah hari H yaitu Li Mei dan aku naik ke kapal dengan para pemesan tiket.


__ADS_1


__ADS_2