Hanya Mencintai Mu

Hanya Mencintai Mu
Ombak besar


__ADS_3

"Tidak, aku hanya ingin duduk di samping mu"


Ucapannya yang terdengar santai tapi membuat hatiku meleleh, dengan segera aku menarik pinggang rampingnya untuk duduk di samping ku dan mengambil keuntungan dengan terus menciumi pipi nya di depan para awak kapal di ruang komando.


Dan helaan nafas lelah yang terdengar memuakkan di seluruh ruangan komando ini memekakkan telinga kami berdua, orang orang itu menatap kami iri dengan sedikit rasa benci karena terus memamerkan kemesraan kami berdua kepada orang-orang.


Sedangkan Li Mei yang di tatap seperti itu mulai bersemu kemerahan dan pada akhirnya lenganku yang terkena cubitannya, kenapa dia marah ya?, aku kan hanya menyebarkan keintiman kami, orang orang itu yang salah sendiri nya jomblo jadi tidak bisa memeluk manja pasangan nya, sampai mendengus lelah, bahkan rasa kebencian kuat juga terasa dari helaan nafas mereka, tapi Li Mei yang malu malah menghukum ku..., CK aneh....


Pada akhirnya, kami semua duduk nyaman di ruang komando, aku mengintruksikan kepada seluruh kapal untuk tetap menjaga para penumpang agar tidak mati kebosanan, kau tau kan manusia makhluk yang cepat bosan?, apalagi di zaman ini yang teknologi hiburan belum berkembang.


Jadi dengan rencana perjalanan kami yang panjang ini aku juga membuat ke seluruh kapal sebuah ruang hiburan, jadi bisa dibilang tim pelaut kami sangat bagus karena memberikan ruang hiburan yang menarik bagi para penumpang yang mati kebosanan menunggu di dalam kapal.


Meskipun ya.... Fasilitas nya tidak cukup lengkap seperti tidak ada kolam renang di atas kapal, untuk ini aku belum bisa membuat nya meskipun contoh kapal besi nya aku punya, kita liat saja nanti.


Di sana ada sebuah ruang judi yang bagus dengan permainan permainan baru selain kartu AS, tapi aku tetap membuat beberapa permainan dari kartu selain kartu AS karena aku telah menjual hak cipta nya ke keluarga chao, seperti kartu untuk permainan anak-anak, selebihnya adalah catur dan dart, bahkan aku juga menyiapkan biliar, dengan mengajari para kru cara bermain nya dan memamerkan ke penumpang pasti itu akan menyenangkan dan membuat hiburan baru, untuk perjalanan panjang ini.


Aku bahkan menyiapkan mainan kecil seperti ular tangga atau tuan tanah (game monopoli), jika para pemain ingin bertaruh kami bisa mengarah kan mereka ke konter dan bertukar uang menjadi chip untuk bertaruh, setiap chip yang di tukar kembali bisa di jadikan uang, jadi kecurangan tidak akan bisa di lakukan di tempat ini.


Hahaha......, aku benar-benar maniak harta!, rasanya tangan ku gatal jika tidak mengambil uang dari beberapa orang bodoh yang berkantong tebal, makanya aku benar benar memungut apapun yang ku anggap baik waktu di dunia kiamat zombie.


Pikiran ku terbang jauh memikirkan keseruan tempat permainan dan perjudian itu di setiap kapal yang lain, Li Mei yang menatap ku lalu tersenyum tidak berdaya saat melihat ku yang tersenyum jahat seperti pencuri.


"DRAP DRAP DRAP!!!"

__ADS_1


"BRAKK!!!"


"TUAN!!!"


"GURU!!!"


Kedua orang terlihat di depan pintu ruang komando mereka terengah-engah karena berlarian ke sini, mereka adalah Tuoli dan Jun Hui, semua mata terfokus kepada kabar yang akan di sampaikan oleh pengintai.


"ITU!! ADA OMBAK BESAR!!!"


Ucap mereka serempak panik, aku menatap mata Li Mei dan kami saling mengerti satu sama lain dan berpegangan tangan untuk keluar dari ruang komando dan melihat situasi di luar, dan benar saja akan ada ombak besar yang bisa menghancurkan kapal dari samping kiri kami.


Aku merasakan arah angin yang condong ke kiri makanya kapal kami masuk ke jalur samudra besar, arah angin kacau ini di cuaca ini bisa menyebabkan banyak kapal karam di laut, makanya menemukan benua lain saja sulit jika menggunakan kapal seperti ini. apalagi tingkat bahaya nya yang bisa menghancurkan kapal besi.


Aku melirik Li Mei dengan tatapan serius, mata nya bergetar menatap ku tapi memberikan anggukan kecil yang sedih, bahkan hanya dengan tatapan mata kami berdua tau apa yang di maksud pasangan satu sama lain, aku mencium kening nya dalam dalam dan khusyuk memohon restu keselamatan dari nya, sedangkan tangan lembutnya yang selama ini terawat oleh ku memeluk tubuh ku dengan gemetar.


Saat kami saling melepas kan diri segera perintah ku berikan dengan tegas kepada para awak kapal dan kru lainnya, karena ombak besar itu sebentar lagi akan datang di tengah badai ini,


"SEMUANYA DENGAR KAN AKU‼️"


Suara ku bergema di haluan kapal yang sibuk bahkan di tengah badai ini, mereka terdiam mendengar suara ku, bersiap menunggu perintah.


"Perintahkan kepada seluruh awak kapal untuk segera masuk ke dalam kapal dan mengunci pintu dan menutup seluruh jendela!!!"

__ADS_1


Aku mendekati kerumunan orang orang yang terdiam mendengar kan perintah ku dengan cermat.


"Jangan sampai membiarkan air masuk jika terkena ombak besar!!! Pandu para penumpang ke tempat yang aman evakuasi segera!, dan bersiap menghadapi kemungkinan terburuk!!!"


"PAHAM!!!??"


Tanya ku dengan nada memerintah yang tegas.


"PAHAM!!!"


"LAKSANAKAN❗❗❗❗"


Segera kerumunan itu bergegas menyelesaikan urusan nya di luar dengan cepat dan masuk ke dalam, aku juga memerintahkan Jun Hui untuk memberikan kabar ini lewat telegraf dan ia segera berlari kembali menuju pusat komando.


Li Mei menatap ku dari pintu mata nya yang khawatir tidak bisa menipu dan aku tersenyum kecil kepada nya membuat nya percaya aku bisa menangani masalah ini sendirian, dan Li Mei juga Tuoli yang terakhir masuk ke dalam kapal dan menutup pintu rapat rapat.


Aku menatap ke arah ombak besar berada...


Ya, sebentar lagi bencana itu akan mendekati keseluruhan rombongan kami, suara bergemuruh keributan awak di setiap kapal bahkan terdengar oleh telinga ku, karena jika aku ingin mendengar nya dengan seksama itu mudah hanya perlu fokus.


Sampai hanya dalam beberapa menit berlalu seluruh geladak kapal hening dan aku melepaskan jubah ku yang merepotkan jika aku mengurus ombak besar itu dan memasukkan nya kedalam ruang angkasa, lebih tepatnya aku melempar kan dengan sembarang ke sana dan melemaskan otot-otot tubuh ku bersiap untuk beraksi.


Saat kapal kami semakin miring karena turunan yang di ombak aku segera melompat ke tempat tertinggi dari kapal yaitu tiang pengawas, bersiap membuat keajaiban.

__ADS_1


"SEKARANG!!!"


__ADS_2